oleh

Hukum Seputar Nama

Agama Islam juga mengatur tentang pemberian nama

Di dalam Islam nama memiliki arti penting terhadap sesuatu yang di namai dan Rasulullah Saw juga mengaitkan sesuatu dengan namanya. Sebagaimana sabda beliau : “Ushayyah ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, Ghifar semoga Allah mengampunkannya dan Aslam semoga Allah memberikan keselamatan.”

Nama di pakai selamanya

Nama yang di sandang oleh seseorang ternyata dengan izin Allah memiliki pengaruh terhadap akhlak dan perilaku orang tersebut, nama juga akan tetap di gunakan ketika seorang telah memasuki alam Barzah.

Bahkan pada Hari Kiamat seorang juga akan di panggil dengan namanya dan nama bapaknya, oleh karena itu hendaknya seorang memilihkan nama yang baik untuk dirinya dan anak-anaknya.

Yang Berhak Memberi Nama

Tidak ada perselisihan di kalangan ulama, bahwa yang paling berhak memberi nama kepada seorang anak adalah bapak dari anak tersebut, sebagaimana Allah memerintahkan agar memanggil anak dengan menisbahkan kepada bapaknya.

Ini merupakan isyarat, bahwa hak memberi nama adalah hak bapak dan
Rasulullah a sendiri (sebagai bapak) yang memberi nama untuk anak-anaknya. (Lihat pada H.R. Imam Muslim Juz 4 : 2315).

Oleh karena itu, jika terjadi perselisihan antara suami dan isteri tentang nama bagi anak mereka, maka yang lebih berhak memberi nama untuk anak tersebut adalah suami (bapak dari anak).

Waktu Pemberian Nama

Di sunnahkan memberi nama anak pada salah satu di antara dua waktu berikut, yaitu pada hari pertama dan hari kelahiran di hitung sebagai hari pertama, ini adalah pendapat madzhab Syafi’i, selanjutnya pada hari ketujuh, namun jika seorang memberi nama bagi anaknya pada selain kedua waktu tersebut, maka hal itu di perbolehkan.

Baca juga...  Pengertian Li'an dan Hukumnya
Hukum Sebuah Nama

Nama yang di sandang oleh seseorang akan masuk pada salah satu di antara empat hukum berikut :


A. Nama yang Di perbolehkan

Nama yang di perbolehkan adalah nama-nama yang tidak masuk pada kategori nama-nama yang di sunnahkan, di makruhkan dan di haramkan dan hukum asal nama apapun adalah mubah (boleh), selama tidak termasuk nama yang di makruhkan atau yang di haramkan.

B. Nama yang Di sunnahkan

Nama yang di sunnahkan untuk di gunakan bagi seseorang, antara lain :
1. Nama ‘Abdullah atau ‘Abdurrahman
Nama ‘Abdullah dan ‘Abdurahman adalah nama yang paling di cintai oleh Allah.
2. Nama penghambaan kepada Allah dengan Asma’ul Husna, misalnya :

  • Abdul ‘Aziz : Hamba Dzat Yang Maha Mulia
  • Abdul A’la : Hamba Dzat Yang Maha Tinggi
  • Abdul Ghafur : Hamba Dzat Yang Maha Pengampun
  • Abdul Hakim : Hamba Dzat Yang Maha Bijaksana
  • Abdul Halim : Hamba Dzat Yang Maha Penyabar
  • Abdul Malik : Hamba Dzat Yang Maha Menguasai
  • Abdul Wahhab : Hamba Dzat Yang Maha Pemberi

3. Nama Nabi dan Rasul
Di antara nama para Nabi dan Rasul antara lain adalah sebanyak 25 nabi dan Rasul kita.

4. Nama orang yang shalih
Yang termasuk golongan orang-orang shalih adalah para sahabat, tabi’in, atba’ut tabi’in dan para ulama, misalnya : Umar, Utsman, ‘Ali, ‘Abbas, Jabir, Muawiyah, Anas, Salman, ‘Aisyah, Hafshah, Sufyan, Fudhail, dan lain sebagiannya.

  • 5. Nama sifat yang terpuji
  • Nama sifat yang terpuji yang di sunnahkan adalah harus memenuhi dua syarat, yaitu; berasal dari bahasa arab dan maknanya baik, jika di tinjau dari segi syari’at dan bahasa, misalnya :
  • ‘Irfan : Kebaikan
  • Hanif : Yang lurus
  • Hafizhah : Wanita yang memelihara diri.
Baca juga...  Hukum Talak


Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru