oleh

Bedakan Antara Bagian Dan Kewajiban

Harus ada pemilahan antara hak-hak yang harus kita penuhi, seperti kewajiban-kewajiban ibadah, ketaatan dan menjauhi kedurhakaan dan hak yang menjadi bagian kita.

Apa yang menjadi bagian kita adalah mubah menurut ketetapan syari’at dan apa yang menjadi kewajiban kita harus kkita penuhi dan kita harus memberikan hak kepada siapa pun yang berhak menerimanya.

Banyak orang yang mencampur aduk antara kewajiban dan hak-nya, sehingga dia sendiri menjadi kebingungan antara mengerjakan dan meninggalkan, banyak orang yang sebenarnya dia boleh mengerjakan sesuatu namun dia justru meninggalkannya, seperti orang yang rajin beribadah dengan meninggalkan apa yang sebenarnya boleh dia kerjakan, seperti meninggalkan hal-hal yang mubah, karena dia mengira bahwa hal itu tidak boleh di kerjakan.

Begitu pula sebaliknya, orang yang rajin beribadah dengan mengerjakan sesuatu yang sebenarnya harus dia tinggalkan, karena dia mengira hal itu merupakan haknya.

Yang pertama seperti orang yang rajin beribadah dengan tidak mau menikah, tidak mau memakan daging, buah-buah, makanan yang lezat dan pakaian yang bagus, karena kebodohannya dia mengira bahwa semua itu merupakan larangan baginya, sehingga dia harus meninggalkannya atau dia berpendapat bahwa dengan meninggalkannya akan membuat ibadahnya bertambah afdhal.

Dalam Ash-Shahih di sebutkan pengingkaran Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam terhadap beberapa sahabat yang tidak mau menikahi wanita, terus-menerus berpuasa dan shalat malam.

Yang kedua seperti orang yang rajin beribadah, namun bid’ah, dia melihat cara ibadahnya itu benar, karena begitulah yang banyak di lakukan orang.

Baca juga...  Pengertian Ghasb

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya