Apa itu hal-hal yang najis? Najis di bagi menjadi dua antara lain : 1. ‘Ainiyah.Najis ‘Ainiyah yaitu najis pada zat itu sendiri (zat-zat yang najis), ini tidak bisa di tentukan

Air di bagi menjadi dua antara lain yaitu :1. Air suci.Air suci yaitu air yang tetap sifat aslinya sebagaimana ia di ciptakan, air suci ini berasal dari dua sumber, antara

Apa itu Sujud Sahwi? Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai, sujud sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi cacat dalam shalat

Cara melakukan tayammum Tayammum adalah memukulkan dua telapak tangan ke sha’id (permukaan tanah) yang suci dengan niat, agar sah dalam melaksanakan shalat dan lainnya, di syari’atkannya tayammum merupakan kemudahan dan

Cara Mandi Wajib Mandi adalah mengguyur seluruh tubuh dengan air suci dengan cara tertentu.Hal-Hal yang Mewajibkan MandiHal-hal yang mewajibkan mandi adalah : Keluar mani dengan syahwat, baik dalam keadaan tidur

Cara Mengusap Khuf  Di antara bentuk kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah disyari’atkannya mengusap khuf sebagai pengganti membasuh kedua kaki ketika berwudhu’. Khuf adalah sepatu yang menutupi mata kaki,

Bagaimana cara berwudhu’ yang benar? Allah mencintai orang-orang yang mensucikan diri, sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah : 222).

Apa itu Thaharah? Thaharah menurut syar’i adalah menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi shalat berupa hadats atau najis dengan menggunakan (air atau semisalnya) atau mengangkat najis tersebut dengan tanah. Telah bersepakat

Al-Khuthuwat (Langkah Nyata Untuk Sebuah Perbuatan) Adapun tentang Al-Khuthuwat maka hal ini bisa dicegah dengan cara seorang hamba tidak menggerakkan kakinya kecuali untuk perbuatan yang bisa diharapkan mendatangkan pahala dari

Al-Lafazhat (Ungkapan Kata-Kata) Adapun tentang Al-Lafazhat (ungkapan kata-kata), maka cara menjaganya adalah dengan mencegah keluarnya kata-kata atau ucapan yang tidak bermanfaat dari lidahnya dengan cara tidak berbicara kecuali dalam hal

Al-Khatharat (Pikiran Yang Terlintas Di Hati). Adapun “Al Khatharat” pikiran yang terlintas di hati, maka urusannya lebih rumit, di sinilah tempat bermulanya aktifitas, yang baik ataupun buruk, dari sinilah lahirnya

Al-Lahazhat (Pandangan Mata). Lirikan adalah pelopor atau “utusan” syahwat, oleh karenanya, menjaga pandangan merupakan modal dalam usaha menjaga kemaluan, maka barang siapa yang melepaskan pandangannya tanpa kendali, niscaya dia akan

Bahaya Zina Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh zina merupakan bahaya yang tergolong besar, disamping juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab (keturunan), menjaga kesucian dan

APA ITU ZHIHAR? Zhihar adalah suami yang menyamakan isterinya atau sebagian anggota tubuh isterinya dengan wanita yang haram untuk dinikahinya selama-lamanya, yaitu seperti ucapan, ”Engkau bagiku adalah seperti punggung ibuku.”

Pengertian Tentang Ruju’ Ruju’ adalah mengembalikan isteri yang telah ditalak (bukan dengan talak bain) ke dalam pernikahan, tanpa akad nikah yang baru, ruju’ tidak memerlukan wali, mahar, persetujuan isteri, dan

Bagaimana pengertian tentang talak? Talak adalah melepaskan ikatan pernikahan, talak merupakan perbuatan yang membanggakan bagi syetan, sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin ’Abdillah Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : ”Sesungguhnya

Apa itu khulu’? Khulu’ adalah perceraian antara suami dan isteri dengan tebusan yang diberikan oleh isteri kepada suaminya. Allah berfirman : “Jika kalian khawatir bahwa keduanya (suami isteri)tidak dapat menjalankan

APA ITU ‘IDDAH?’Iddah adalah masa wanita menunggu dan menahan diri dari menikah setelah wafatnya suami atau perpisahan dengannya. ’Iddah hukumnya adalah wajib atas wanita jika terpenuhi sebab-sebabnya. Macam-macam ‘Iddah.Ada beberapa macam

Sunnah Rasulullah Saw dan Realitas Sosial Secara substansial Sunnah Rasulullah Saw mempunyai nilai yang tidak jauh dari Al-Qur`an, karena keduanya sama-sama berasal dari wahyu, namun berbeda secara redaksional, Al-Qur’an secara

Jika dilihat dari kaca mata realitas sosial, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sangat bersifat realistis, dalam arti selalu seiring sejalan dan tidak mengabaikan realitas sosial, hal ini dikarenakan Al-Qur’an mempunyai fungsi