oleh

Amat Al-Gafur BintiIshaq Ad-Dihlawi

AMAT AL-GHAFUR BINTI ISHAQ AD-DIHLAWI

Wanita ini adalah merupakan sebuah keteladanan dari seorang Muhaditsah terkemuka, seorang a’am (non Arab) pada abad ke 13 H. Kata orang ajam, di garis bawahi, karena banyak yang menyangka bahwa wanita-wanita utama ini menjadi utama hanya karena mereka beruntung karena berbahasa atau sebagai orang Arab saja, ia adalah bahasa ibu dan nenek moyang mereka berasal dari Arab.

Sebaliknya, banyak di antara ulama besar kita, bahkan dari kalangan kaum laki-laki, seperti Imam Bukhari, tidak berasal dari keturunan Arab, demikian pula sang Muhaditsah, Amat Al-Ghafur Bint lshaq Ad-Dihlawi, berasal dari Delhi, India.
Ayahnya adalah salah seorang ulama terkenal di India dan karenanya dia belajar dari keikut sertaan bersama ayahnya, mempelajari berbagai kitab-kitab hadits dan fiqh bersama ayahnya, dengan cara ini dia meraih penguasaan yang tinggi dalam hadits dan fiqh. 

Ayahnya menikahkannya dengan seorang ulama, kapanpun dia mengalami kesulitan, dia akan datang kepada isterinya, Amat Al-Ghafur.

Al-Hasani berkata : “Ketika suaminya, yang juga seorang ulama besar, menghadapi kesulitan dalam hadits atau fiqh, dia berdiskusi dengan isterinya dan menarik manfaat darinya.”

Sungguh ini adalah anugerah yang Allah berikan bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya yang beriman.

Inilah salah saatu contoh dari para wanita yang mengajari suami mereka, namun demikian, sangat penting bagi kita untuk mengingat bahwa, rumah seorang Muslim, khususnya pada hari dan di masa itu adalah tempat pribadi dan karenanya bagaimana mereka belajar bersama dan apa yang mereka pelajari tidak di uraikan secara terperinci.


Beberapa contoh yang di berikan di sini merupakan isyarat yang jelas, bagaimana para wanita memberikan kontribusi yang besar untuk menyebarkan ilmu-ilmu keislaman, meskipun dari kediaman pribadi mereka.

Saudari-saudariku, mari kita kembalikan warisan dari para ibu pendahulu kita dan berlomba dalam kebaikan dengan suami-suami kita dalam upaya memperoleh ilmu-ilmu agama, sebagaimana Allah berfirman : “…maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan…”. (Q.S. Al-Ma’idah : 48).

Baca juga...  Rukun Akad Nikah

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru