oleh

Hadist Tentang Urgensinya Ikhlas

Sungguh Rasulullah Saw telah menjelaskan, bahwa di terimanya amal-amal yang shalih itu tergantung niat dan keikhlashannya dalam tujuan. Al-Imam Al-Bukhariy dan Al-Imam Muslim telah meriwayatkan hadits dari ‘Umar Ibnul Khaththab Ra, di mana dia berkata bahwasanya saya mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya (yaitu ikhlash karena Allah dan dalam rangka mengikuti sunnah Rasul-Nya) maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya (yakni akan mendapatkan pahala di sisi Allah) dan barangsiapa hijrahnya karena dunia atau wanita yang akan di nikahinya maka hijrahnya kepada apa yang dia tuju.”

Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya manusia yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang di persaksikan mati syahid, maka orang itupun di datangkan lalu di kenalkan nikmat-nikmat yang telah di berikan kepadanya maka diapun mengenal dan mengakuinya. Allah berkata : “Untuk apa kamu berperang?” Dia menjawab :  “Aku berperang karena Engkau sampai aku mati syahid.” Allah membantahnya : “Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar di katakan sebagai seorang yang pemberani.” Maka di katakan kepadanya dan di perintahkan kemudian di telungkupkan di atas wajahnya lalu di masukkan ke dalam neraka.
 

Dan seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada yang lain serta membaca Al-Qur`an, maka orang inipun di datangkan lalu di perkenalkan nikmat-nikmat kepadanya maka diapun mengenal dan mengakuinya. Allah berkata kepadanya : “Untuk apa kamu melakukan semuanya ini?” Diapun menjawab : “Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur`an karena Engkau, Ya Allah.” Allahpun membantahnya : “Kamu dusta, akan tetapi sebenarnya kamu mempelajari ilmu agar di katakan sebagai orang yang berilmu dan kamu membaca Al-Qur’an agar dikatakan sebagai orang yang ahli membaca.” Maka di katakan kepadanya dan di perintahkan lalu dia di telungkupkan di atas wajahnya sampai di lemparkan ke dalam neraka.” (H.R. Imam Muslim).
 

Al-Imam Abu Dawud dan lainnya meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Ra, dia berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mempelajari ilmu yang seharusnya dia mengharapkan Wajah Allah, akan tetapi dia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan satu bagian dari dunia, maka dia tidak akan mendapatkan baunya syurga pada hari kiamat.” (H.R. Abu Dawud No.3664, Ibnu Majah 1/93 dan Al-Hakim 1/85).
 

Sedangkan ilmu yang seharusnya di cari dalam rangka mengharap Wajah Allah adalah ilmu syar’i, di ambil faidah dari hadits ini adalah bahwasanya mempelajari ilmu syar’i tidak akan di terima oleh Allah kecuali di sertai dengan keikhlasan.
 

Adapun ilmu duniawi yang bermacam-macam yang tidak bertentangan dengan syari’at, maka pada asalnya mempelajarinya itu merupakan jalan untuk mendapatkan pekerjaan dan rizqi, bersamaan dengan itu, apabila seorang muslim mempelajarinya dengan niat yang baik dan untuk melaksanakan fardhu kifayah di tengah-tengah ummat dalam rangka menguatkan ummat Islam melawan musuh-musuhnya dan menjadikan ummat bangkit dengannya, maka dia akan mendapatkan pahala di sisi Allah.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya