oleh

Dasar-Dasar Tata Cara Mempergauli Suami

-Muslimah-4 views

Membahagiakan istri merupakan pekerjaan sulit yang tidak mungkin di selesaikan oleh seorang anak kecil dan laki-laki yang bodoh, demikian halnya dengan tata cara mempergauli suami dengan baik atau menunjukkan kesetiaan terhadap suami.

Pekerjaan ini merupakan hal sulit yang tidak mudah di kerjakan oleh seorang perempuan yang bodoh. Untuk mengetahui hakikat dari istilah “mempergauli suami dengan baik” dan mempergauli istri dengan baik ini, kita dapat menelusurinya dari dua hadis nabi yang berkaitan dengan persoalan ini.

Pertama, hadis Nabi yang menyatakan bahwa kesetiaan seorang istri kepada suaminya merupakan bentuk perjuangannya di jalan Allah, lebih jelasnya, hadis ini berbunyi demikian, “Jihad seorang istri terletak pada kesetiaannya terhadap sang suami.”

Kedua, hadis Nabi yang berisi anjuran kepada para suami agar memulai setiap aktifitas atau pekerjaannya dengan menyebut nama Allah dan mengibaratkan setiap pekerjaan yang tidak di awali dengan penyebutan nama Allah sebagai pekerjaan yang sia-sia.

Namun, demi siapakah sebenarnya pekerjaan yang di mulai dengan penyebutan nama Allah tersebut? Tentunya, tak lain adalah demi memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anaknya. Agaknya, makna inilah yang bisa di pahami dari sabda Rasulullah Saw, “Mulailah dengan menyebut nama Dzat yang kamu tinggikan”, Dan sabdanya, “Orang yang bekexja kems umuk keluarganya adalah laksana seorang mujahid fisabilillah”.

Dari sini dapat di tarik kesimpulan, bahwasanya mempergauli istri dengan baik dan kesetiaan seorang istri terhadap suami di pandang agama sebagai salah bentuk jihad di jalan Allah. Ketika seorang laki-laki terjun ke medan pertempuran kehidupan, ia pasti akan keluar dari medan tersebut, baik kalah maupun menang.

Setelah keluar dari medan pertempuran ini, tentunya ia sangat membutuhkan tempat yang menyenangkan dan aman untuk istirahat. mencari ketenangan dan menghilangkan rasa letihnya.

Baca juga...  Pengertian 'Iddah

Adapun tempat yang paling layak untuk itu, tentunya adalah keluarga. Sementara itu suatu keluarga akan menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi seorang laki-laki adalah manakala dirinya benar-benar mampu memegang kepemimpinan dalam keluarga tersebut dengan baik. Agaknya, atas dasar realitas inilah maka Rasulullah Saw memandang tempat yang menyenangkan dari merupakan tempat laki-laki untuk mulai beristirahat dan tempat perempuan untuk mengawali perjuangannya.

Di sini kami ingin mengucapkan salam bahagia kepada siapa saja yang telah menjalankan tuntunan hadis tadi. Penghargaan besar terutama kami sampaikan kepada setiap perempuan yang memandang kesetiaan terhadap suami sebagai tugasnya yang amat penting dan sekaligus telah menjalankannya dengan baik.

Tak lupa kami sampaikan salam sejahtera pula kepada setiap laki-laki yang telah memahami dan mengamalkan hadis yang berbunyi, “Mulailah dengan menyebut nama Dzat yang kamu tinggikan.” dan ketika keluar dari rumah ia selalu berniat sesuai dengan makna hadis, “Orang yang bekerja keras untuk keluarganya adalah laksana seorang mujahid fisabilillah.”

Putri kesayangan Rasulullah Saw, Fatimah Az-Zahra, adalah sosok teladan bagi kesetiaan seorang istri Lerhadap suaminya, setiap kali Ali Ra pulang kerumahnya yang sederhana, ia pasti bisa menghirup udara-udara ketenteraman dan kedamaian, serta dapat melepaskan segala keletihan yang ia rasakan seharian selama menghadapi cercaan musuh dan keluh kesah para sahabatnya.

Fatimah Az-Zahra adalah wuiud kesetiaan yang baik terhadap suami, terbukti, tiada hari tanpa Rasulullah Saw memuji Fatimah, sosok perempuan yang selalu menjalankan kewajiban jihadnya dengan baik.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya