oleh

Bagaimana Menentukan yang Berhak Menerima Harta Waris?

BAGAIMANA MENENTUKAN YANG BERHAK MENERIMA HARTA WARIS?

Sebelum harta peninggalan si mayit di waris, hendaknya di perhatikan perkara-perkara di bawah ini, yaitu :
1. Al-Muwarrits (orang yang akan mewariskan hartanya) di nyatakan telah mati, bukan pergi yang mungkin kembali, atau hilang yang mungkin di cari.
2. Al-Waritsun wal Waritsat (ahli waris), masih hidup pada saat kematiannya AI-Muwarrits.
3. At-Tarikah (barang pusakanya) ada dan sudah di sisakan untuk kepentingan si mayit.
4. Hendaknya mengerti Ta’siIul Mas’alah, yaitu angka yang paling kecil sebagai dasar untuk pembagian suku-suku bagian setiap ahli waris dengan hasil angka bulat, adapun caranya.
a. Jika ahli waris memiliki bagian ashabah,  (ashabah adalah kerabat yang bisa menerima warisan yang tidak di tentukan kadarnya, seperti menerima seluruh harta warisan atau menerima sisa setelah pembagian ashabul furudh) tidak ada yang lain, maka ta’silul mas’alahnya menurut jumlah yang ada, yaitu Iaki-Iaki mendapat dua bagian dari bagian wanita. Misalnya mayit meninggalkan 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, maka angka ta’silul mas’alahnya 3, anak laki-Iaki = 2 dan anak perempuan = 1. Misal lainnya : mayit meninggalkan 5 anak laki-laki, maka angka aslul mas’alahnya 5, maka setiap anak laki-laki = 1.
b. Jika ahli waris ashabul furudh hanya seorang, yang lain ashabah, maka ta’silul mas’alahnya angka yang ada. Misalnya mayit meninggalkan isteri dan anak laki-laki, maka angka ta’silul mas’alahnya 8, karena isteri mendapatkan 1/8, yang lebihnya untuk anak laki-laki, isteri = 1 dan anak laki-laki = 7.
c. Jika ahli waris yang mendapatkan ashabul furudh lebih dari satu atau di tambah ashabah, maka di lihat angka pecahan setiap ahli waris, yaitu : 1/2, 1/4, 1/6, 1/8, 1/3. 2/3.
c.1. Jika sama angka pecahannya, seperti 1/3, 1/3, maka ta’siluI masalahnya di ambil salah satu, yaitu angka 3.
c.2. Jika pecahan satu sama lain saling memasuki, maka ta’silul masalahnya angka yang besar, seperti 1/2, 1/6, ta’silul masalahnya 6, 1/6 dari 6 = 1, sedangkan 1/2 dari 6 = 3.
c.3. Jika pecahan satu sama lain bersepakat, maka ta’silul masalahnya salah satu angkanya di kalikan dengan angka yang paling kecil yang bisa di bagi dengan yang lain. Misalnya 1/6, 1/8, maka ta’silul masalahnya 24.
c.4. Jika pecahan satu sama lain kontradiksi, maka ta’silul masalahnya sebagian angkanya di kalikan dengan angka lainnya, sekiranya bisa di bagi dengan angka yang Iain. Misalnya angka 2/3,1/4, maka ta’silul mas’alahnya 4 x 3 = 12.
d. Bila sulit memahami bagian (c1-c4), maka bisa memilih salah satu dari angka 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24 untuk di jadikan angka pedoman yang bisa di bagi dengan pecahan suku-suku bagian ahli waris dengan hasil yang bulat.
Misalnya: si A mendapatkan 2/3, si B mendapatkan 1/4, maka angka pokok yang bisa di bagi keduanya bukan 8, tetapi 12 dan seterusnya. Dalam membagi harta waris setelah di ketahui ta’silul masalah dan bagian setiap ahli warisnya, ada tiga cara yang bisa di tempuh.

Baca juga...  Sujud Syukur

1. Dengan cara menyebutkan pembagian masing-masing ahli waris sesuai dengan ta’silul masalahnya, lalu di berikan bagiannya, misalnya si mati meninggalkan harta Rp. 120.000 dan meninggalkan ahli waris : isteri, ibu dan paman, maka ta’silul masalahnya 12, karena isteri mendapatkan 1/4, dan ibu mendapatkan 1/3.
– Isteri mendapatkan 1/4 dari 12 = 3, sehingga 1/4 dari 120.000 = 30.000.
– Ibu 1/3 dari 12 = 4, maka 1/3 dari120.000 = 40.000.
– Paman ashabah mendapatkan sisa yaitu 5, maka 120.000 – 30.000 – 40.000 = 50.000.
Atau dengan mengalikan bagian setiap ahli waris dengan jumlah harta waris, kemudian di bagi hasilnya dengan ta’silul mas’alah, maka akan keluar bagiannya. Contoh seperti di atas, prakteknya.
– Isteri bagiannya 3 x 120.000 = 360.000 : 12 = 30.000.
– Ibu bagiannya 4 x 120.000= 480.000 : 12 = 40.000.
– Paman bagiannya 5 x 120.000 = 600.000 : 12 = 50.000.
Atau membagi jumlah harta waris dengan ta’silul mas’alah, lalu hasilnya di kalikan dengan bagian ahli waris, maka akan keluar hasilnya.

Contoh seperti di atas, prakteknya.
– Isteri bagiannya 120.000 : 12 = 10.000 x 3 (1/4 dari 12) = 30.000.
– 100 bagiannya 120.000 1 12 = 10.000 X 4 (1/3 dari12) = 40.000.
– Paman bagiannya 120.000 : 12 = 10.000 x 5 (sisa) = 50.000.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya