oleh

Cara Mengusap Khuf

Cara Mengusap Khuf 

Di antara bentuk kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah disyari’atkannya mengusap khuf sebagai pengganti membasuh kedua kaki ketika berwudhu’.

Khuf adalah sepatu yang menutupi mata kaki, termasuk dalam pembahasan ini adalah diperbolehkannya mengusap kaos kaki dan surban, ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu’bah : ”Rasulullah Saw (pernah) berwudhu’ dan beliau mengusap kaos kaki dan sandalnya.” (H.R. Imam Ahmad dan Abu Dawud) dan dari Al-Mughirah bin Syu’bah, berkaata : ”Sesungguhnya Nabi Saw mengusap kedua khufnya, bagian depan kepalanya dan bagian atas surbannya.” (H.R. Imam Muslim).

Syarat-syarat Diperbolehkannya Mengusap Khuf 
Syarat-syarat yang harus terpenuhi dalam mengusap khuf adalah :

  1. Khuf yang dipakai harus suci dan dipakai dalam keadaan suci (sudah memiliki wudhu terlebih dahulu). (H.R. Imam Bukhari).
  2. Mengusap khuf hanya dibolehkan untuk menghilangkan hadats kecil, tidak ada perbedaan pendapat di dalam masalah ini. (H.R. At-Tirmdzi).
  3. Mengusap khuf sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan, mengusap khuf dapat dilakukan maksimal selama sehari semalam bagi orang mukim (menetap) dan tiga hari tiga malam bagi musafir. (H.R. Imam Muslim).

Permulaan penetapan perhitungan untuk mengusap khuf dimulai sejak pertama kali mengusap (setelah berhadats), bukan pada awal memakai khuf, ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hambal, Al-Auza’i, An-Nawawi, Ibnul Mundzir dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, maka seandainya seorang berwudhu’ pada waktu Shalat Zhuhur, lalu ia memakai khufnya pada jam dua belas (setelah Shalat Zhuhur) dan ia tetap suci hingga jam tiga sore (Ashar), kemudian ia berhadats dan ia tidak berwudhu’ kecuali pada jam empat sore (setelah Ashar), dengan mengusap khufnya, maka ia boleh mengusap khufnya hingga jam empat Ashar esok hari, jika ia bermukim atau hari keempat jika ia musafir.

Baca juga...  Orang Yang Berhak Menerima Zakat Maal

Tata Cara Mengusap Khuf 
Tata cara mengusap khuf adalah dengan memasukkan tangan kanan ke air, lalu mengusapkan tangan kanan tersebut ke bagian atas khuf yang kanan, dimulai dari ujung jari sampai mata telapak kaki dengan sekali usapan, tanpa mengusap bagian bawah dan
belakangnya, kemudian memasukkan tangan kiri ke air, lalu mengusapkan tangan kiri tersebut ke bagian atas khuf yang kiri, dimulai dari ujung jari sampai mata telapak
kaki dengan sekali usapan, tanpa mengusap bagian bawah dan belakangnya. (H.R. Abu Dawud).

Tata Cara Mengusap Surban 
Rasulullah Saw mencontohkan, bahwa bagi orang yang memakai surban, maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, selama surban tersebut tidak bernajis, sebaiknya surban tersebut dipakai dalam keadaan suci (dari hadats).

Adapun cara mengusap surban adalah dengan mengusap bagian atas surbannya atau dengan cara mengusap ubun-ubun lalu dilanjutkan dengan mengusap bagian atas surbannya. (H.R. Imam Muslim).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya