oleh

Ancaman Yang Mengelilingi

Firman Allah dalam Al-Qur‘an Surat Al-A‘raaf (7) ayat 16-17. “Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).” (Q.S. Al-A’Raaf : 7/16-17).

Akibat Iblis membangkang dan menolak perintah Allah untuk bersama-sama malaikat sujud (mengabdi) kepada Nabi Adam As, Iblis mendapat laknat dan dihukum Allah Yang Maha Adil dengan vonis tersesat untuk selama-lamanya, maka Iblis menjawab hukuman itu dengan menyampaikan ancaman yang di tujukan kepada Nabi Adam As beserta anak turunnya sampai hari kiamat dengan pernyataan yang di abadikan Allah di dalam ayat di atas: (saya benar-benar akan menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Q.S : 7/16-17).

Sejak itu genderang perang di kumandangkan, sejak itu pula peperangan terjadi di mana-mana bahkan sampai hari kiamat nanti, yang menjadi korban pertama adalah Nabi Adam As dengan istrinya, sehingga beliau berdua harus turun dari kebahagiaan dan kemuliaan yang abadi di syurga, menderita di dalam kehinaan di dunia fana.

Allah memberikan peringatan kepada anak manusia dengan firman-Nya : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat di tipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari syurga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya, sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al-A’Raaf : 7/27).

Medan perangnya adalah dalam rongga dada anak cucu Nabi Adam As dan tujuan utama perang supaya manusia secara keseluruhan tidak mampu bersyukur kepada Allah, sehingga mereka menjadi kufur nikmat yang akhirnya hidup bersama-sama dengan Iblis dan bala tentaranya di neraka jahannam untuk selama-lamanya.

Baca juga...  Keutamaan Do'a dan Adabnya

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru