oleh

Hukum dan Rukun Jual Beli

-Muamalah-1 views

Hukum Jual Beli

Para ulama’ telah bersepakat, bahwa hukum jual beli adalah mubah, sebagaimana firman Allah : “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Q.S. Al-Baqarah : 275).

Rukun Jual Beli

Rukun jual beli adalah :

1. Penjual
Penjual haruslah seorang yang berakal sehat dan baligh, jika penjual tersebut mumayyiz (meskipun belum baligh), maka jual belinya sah jika ia mendapatkan izin dari walinya untuk melakukan transaksi jual beli.

Ini adalah pendapat Ahmad, Ishaq, Abu Hanifah dan AtsTsauri dan hendaknya penjual merupakan pemilik sempurna barang yang akan dijual atau ia mendapatkan izin dari pemiliknya untuk menjualkan barang tersebut.

2. Pembeli
Pembeli haruslah seorang yang berakal sehat dan baligh atau anak yang mumayyiz, yang telah mendapatkan izin dari walinya untuk melakukan
transaksi jual beli.

3. Barang yang di jual
Barang yang di jual haruslah barang yang tidak terlarang untuk diperjual belikan, dapat di serahkan dan dapat di ketahui oleh pembeli walaupun hanya dengan sifatnya.

4. Akad
Akad jual beli di anggap sah dengan segala hal yang menunjukkan tujuan jual beli, baik itu dengan perkataan maupun perbutan, ini adalah pendapat yang di pilih oleh Ibnu Qudamah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

5. Saling ridha
Jual beli yang tidak di sertai keridhaan di antara penjual dan pembeli, maka jual belinya tidak sah. (H.R. Ibnu Majah : 2185).

Baca juga...  Jual Beli Yang Di Larang

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya