oleh

Al-Khuthuwat (Langkah Nyata Sebuah Perbuatan)

Al-Khuthuwat (Langkah Nyata Untuk Sebuah Perbuatan)

Adapun tentang Al-Khuthuwat maka hal ini bisa dicegah dengan cara seorang hamba tidak menggerakkan kakinya kecuali untuk perbuatan yang bisa diharapkan mendatangkan pahala dari Allah, bila ternyata langkah kakinya itu tidak akan menambah pahala, maka menyurutkan langkah tersebut tentu lebih baik dan sebenarnya bisa saja seseorang memperoleh pahala dari setiap perbuatan mubah (yang boleh dikerjakan dan boleh juga ditinggalkan) yang dilakukannya dengan cara berniat untuk Allah.

Dengan demikian maka seluruh langkahnya akan bernilai ibadah, tergelincirnya seorang hamba dari perbuatan salah itu ada dua macam, yaitu : tergelincirnya kaki dan tergelincirnya lidah, oleh karena itu kedua macam ini disebutkan berurutan oleh Allah dalam firman-Nya, yaitu : “Dan hamba-hamba Ar-Rahman, yaitu mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Q.S. Al Furqan : 63).

Di sisi lain, Allah menjelaskan bahwa sifat mereka itu adalah istiqamah dalam ucapan dan langkah-langkah mereka, sebagaimana Allah juga mensejajarkan antara pandangan dan lintasan pikiran, dalam firman-Nya : “Allah mengetahui khianat mata dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Q.S. Ghafir : 19).

Semua hal yang kami sebutkan di atas adalah sebagai pendahuluan bagi penjelasan akan haramnya zina dan kewajiban menjaga kemaluan.

Rasulullah Saw bersabda : “Yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka adalah lidah dan kemaluan.” (H.R. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

Dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda : “Tidak halal darah seorang muslim (ditumpahkan) kecuali sebab tiga hal, yaitu : orang yang (pernah menikah) melakukan zina, dibunuh (qishash) karena membunuh jiwa dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) serta meninggalkan jama’ah.”

Baca juga...  Istighfar Tingkatkan Keridhaan

Dalam hadits ini ada penyetaraan antara zina dengan kufur dan membunuh jiwa, persis seperti yang terdapat dalam ayat pada Surat Al-Furqan, juga seperti yang terdapat dalam hadits Ibnu Mas’ud Ra.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru