oleh

Fusuk dan Kedurhakaan

Fusuk dan Kedurhakaan

Fusuk disebutkan dalam dua macam dalam Al-Qur’an: Fusuk yang disebutkan sendirian dan fusuk yang dikaitkan dengan kedurhakaan, yang disebutkan sendirian ada dua macam: Fusuk kufur yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dan fusuk yang tidak mengeluarkannya dari Islam.

Fusuk kufur

Allah berfirman : “Dan, adapun orang-orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka. Setiapkali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya.” (Q.S. As-Sajdah: 20).

Fusuk yang tidak mengeluarkan

Sedangkan fusuk yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam seperti firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.” (Q.S. Al-Hujurat: 6).

Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Walid bin Uqbah bin Abu Mu’aith yang memanipulasi berita, fusuk yang dikaitkan dengan kedurhakaan adalah melakukan apa yang dilarang Allah.

Kedurhakaan di sini artinya mendurhakai perintah

Penggunaan lafazh fusuk lebih tertuju kepada pelaksanaan apa yang
dilarang, sedangkan kedurhakaan lebih tertuju kepada menyalahi dan
melanggar perintah, namun melakukan apa yang dilarang juga bisa berarti
kedurhakaan jika kata ini disebutkan sendirian, jika disertakan dengan kata yang lain, maka pengertiannya seperti di atas.

Fusuk keyakinan

Fusuk keyakinan adalah seperti fusuknya ahli bid’ah, mereka beriman kepada Allah, Rasul-Nya hari akhirat, mengharamkan apa yang diharamkan Allah, melaksanakan apa yang diwajibkan Allah.

Tetapi mereka meniadakan sekian banyak ketetapan Allah dan Rasul-Nya, entah karena kebodohan, ta’wil atau taqlid kepada guru, lalu mereka menetapkan sesuatu yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.

Taubat dari fusuk

Taubat dari fusuk adalah dengan menetapkan bagi dirinya seperti
yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, tanpa merubah atau pun mengganti.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru