oleh

Cara Pelaksanaan Shalat bagi Wanita (2)

Berbicara lebih lanjut tentang cara pelaksanaan shalat bagi wanita, pada asalnya sama dengan pria, ia di perintahkan mengikuti petunjuk Nabi Saw dalam shalatnya, Nabi Saw bersabda, “Shalatlah sebagaimana engkau melihat aku shalat.” (H.R. Imam Bukhari, No. 631). Artinya, wanita dalam melaksanakan shalat secara umum adalah sama sebagaimana yang di contohkan nabi Saw, cara shalat yang di lakukan oleh Nabi Saw secara umum adalah sebagai berikut.

1. Menghadap kiblat (Ka’bah) dengan berdiri menghadap kepada sutrah. Sutroh adalah sesuatu yang di letakkan di depan orang yang shalat untuk menghalangi orang yang akan melewatinya dan hanya membatasinya pandangannya pada sebatas tempat itu saja tidak di balik itu.
 

2. Menghadirkan dalam hati niat shalat yang akan di laksanakan dan di tentukan (di ta’yin) shalatnya.
 

3. Mengangkat tangan sejajar pundak atau sejajar telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
 

4. Bersedekap dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri pada dada dan mata lurus memandang pada tempat sujud.
 

5. Membuka shalat dengan membaca do’a Iftitah.
 

6. Contoh Do’a Iftitah (istiftah), “Subhanakkalhumma wa bihamdika wa tabaarokasmuka wa ta’ala jadduka wa laa ilaaha ghoiruk.” (Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.” (H.R. Imam Muslim No. 399, Abu Daud No. 775, At-Tirmidzi No. 242 dan Ibnu Majah No. 804). 

7. Membawa Ta’awudz. 

8. Membaca basmallah
Cara membacanya, sebagian ulama berpendapat di jaharkan, sebagian yang lain mengatakan di lirihkan (sirr), kami cenderung kepada di lirihkan.
 

9. Membaca surat Al-Fatihah ayat demi ayat dan di akhir membaca “Aamiiin”.
 

10. Membaca surat lain setelah Al-Fatihah, berupa pembacaan surah Al-Qur’an apa saja yang hafal.

Baca juga...  Shalatnya Pengantin Baru Sebelum Jima' dan Shalat Safar

11. Setelah membaca surat, hendaklah diam sejenak kemudian mengangkat tangan, lalu bertakbir kemudian turun ruku’.
 

12. Meletakkan tangan pada lutut, kemudian jari-jari tangan di renggangkan, lalu tangan menggenggam lutut dan punggung dalam keadaan lurus, serta kepala tidak terlalu turun dan tidak terlalu di angkat. 
13. Tuma’ninah ketika ruku’ lalu saat ruku’ membaca, “Subhaanarobbiyal ‘adziim.” (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung) sebanyak tiga kali.
 

14. Mengangkat badan dari ruku, sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” dan mengangkat tangan, kemudian saat i’tidal mengucapkan, “Robbana wa lakal hamdu”.

15. Kemudian turun untuk sujud bisa dengan tangan dahulu baru lutut atau lutut dahulu baru tangan dan turunnya tanpa mengangkat tangan.
 

16. Sujud dengan menempelkan atau merapatkan tujuh anggota tubuh yaitu : 

  1. Dahi dan hidung, 
  2. Kedua telapak tangan,
  3. Kedua lutut, 
  4. Kedua ujung kaki. 

Tuma’ninah ketika sujud dan membaca, “Subhanarobbiyal ‘a’la (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi) sebanyak tiga kali, dalam madzhab Asy-Syafi’i, tidak ada bedanya antara laki-laki dan perempuan dalam cara mengerjakan shalat, kecuali wanita di sunnahkan untuk merapatkan anggota tubuhnya dengan lainnya atau menghimpitkan antara perut dan pahanya saat sujud.
 

17. Lalu bangkit dengan bertakbir untuk duduk dengan cara duduk iftirosy (kaki kanan di tegakkan, kaki kiri di duduki), lalu membaca “Robbighfirli hingga selesai…”.
 

18. Bertakbir lalu melakukan sujud kedua.
 

19. Kemudian bangkit sambil bertakbir dengan duduk istirahat terlebih dahulu (duduk iftirosy sejenak), lalu berdiri ke raka’at kedua.
 

20. Mengerjakan raka’at kedua sama dengan raka’at pertama.
 

21. Sampai pada raka’at kedua, lalu duduk untuk tasyahud awwal atau tasyahud akhir, duduk pada tasyahud awwal yaitu dengan duduk iftirosy, sedangkan duduk pada tasyahud akhir yaitu dengan duduk tawarruk, termasuk pula duduk pada shalat yang hanya dua raka’at, duduk tasyahud akhirnya adalah dengan tawarruk, saat duduk membentangkan jari tangan kiri di paha kiri, lalu meletakkan tangan kanan di paha kanan di mana seluruh jari di genggam kecuali jari telunjuk, lalu berisyarat dengan jari telunjuk, sedangkan jari jempol dan jari tengah membentuk lingkaran. Berisyarat dengan jari telunjuk di mulai dari ucapan “Illallaah” dari ucapan syahadat dalam bacaan tasyahud awwal atau akhir, berisyarat tadi sampai membaca salam dari mulai membaca bacaan tasyahud, lalu bershalawat pada Nabi Saw, kemudian ketika berada di tasyahud awwal atau tahiyat akhir, bacaan tasyahud akhir adalah sampai kepada shalawat ibrahimiyah (shalawat atas Nabi Ibrahim As), sedangkan bacaan tasyahud awwal hanya sampai pada salawat atas Nabi Muhammad Saw, pada akhir membaca tasyahud akhir sebelum mengucap salam boleh menambahkan do’a sesuai yang di inginkan, misalnya do’a ini :  

Do’a perlindungan dari empat hal, yaitu : “Allahumma inni a’udzu bika min’adzaabi jahannam, wa min ‘adzibil qobri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal.” (Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan ftnah dajjal).” (H.R. Imam Muslim, No. 588).

22. Kalau masih ada kewajiban setelah tasyahud awwal, maka mengerjakan raka’at yang tersisa. 

23. Mengucapkan salam ke kanan “Assalamu’alaikum warahmatullah” lalu salam ke kiri begitu pula.
 

24. Di anjurkan membaca dzikir ba’da shalat, lalu berdo’a kepada Allah setelah berdzikir.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru