oleh

Amalan-Amalan Dalam Thariqat Naqsyabandiyah

-Tasawuf-18 views

Amalan-amalan dalam Thariqah Naqsyabandiyah meliputi :

a. Taubat

Taubat dalam pengertian Thariqat Naqsyabandiyah adalah dasar utama untuk membersihkan diri dari dosa lahir maupun batin. Taubat sama dengan fundamen untuk suatu bangunan dan sama dengan akar bagi suatu pohon.

Seseorang yang di terima taubatnya akan merasakan ketakutan yang mendalam pada setiap tingkah lakunya, seseorang akan takut dalam urusan taatnya kepada Allah, jangan sedikitpun terpetik ria, pamer dan nifaq, kecuali taat itu hanya semata-mata ikhlas karena Allah.

b. Talqin

Talqin adalah peringatan guru kepada murid. Pelaksanaan talqin pada masyarakat di lakukan dan di tempatkan di sebuah surau atau masjid, calon pengikut Thariqat ini di wajibkan untuk membaca surat Al-fatihah secara fasih kemudian merenungkannya.

Setelah seorang guru memberi nasehat kepada calon pengikut untuk selalu ingat dan mendekatkan diri pada Allah. Prosesi talqin ini berkesan haru dan senang bagi murid setelah mendapat talqin.

c. Bai’at

Bai’at memiliki pengertian pernyataan janji setia untuk mengabdi kepada Allah dan Nabi Muhammad dalam kondisi apapun, pernyataan baiat pada Thariqat Naqsyabandiyah seperti yang di lukiskan dalam Al-Qur’an, “Barang siapa yang melanggar janji itu niscaya akan menimpa dirinya sendiri.” (Q.S. Al-Fath : 10).

Upacara pelantikan bai’at pada Thariqat Naqsyabandiyah biasanya di lakukan pada hari jum’at pagi, pelantikan bai’at di lakukan dengan cara berjabat tangan bersama pada mursyid.

Seorang guru kembali memberi nasehat penekanan untuk selalu berdzikir pada Allah, maka seorang murid secara yakin menyanggupi dengan nama Allah, prosesi bai’at ini kemudian menjadi fase resmi seorang menjadi anggota Thariqat Naqsyabandiyah.

d. Dzikir

Dzikir merupakan metode pendekatan kepada Allah yang mudah dan bisa di lakukan secara bersama-sama ataupun sendirian. Dzikir dalam Thariqat Naqsyabandiyah di tujukan untuk menjaga diri dari kekhilafan dan selalu merasakan kehadiran Allah.

Baca juga...  Ajaran Thariqat Terhadap Pengembangan Pendidikan

Dzikir juga di gunakan untuk menjaga langkah seseorang yang sedang menjalani khalwat suluk, dzikir dalam Thariqat di maknai sebagai perjalanan batin dengan meninggalkan segala bentuk ketidaksempurnaan sebagai manusia.

Macam-macam dzikir dalam Thariqat Naqsyabandiyah terdiri dari ;

(1) Dzikir ismu zat, yaitu dzikir dengan menyebut nama dzat Allah.

(2) Dzikir lathaif, yaitu dzikir ismu dzat sebanyak 11000 kali dengan tujuan menghancurkan sifat madzmumah pada batin manusia.

(3) Dzikir nafsi isbat, yaitu dzikir dengan mengucapkan La ilaa ha Illallah.

(4) Dzikir wukuf, yaitu dzikir diam semata-mata hanya mengingat Allah. (5) dzikir muraqabah, yaitu dzikir yang mengingatkan bahwa dirinya senantiasa di monitor oleh Allah.

(6) Dzikir muraqabatul itlak, yaitu merasakan bahwa Allah mengetahui keadaannya.

(7) Dzikir muraqabatul ahdiatul af’al, di mana seseorang ingat pada Allah sebagai maha pencipta dan maha mengerjakan segala sesuatu.

(8) Dzikir murahabatul maiyah, yaitu dzikir bahwa Allah sangat dekat dengan kita.

(9) Dzikir murahabatul aqrabiyah, bahwa seorang hamba memandang betapa dekatnya dengan Allah.

(10) Dzikir muraqabatul ahadiyatuzzati, dzikir bahwa Allah itu esa.

(11) Dzikir muraqabatuzzatish sharfi wal bahti, yaitu dzikir bahwa Allah maha suci.

(12) Dzikir tahlil lisan, yaitu dzikir yang di ucapkan secara kedengaran atau jahar.

Masyarakat yang mengikuti Thariqat Naqsyabandiyah dalam kehidupannya lebih tenang, lebih di bukakan jalannya, masalah yang di hadapi dan di rasakan dengan bathin yang terkontrol dengan baik.

Keseharian jamaah thariqat lebih yakin terhadap takdir hidup dari Allah, lebih istiqamah dalam menjalani hidup, dalam bermasyarakat jamaah lebih memilki kesadaran sosial yang tinggi, serta menjunjung tinggi harkat dan martabat sesama mahluk hidup sebagai ciptaan Allah.

Masyarakat lebih percaya memberikan peran sosial dalam kehidupan bermasyarakat kepada orang yang mengikuti thariqat, karena dapat di percaya dalam menjalankan amanat sebagai pemimpin serta lebih mengutamakan kepentingan umum.

Baca juga...  Pencerahan Spiritual

Selama ini jamaah thariqat yang mendapatkan amanah dari masyarakat belum pernah membuat kecewa dan menghianati amanat masyarakat selama ini di percaya menjadi pemimpin.

Pengaruh amalan tersebut dalam perilaku sosial berdampak pada sikap kepribadian orang yang gelisah menjadi tenang, yang pemarah menjadi penyayang, yang pembangkang menjadi penurut, yang malas bekerja dan beramal shaleh menjadi rajin bekerja dan beramal shaleh dan sikap yang tertutup menjadi terbuka, serta mempererat budaya gotong royong di daerah setempat.

Dalam hal nilai spiritual berpengaruh terhadap kenyamanan dan kenikmatan batiniah dalam kehidupan sehari-hari dalam mengamalkan ajaran dari mursyid merupakan suatu yang tidak bisa di nilai dengan uang.

Bagi pengurus TNQ harus mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai Thariqat, selain itu pemerintah di harapkan memberikan fasilitas materiil dan non materiil terhadap Thariqat di Indonesia, khususnya TNQ yang secara nyata telah terbukti memberikan dampak positif dalam menjaga kualitas kehidupan bermasyarakat.

Bagi seluruh jamaah TNQ seharusnya melaksanakan amalan dan ajaran Thariqat, baik secara individu maupun berjamaah sacara rutin dan terus menerus sehingga terwujud masyarakat yang saling menghargai antar kelompok agama maupun masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya