oleh

Cara Menyelesaikan Perbedaan Antara Suku Bagian Dengan Ta’silul Mas’alah

CARA MENYELESAIKAN PERBEDAAN ANTARA SUKU BAGIAN DENGAN TA’SILUL MAS’ALAH


1. Jika bagian tertentu telah di bagikan kepada yang berhak dan tidak ada ashabah, ternyata harta waris masih tersisa, maka sisa tersebut di kembalikan kepada ahli waris selain suami dan isteri. Misalnya : Si mati meninggalkan suami dan seorang anak perempuan, maka aslul masalah 4, yaitu suami mendapat 1/4 = 1 dan anak perempuan mendapatkan 1/2 = 2, adapun yang tersisa 1 di berikan kepada anak perempuan.


2. Jika suku bagian ahli waris (siham) melebihi ta’silul mas’alah, hendaknya di tambah (aul). Misalnya : Si mati meninggalkan suami dan 2 saudari selain ibu. Suami mendapatkan 1/2 dan saudari 2/3, ta’silul mas’alahnya 6, yang sudah tentu kurang, karena suami mendapatkan 3 dan saudari mendapatkan 4, maka ta’silul mas’alah di tambah 1, sehingga menjadi 7.


3. Jika suku bagian ahli waris (siham) kurang daripada ta’silul mas’alahnya, maka di kembalikan kepada ahli warisnya selain suami dan isteri, namanya : Radd. Misalnya : Si mati meninggalkan isteri dan seorang anak perempuan. Isteri mendapatkan 1/8, 1 anak perempuan mendapatkan V2, ta’silul mas’alahnya 8, yaitu isteri =1, satu anak perempuan = 4 + sisa 3 = 7.


4. Jika suku bagian ahli waris (siham) sama pembagiannya dengan ta’silul mas’alahnya di namakkan (Al-adalah). Misalnya si mati meninggalkan suami dan satu saudara perempuan. Suami mendapatkan 1/2 dan seorang saudari mendapatkan 1/2, ta’silul mas’alahnya 2, yaitu suami = 1 dan seorang saudarinya = 1.


5. Jika pada waktu pembagian ada anggota keluarga lainnya yang bukan ahli waris ikut hadir, seperti bibi atau anak yatim, faqir miskin, maka hendaknya di beri hadiah walaupun sedikit.


Allah berfirman : “Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (Q.S. An-Nisa 4 : 8).
Demikian sebagian pembahasan yang bisa di sajikan kepada saudara, untuk telaah Iebih luas, dapat di baca Kitab Fara’idh.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya