oleh

Alam Kubur (Barzah)

Setelah manusia melewati dua tahap kehidupannya di alam dunia, yaitu alam rahim dan alam kehidupan dunia, selanjutnya manusia akan melanjutkan kehidupan berikutnya di alam kubur atau alam barzah.

Nismatul ‘adamiyah di alam rahim dan di alam kehidupan dunia yang semula hidup dengan bungkus jismul mahsusah, di alam barzah ini ia hidup dengan bungkus jismul lathif atau jasad halus.

Dengan jismul lathif tersebut, nismatul ‘adamiyah akan hidup sampai datangnya hari kebangkitan atau hari kiamat dengan mendapatkan kehidupan sesuai amal perbuatan yang telah diperbuatnya di dunia.

Alam kubur atau juga disebut alam barzah adalah bagian dari dimensi alam ghaib dari dimensi-dimensi yang ada di alam dunia, oleh karena tidak
ada yang mengetahui hakekat alam ghaib kecuali hanya Allah, maka cara mengetahuinya, haruslah melalui pintu iman, bukan pintu ilmu.

Hal itu disebabkan, karena sedikitpun ilmu pengetahuan tidak mempunyai hak untuk mengadakan observasi kepada alam ghaib tersebut, dalam arti tidak ada seorangpun pernah masuk ke alam barzah untuk mengadakan penelitian disana kemudian kembali lagi ke alam dunia, sehingga dapat membeberkan hasil penelitiannya kepada orang lain.

Oleh karena itu, satu-satunya pintu yang harus dimasuki bagi orang yang ingin mempelajari apa yang ada di alam barzah itu hanyalah pintu iman, yaitu iman kepada ilmu Allah Tuhan seluruh alam yang telah diturunkan kepada umat manusia melalui Rasul-Nya Muhammad Saw.

Yaitu Al-Qur‘an Al-Karim dan hadits Nabi Saw,leh karena itu pembicaraan tentang alam kubur ini, sedikitpun tidak akan membawa kemanfaatan apabila dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sebabnya, yang pasti orang yang tidak beriman itu tidak mampu menceritakan alam kubur ini kecuali dengan dasar mitos yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya, hanya dari cerita turun-temurun yang tidak ada sumber pangkalnya.

Baca juga...  Ruqyah dan Tamimah

Ilmu dan iman adalah ibarat dua perangkat yang harus terpasang terus menerus di dalam jiwa manusia, dengan perangkat itu supaya manusia dapat berinteraksi dengan alam lingkungannya, namun kedua perangkat itu mempunyai alat mekanik yang berbeda.

Ilmu dengan akal atau rasio yang juga disebut perangkat lahir sedangkan iman dengan ruh atau rasa yang juga disebut perangkat batin, oleh karena keberadaan alam barzah itu di dalam dimensi batin, maka cara mengenalinya juga harus dengan alat mekanik yang ada di dalam batin pula yaitu ruh.

Oleh karena itu, perangkat pertama yang harus disiapkan oleh orang yang ingin mempelajari alam barzah adalah iman kepada ilmu Allah tentang alam barzah itu yang kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian melalui mujahadah dan riyadlah di jalan Allah.

Sebabnya, untuk menembus sekat alam ghaib itu, jalan satu-satunya adalah mendapatkan futuh dari Allah, sedangkan untuk mendapatkan futuh tersebut, jalan satu-satunya hanyalah dengan melaksanakan mujahadah dan riyadhah.

Hasilnya, orang yang melaksanakan mujahadah dan riyadhah itu akan mendapatkan ilmu secara intuisi atau ilham spontan yang diturunkan dari rahasia urusan ketuhanan yang juga disebut ilmu rasa atau ilmu yakin.

Ketika ilmu yakin tersebut mampu ditingkatkan kualitasnya, tentunya dengan peningkatan amal pula, baik secara vertikal maupun horizontal, ilmu yakin tersebut kemudian menjadi „ainul yakin, yaitu orang yang telah mampu merasakan (musyahadah) terhadap apa yang diyakini hatinya.

Di dalam kaitan alam barzah, satu-satunya cara untuk mendapatkan keyakinan hati adalah dengan pelaksanaan tawassul secara ruhaniyah kepada orang yang sudah mati.

Konsep untuk menghidupkan ilmu rasa itu, adalah firman Allah berikut ini: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Ankabut (29) : 69).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru