oleh

Hati-Hati Terhadap Kekerasan Hati

Pada awalnya hati manusia itu jemih, bercahaya, lembut dan penuh kasih sayang, merasa sedih dengan penderitaan yang di alami oleh orang lain dan bahkan binatang, ingin orang lain pun hidup dengan senang bahagia dan merasakan kelezatan dengan berbuat baik kepada orang lain.

Dengan fitrah yang suci, dia menghadap kepada Allah, merasakan kelezatan dengan melakukan ibadah, berdo’a dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang baik, serta dengan segera merasa menyesali perbuatan dosa yang dilakukan.

Jika dia memenuhi ajakan fitrahnya dan berbuat sebagaimana tuntunannya, maka hari demi hari dia akan semakin menjadi bening, bercahaya, lembut dan penuh kasih sayang, karena pengaruh do’a dan ibadah maka hari demi hari dia akan semakin suka kepada do’a dan ibadah.

Akan tetapi, jika dia mengabaikan perasaan-perasaan nuraninya dan melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tuntunannya, maka secara perlahan-lahan cahaya dan kebeningannya akan semakin meredup, sehingga mungkin saja akhirnya padam dan lenyap sama sekali.

Jika dia melihat berbagai penderitaan yang diderita orang lain, namun dia tidak menunjukkan reaksi dirinya, maka secara perlahan-lahan dia akan terbiasa dengan hal itu, sehingga pemandangan-pemandangan yang seperti itu tidak lagi memberikan sedikitpun pengaruh pada dirinya, bahkan mungkin kesananya dia justru merasakan kelezatan dengan menyaksikan kemiskinan, kelaparan dan ketidakberdayaan orang lain atau bahkan lebih jauh lagi merasakan kelezatan dengan memenjarakan, menyiksa dan membunuh orang lain.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an Al-Karim, “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syetan pun menampakkan kepada mereka kebaikan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’am : 4-3).

Baca juga...  Ikhlas dan Urgensinya

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Maka kecelakaan besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah, mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Az-Zumar : 22).

Dalam hati setiap orang hamba mukmin terdapat sebuah titik putih, jika dia melakukan sebuah dosa dan kemudian mengulanginya lagi, maka akan muncul sebuah titik noda hitam, jika dia terus menerus melakukan dosa, maka titik noda hitam itu secara perlahan semakin membesar sehingga menutupi seluruh titik putih hati, jika sudah demikian, maka pemilik hati tersebut sudah tidak akan kembali lagi kepada Allah selamanya.

Inilah yang dimaksud oleh Allah dalam firman-Nya di dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”

Amirul Mukminin Ali Ra berkata, “Air mata manusia tidak akan kering kecuali karena kekerasan hati dan hati tidak akan keras kecuali karena banyaknya dosa.” Oleh karena itulah, para imam dalam do’a-do’a mereka senantiasa berlindung kepada Allah dari kekerasan hati.

Sebagai contoh do’a tesebut adalah Imam Zain Al-Abidin As-Sajjad berdo’a, “Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu dari hati yang keras, hati yang senantiasa berubah dengan perantaraan was-was, hati yang senantiasa tersangkut dengan kotoran. Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu dari mata yang tidak menangis karena takut kepada-Mu.”

Oleh karena itu, manusia yang menginginkan kesehatan hatinya dan kebahagiaan dirinya, dia harus benar-benar menjauhi perbuatan dosa, meskipun dosa-dosa kecil, ia harus senantiasa memaksa dirinya melakukan perbuatan-perbuatan kebaikan, seperti :

Beribadah, berdo’a, bermunajat kepada Allah, kasih sayang, berbuat kebajikan dan menolong orang lain, membela orang-orang yang lemah dan tertindas, mencintai kebaikan dan saling menolong dalam urusan kebaikan, mencintai keadilan dan menyebarluaskannya, sehingga secara perlahan-lahan dia akan menjadi terbiasa dengan perbuatan kebaikan.

Baca juga...  Manusia Sebagai Karakter

Akhirnya, cahaya dan kebeningan hatinya akan terus terjaga dan semakin sempurna hatinya dan menjadi tempat spesial bagi para malaikat Allah.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya