oleh

Cara Melaksanakan Al-Hijamah (Bekam)

Jenis-Jenis Bekam

  1. Bekam Kering (Dry Cupping), bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor, bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau di gunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung, bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang di bekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari.
  2. Bekam Basah (Wet Cupping), bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet), lalu di sekitarnya di hisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh, lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit dan maksimal 9 menit, lalu di buang darah kotornya, penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan, darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih dan selama 3 jam setelah di bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh di siram air, jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu.
  3. Bekam Seluncur (Sliding Cupping), yaitu metode bekam yang mana gelas bekam di luncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya), metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.
  4. Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik, metode bekam dengan cara tarik lepas, tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar di bekam atau apabila di bekam gelas cenderung jatuh, area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Waktu Berbekam  
Sebaiknya berbekam di lakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang, darah sedang pada puncak gejolak. Anas bin Malik Ra menceritakan bahwa : “Rasulullah Saw biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Ia melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilan belas atau kedua puluh satu.” (H.R. Imam Ahmad). Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit.

Baca juga...  Hasil Penelitian Seputar Bekam

Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus di lakukan kapanpun pada saat di butuhkan, dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika di perlukan. Imam Asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik, karena dalam hal itu terdapat kesembuhan, maka di sarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

Berikut beberapa riwayat yang berkaitan tentang Al-Hijamah atau Bekam dari para sahabat sehubungan dengan hal ini yang di sampaikan oleh Rasulullah Saw kepada mereka, yaitu :

  1. Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (Tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (H.R. Abu Dawud).
  2. Dari Abdullah bin Mas’ud Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19 dan pada hari ke-21.” (H.R. At-Tirmidzi).
  3. Dari Anas bin Malik Ra, dia bercerita : “Rasulullah Saw biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19 dan ke-21.” (H.R. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
  4. Dari Ibnu Abbas Ra, ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda : “Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian.”

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru