Apa itu maqam dan martabat dalam kajian? Dalam ilmu thariqat menuju pendalaman bertasawuf ada di kenal istilah “maqam”, maqam di sini bukanlah bermaksud makam atau kuburan, akan tetapi maknanya adalah

Kajian Huruf Hijaiyah Para sufi juga biasa dan merutinkan melaksanakan amal ibadah sebagai tambahan di luar dzikir-dzikir sebagaimana yang telah mereka susun secara bertingkat seperti yang ada pada tata cara

Tawassul di sini adalah interaksi ruhaniyah, dengan melaksanakan hubungan dialektis antara ruhani seseorang dengan ruhani orang lain, baik ruhaniah orang yang masih hidup maupun yang sudah mati. Interaksi itu dilaksanakan

Allah berfirman : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman (55) : 19-20). Dengan ayat tersebut di

Setelah manusia melewati dua tahap kehidupannya di alam dunia, yaitu alam rahim dan alam kehidupan dunia, selanjutnya manusia akan melanjutkan kehidupan berikutnya di alam kubur atau alam barzah. Nismatul ‘adamiyah

Fungsi kekhalifahan Rasulullah Saw dan sebagian umat pilihannya, mereka adalah sebagai saksi bagi umat manusia, baik umat yang terdahulu maupun umat yang kemudian. Adalah keutamaan luar biasa, umat yang hidup

Nabi Muhammad Saw di samping sebagai Rasul, juga menjadi saksi bagi umatnya, ketika Rasul Muhammad Saw wafat, tugas kenabian itu tidak di serahkan kembali kepada Allah, seperti yang pernah terjadi

Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta, dengan kesendirian-Nya, Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan seluruh isinya termasuk manusia, dihadapan kebesaran dan kekuasaan-Nya, manusia tidak berbeda dengan makhluk yang lain.

Allah menghendaki di akhirat kelak sedikitpun tidak terjadi perbuatan aniaya atau ketidak adilan, karena di hari itu “Pengadilan Akbar” akan ditegakkan. Hari di mana kitab-kitab catatan amal diserahkan kepada pemiliknya,

Sebagai suatu ketetapan dari Allah (sunnatullah), bahwa sebuah amal akan sah menjadi amal yang diterima di sisi-Nya manakala amal tersebut mendapatkan persaksian dari saksi-saksi yang sah, demikian itu hukum yang

Firman Allah dalam Q.S. An-Nisa’ ayat 69 yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi kenikmatan dari Allah, yaitu para Nabi, para

Ma’iyah Fid Daaril Akhirat maksudnya adalah Kebersaman di Hari Akhirat, setelah sekian lama dalam kebersamaan di dunia fana, meski di dalam dua ruang yang berbeda, maka sejak di alam barzah,