Pembahasan Tentang Hukum Talak

Pada talak berlaku hukum taklifi yang lima, yaitu :

1. Wajib
Ketika terjadi pertikaian antara suami isteri dan juru damai pun tidak dapat mendamaikan mereka, bahkan permasalahannya semakin memanas, maka ketika itu suami wajib mentalakkan isterinya.

Atau ketika suami menjatuhkan ila’ kepada isterinya dan telah berlalu empat bulan, sedangkan suami tetap tidak bersedia jima’ dengan isterinya, maka ketika itu suami wajib men-talak.

2. Mustahabb
Ketika isteri melalaikan hak-hak Allah, seperti meninggalkan shalat- atau isteri melalaikan hak suaminya seperti ia tidak menjaga kehormatannya, maka ketika itu talak hukumnya menjadi mustahabb.

3. Mubah
Ketika akhlak atau perilaku isteri kepada suaminya sangat buruk, sementara suami tidak melihat adanya harapan untuk dapat berubah, maka ketika itu talak hukumnya menjadi mubah.

4. Makruh
Talak di makruhkan hukumnya ketika di lakukan bukan karena kebutuhan. H.R. Sa’id bin Manshur : 1099, dengan sanad yang shahih.

5. Haram
Talak menjadi haram hukumnya ketika suami menjatuhkan talak kepada isterinya dalam keadaan haidh atau nifas atau dalam masa suci yang telah di jima’i dan belum jelas kehamilannya.

Haram pula mentalak tiga dengan satu lafazh atau dalam satu majelis

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: