oleh

Cara Melakukan Bekam

-Health-0 views

Cara Melakukan Bekam

“Di perintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal dan tidak di akhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan, oleh karena itu di perintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan.”
Cara melakukan bekam, yaitu :
a. Mempersiapkan semua peralatan yang sudah di sterilkan dengan alat sterilisator standar.

b. Mulai dengan do’a (do’anya adalah shalawat nabis Saw) dan mensterilkan bagian tubuh yang akan di bekam dengan desinfektan, misalnya Iodin. c. Di lanjutkan dengan penghisapan kulit menggunakan “kop atau gelas” bekam, kekuatan penghisapan pada setiap pasien berbeda-beda, lama penghisapan selama 5 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal, di utamakan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan jangan melakukan penghisapan lebih dari 4 titik bekam sekaligus.  

d. Dengan menggunakan pisau bedah standar kemudian di lakukan syartoh atau penyayatan (jumlah sayatan 5-15 untuk satu titik tergantung diameter kop yang di pakai, panjang sayatan 0,3-0,5 cm, tipis dan tidak boleh terlalu dalam, di lakukan sejajar dengan garis tubuh), salah satu tanda bahwa sayatannya baik adalah sesaat setelah di sayat, kulit tidak mengeluarkan darah akan tetapi setelah di sedot dengan alat maka darahnya baru keluar.

e. Lakukan penghisapan kembali dan biarkan “darah kotor” mengalir di dalam kop selama 5 menit.

f. Bersihkan dan buang darah yang tertampung dalam kop dan jika perlu bisa lakukan penghisapan ulang seperti tadi, tidak boleh di lakukan pengulangan sayatan.

g. Bersihkan bekas luka dan oleskan minyak habbatussauda yang steril. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari.

Baca juga...  Imunisasi Yang Benar Menurut Islam

h. Ucapkan Alhamdulillah dan rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.

i. Setiap pasien di anjurkan untuk memiliki alat bekam sendiri, kop atau alat bekam tidak boleh di gunakan untuk pasien lain pada penderita hepatitis, ODHA dan penyakit menular lainnya.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya