Allah berfirman : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman (55) : 19-20). Dengan ayat tersebut di

Setelah manusia melewati dua tahap kehidupannya di alam dunia, yaitu alam rahim dan alam kehidupan dunia, selanjutnya manusia akan melanjutkan kehidupan berikutnya di alam kubur atau alam barzah. Nismatul ‘adamiyah

Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta, dengan kesendirian-Nya, Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan seluruh isinya termasuk manusia, dihadapan kebesaran dan kekuasaan-Nya, manusia tidak berbeda dengan makhluk yang lain.

Allah menghendaki di akhirat kelak sedikitpun tidak terjadi perbuatan aniaya atau ketidak adilan, karena di hari itu “Pengadilan Akbar” akan ditegakkan. Hari di mana kitab-kitab catatan amal diserahkan kepada pemiliknya,

Ma’iyah Fid Daaril Akhirat maksudnya adalah Kebersaman di Hari Akhirat, setelah sekian lama dalam kebersamaan di dunia fana, meski di dalam dua ruang yang berbeda, maka sejak di alam barzah,

Ibnu Abbas Ra di dalam menafsirkan ayat tersebut di atas (Q.S. Az-Zumar/39 : 42) berkata : ؼَول: ًبَؾَغَـَك ًأَنِ ًأََرْوَاحَ ًاَّحْقَكءَ ًوَاَّؿْقَاتَ ًتَؾْمَؼَك ًػَك ًاؾْؿَـَومًًِػَقَمَيَوءَؾُقْنَ ًبَقْـَفُؿَْ ػَقُؿْيَؽُ ًآُ ًأَرْوَاحَ ًاؾْؿَقْتكَ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang di kehendaki-Nya”. (Q.S. An Nisa’ : 48). Nasihat Nabi

Istimewanya Tauhid Allah berfirman : “Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan mereka dengan kedzhaliman atau kemusyrikan, mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat jalan

Takutlah Kepada Syirik Firman Allah Subhanahu wata’ala : ]إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia

Tentang Ruqyah dan Tamimah Di riwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, bahwa Abu Basyir Al-Anshari Radhiallahu’anhu bahwa dia pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang

Tauhid, Hakikat dan Kedudukannya Allah Subhanahu wata’ala berfirman : ]وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون[ِ (الذريات:56) “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariyat :

Makna Kaidah Dalam Ilmu dan Amal Semua hukum ilmu dan amal tidak sempurna kecuali dengan dua perkara, yaitu : Terpenuhi syarat dan rukunnya serta tidak ada penghalangnya. Makna kaidah yang

Kesaksian Ilustrasi Naluri dan Tuntutan Instink Seperti kesaksian orang-orang zindiq dan filosof, mereka menganggap ilustrasi naluri ini merupakan tuntutan diri manusia, komposisi diri manusia itu terdiri dari empat tabiat yang

Mengada-adakan terhadap Allah Tanpa Dilandasi Ilmu Mengatakan terhadap Allah tanpa di landasi ilmu merupakan perbuatan haram yang paling haram dan paling besar dosanya. Hal ini disebutkan pada tingkatan keempat dari

Fusuk dan Kedurhakaan Fusuk disebutkan dalam dua macam dalam Al-Qur’an: Fusuk yang disebutkan sendirian dan fusuk yang dikaitkan dengan kedurhakaan, yang disebutkan sendirian ada dua macam: Fusuk kufur yang mengeluarkan

Khusnul khatimah (baik di penghujung kehidupan) adalah sebuah cita-cita di akhir perjalanan hidup di dunia fana yang selalu di dambakan oleh kaum muslimin, mengapa di dambakan? Karena dengan khusnul khatimah

Pengertian Ilmu Ushuluddin Ilmu Ushuluddin atau biasa disebut sebagai ilmu Kalam, Ilmu Tauhid, Ilmu „Aqaid, Ilmu Sifat Dua Puluh, Theologi, apapun istilah yang dipakai untuk ilmu ini, maksut dan tujuannya