oleh

Fatimah Bin Muhammad Ibnu Ahmad

Siapakah FATIMAH BIN MUHAMMAD IBNU AHMAD?

Salah seorang Faqihah besar di masanya, dia di kenal akan keilmuannya terhadap madzhab Hanafi dan dia tidak lain adalah puteri dari seorang ulama dan ulama fiqh besar, yaitu Muhammad Ibn Ahmad Ibn Abu Ahmad Alauddin As-Samarqandi yang kitabnya Tufathul Fuqaha sangat di kenal oleh para ulama dan penuntut ilmu.

Dia tidak saja belajar fiqih dari ayahnya, namun dia juga menghafal kitab ayahnya Tufathul Fuqaha.


Menjadi seorang ahli fiqih bukan perkara mudah, seseorang harus menguasai ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi Saw dan prinsip-prinsip madzhab yang di jadikan Iandasan hukum, bahkan mereka harus memiliki ilmu mengenai keadaan dan kebutuhan dunia di masanya.


llmu yang di miliki wanita ini melebihi suaminya, yang berkonsultasi dengannya mengenai pendapatnya, khususnya ketika suaminya keliru dalam memberikan fatwa, namanya adalah Fatimah Binti Muhammad Bin Ahmad dan ayahnya menikahkannya dengan Alauddin Abu Bakar Bin Mas’ud Al-Kasani yang sangat di kenal dalam bidang ushul danfuru’.


Dia menulis komentar atas Tufathul Fuqaha berjudul Bada’i As-Sana’i dan menunjukkannya kepada Syaikhnya (ayah Fatimah), yang merasa senang dengannya dan menerimanya sebagai mahar bagi puterinya, meskipun dia telah menolak pinangan dari beberapa raja di Bizantium.


Para fuqaha di masanya berkata, “Dia membuat komentar atas At-Tufat dan menikahi anaknya.” Sebelum menikah, Fatimah biasa mengeluarkan fatwa bersama ayahnya dan fatwa tersebut di tulis dengan tulisan tangannya dan ayahnya, setelah dia menikah dengan penulis Al-Bada’i, fatwa tertulis dengan tulisan tangannya, ayahnya dan suaminya. 


Bila suaminya membuat kesalahan dia akan memperbaikinya, lbnu Al-Adim berkata : “Ayahku meriwayatkan bahwa dia (Fatimah) biasa menukil madzhab Hanafi dengan sangat baik, suaminya, Al-Kasani, kadang-kadang ragu dan keliru dalam berfatwa, maka dia memberitahukan pendapat yang benar dan menjelaskan alasan kesalahannya.” Heran? Akan tetapi kita akan melihat ada banyak yang semisal Fatimah Binti Muhammad, yang mengikuti jejaknya di abad berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru