oleh

Hukum Wanita Di Dalam Rumah

Allah berfirman : “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu.” (Q.S. Al-Ahzab : 33). Al-Imam Al-Qurthubi mengatakan, makna ayat ini adalah perintah untuk tinggal dan tetap di dalam rumah, walaupun seruan pembicaraan ini untuk para istri Nabi, namun selain mereka tetap masuk dalam kandungan ayat ini secara makna.
Hanya untuk suami
Kecantikan dan perhiasan kaum wanita tidak boleh diperlihatkan kecuali kepada suaminya, wanita tidak boleh menampakkan perhiasannya kepada lelaki yang bukan mahramnya.

Allah berfirman : “Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An-Nur : 31).

Al-Imam Al-Qurthubi berkata, “Hendaklah para wanita tetap di rumahnya, apabila ada kebutuhan yang mendesak untuk keluar maka hendaknya menutup aurat dengan sempurna.”

Adapun bila wanita berhias di rumahnya dan tidak keluar, dia menampakkan perhiasan dan keindahan dirinya untuk suami, maka tidak mengapa bukan termasuk larangan, bahkan bisa jadi dianjurkan karena yang namanya “di luar rumah” adalah tempat umum bagi manusia, tidak boleh menampakkan perhiasan kepada orang lain selain suaminya.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru