oleh

Haji, Pada Pandangan Ilmu Thariqat

-Tasawuf-5 views

Bermula haji itu ada 3 (tiga) Perkara, yaitu :

1. Haji Thariqat;
2. Haji Hakikat;
3. Haji Syari’at.

Naik haji itu adalah naiknya orang yang salik kepada Maqam Ruh dan di perbuat segala rukunnya dan sebagian rukunnya, rukun haji Thariqat adalah bekal, bekalnya adalah takut kepada Allah Swt pada zahir dan bathin, sebagian rukunnya lagi adalah kapal, kapalnya adalah hemah yang kuat pada jalan Thariqat selama umurnya, sebagian lagi rukunnya adalah mualim, artinya guru yang mursyid yang menunjukkan kepadamu jalan Thariqat.

Sebagian daripada senjatanya adalah senjata haji Haji thariqat berupa dzikir kepada Allah Swt untuk menakuti segala musuh, hak manusia, hawa nafsu syetan dan dunia, sebagian kawan yang baik adalah orang yang sama – sama mengerjakan amalan Thariqat, inilah yang dapat bagi pertolongan sebagai perbuatan yang baik.

Bermula Haji Hakikat itu adalah naiknya orang yang Salik kepada martabat Wahdah sehingga dia sampai kepada hak Allah Swt, dengan penuh segala yang mewujud di dalamnya.

Rukunnya Haji Hakikat ini adalah bekal, yang mana bekalnya adalah Muhibbah dan Tamkin, yang kuat dan sebagian rukunnya lagi kendaraan.

Kendaraan haji hakikat ini adalah Muraqabah Ahdiyah “dengan kurnia Allah Swt memandang dengan tulus Zat Allah Swt, sedangkan pengertian” dari Mukasyafah pada haji ini adalah hak yang langsung dengan jasmani ke negeri Makkah tersebut.

Senjata muslimin dalam melaksanakan haji ini, terlebih dahulu hendaklah di pahami, bahwa Haji Hakikat ini di pahami dulu sebelum pergi melaksanakan Haji Syari’at, pelajari dulu hati anda agar senantiasa dan terbiasa memandang zat Allah Swt dalam kehidupan sehari – hari dan baru dapatlah di laksanakan Tajalli nya sifat Allah Swt kelak.

Baca juga...  Ilmu Laduni Sebagai Buah Taqwa

Dengan ini maka dapatlah anda sekalian merasakan hikmah daripada haji, terlebih dapat di samakan dengan Haji Syari’at di Makkah, sebab sebelum dapat merasakan ini, di khawatirkan hati anda akan tergelincir dan beku sewaktu melaksanakan haji tersebut.

Pengertian Haji Thariqat adalah jalan usaha untuk mendapatkan kenikmatan daripada haji hakikat, sebab haji hakikat adalah perjalanan ruh ke tanah suci dari tempat kediaman kita, sementara haji syari’at adalah perjalanan ibadah haji zahir ketanah suci, singkatnya adalah Haji Hakikat itu adalah Ruh dan Ruh dan Haji Syari’at adalah Jasad dan Jasad, maka itu akan melahirkan Ruh, jikalau ruh kita tiada bangun untuk apa mengerjakan ibadah haji ketanah suci?

Haji Thariqat, Haji Hakikat dan Haji Syari’at itu menurut Ilmu Thariqat wajib adanya, jika tidak di kerjakan secara bersamaan, maka tergolong kepada ibadah yang kurang baik.

AKAL (AQLI) :

Akal itu ada 3 (tiga) perkara :
1. Memaafkan kesalahan orang lain;
2. Merendahkan diri dari orang yang rendah martabatnya;
3. Meminta maaf dahulu baru berbicara, supaya kamu terhindar dari bebal.

Kepala bebal itu ada pula 3 (tiga) perkara :
1. Membesarkan diri sendiri;
2. Banyak bicara yang tidak memberi manfaat;
3. Mengatur orang yang tidak urusan kita.

Perhiasan kita ada 3 (tiga) perkara :
1. Berilmu dan tidak lemah menegakkan hukum;
2. Memberikan hartanya dan tidak meyebut – nyebut akan hal itu;
3. Dalam berusaha dunia dan beramal ibadah, tidak melebihkan urusan dunianya daripada urusan akhirat.

Orang yang berakal itu tidak akan berburuk sangka kepada sesama kaumnya dan orang yang begini akan di pelihara oleh Allah Swt dari perbuatan buruk sangka dari kaumnya.

Baca juga…

Ingatlah, bila anda shalat, maka peliharalah hati dari yang selain Allah Swt, jika anda di tengah khalayak ramai peliharalah lidah anda, karena tergelincir lidah jauh lebih berbahaya daripada tergelincir kaki, kalau anda berada di rumah orang lain, maka peliharalah mata anda dan apabila anda menghadapi hidangan, maka perbaikilah sikap anda dengan sopan santun.

Ingatlah akan 2 (dua) perkara :
1. Tua anda di jaga, maka anda akan di tuakan,

2. Bersikaplah mati terhadap dunia, maka dunia akan datang kepada anda dengan sekedarnya, maka hal ini akan lebih membuat anda dapat mengerjakan ibadah dengan seluas – luasnya.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya