oleh

Ibadah dan Kesehatan Jiwa

-Health-2 views

Ibadah dan Kesehatan Jiwa

Dalam Islam terdapat perintah untuk beribadah, tiada lain untuk kemaslahatan setiap muslim itu sendiri, seseorang muslim yang selalu beribadah, berarti ingin selalu dekat dengan Tuhannya, dikala suka dan duka, karena Allah tempat manusia bersyukur dan kepada-Nya mereka minta pertolongan, jika seseorang muslim tekun mendirikan sholat dengan benar, maka ia selalu di ingat oleh Allah, dengan sholat, seorang akan mendapatkan ketenangan hati dan jiwa, karena merasa terlindungi dari segala macam cobaan.

Seseorang merasa terjaga meski tak ada seorang pun yang menjaganya, bukan hanya itu, sholat yang dilakukan dengan sepenuh hati akan mencegah seseorang dari perbuatan jahat. Allah berfirman, yang artinya : “Sesungguhnya sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar dan sesungguhnya mengingat Allah (dengan sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain). (Q.S. Al-Ankabut/29: 45).

Menurut Ilmu Jiwa Agama, pada saat seseorang sholat dengan khusuk, seluruh alam pikiran dan perasaannya akan terlepas dari semua urusan dunia yang membuat dirinya terganggu, jiwanya tenang dan merasa damai dalam hati. Jika hidup ini terus menerus diporsi untuk mencari harta dan karier, maka waktu yang 24 jam sehari semalam terasa tidak pernah cukup, padahal paling lama hanya 8 menit satu waktu, 5 kali sehari semalam = 40 menit di arahkan untuk menyembah Allah sebagai salah satu ungkapan terima kasih pada-Nya.

Segala nikmat yang dianugerahkan-Nya, karena itu, salah satu ciri yang tidak sehat jiwanya adalah tidak mau berterima kasih atas nikmat yang diperolehnya, dalam ibadah puasa terkandung makna pengendalian diri, manakala pengendalian diri terganggu, maka akan timbul berbagai reaksi patologik (kelainan), baik dalam alam pikiran dan perasaan ataupun perilaku seseorang.

Baca juga...  Di Sunnahkan Berobat Dengan Cara Bekam

Reaksi patologik yang ditimbulkan tidak saja memunculkan keluhan subjektif pada dirinya, tetapi juga dapat mengganggu orang lain dan lingkungannya, akhir-akhir ini dijumpai penyakit yang lahir bukan karena kurang makan dan minum, akan tetapi karena kelebihan makan yang disebut metabolisme, apalagi jika makanan tersebut bersumber dari yang haram, begitu juga orang yang tidak mampu dalam hal seksual.

Dengan pergaulan bebas, bisa menimbulkan dampak sosial yang begitu luas, seperti melahirkan bayi tanpa ayat, perkosaan, penyakit kelamian dan lain-lain. Orang yang tidak mampu mengendalikan diri dalam mengejar harta, akan menjadi tamak, loba dan rakus. Orang itu sulit membedakan mana harta yang halal dan mana yang haram, semuanya ditabrak demi mencapai tujuan memperkaya diri dalam tempo singkat.

Perilaku korupsi dan perampasan hak rakyat pada zaman orde baru, misalnya adalah: contoh yang paling mudah dilihat, dibuktikan dan disaksikan hingga zaman reformasi yang prematur. Mereka sedikitpun tak merasa berdosa mendapatkan harta hasil korupsi itu. Bahkan bangga memiliki Kemewahan. Mereka berebut dan bersaing mendapatkan kedudukan hasil untuk mempermudah dalam mendapatkan fasilitas duniawi yang menggiurkan itu. Mereka memperturutkan hawa nafsu dan ambisi pribadi dan keluarga dengan menghalalkan segala cara meski akibatnya merugikan orang banyak.
Mengapa? Karena tidak bisa mengendalikan diri. Untuk itu, ibadah puasa, mendidik seseorang untuk mengendalikan diri dan mengekang hawa nafsu syaitan yang merugikan diri sendiri dan dunia sekitarnya. Dunianya memang mwah tetapi penuh noda dan murka Allah, sehingga diakhirat jatuh “miskin” dihadapan Allah, sebuah kemiskinan yang dimurkai dan dilaknat.
 

Apakah puasa dapat mencegah gangguan jiwa? Salah satu penyakit gangguan jiwa adalah”Fobia”. Fobia ialah rasa takut yang tidak rasional dan tidak realistis. Jadi orangorang yang melakukan perbuatan munkar, seperti digambarkan di atas, selalu di hinggapi fobia, rasa takut yang tak terhingga kalau nanti ketahuan orang jika sedang melakukan perbuatan jahat itu terlebih jika dihubungkan dengan kepentingan orang banyak.

Baca juga...  Macam-Macam Bekam

Maka dengan puasa, seorang yang berbuat salah akan berlatih bagaimana mengendalikan diri untuk tidak berbuat salah lagi, orang yang mencari harta, jabatan dan kesenangan dunia dengan tidak berkemampuan untuk mengendalikan diri lagi, maka orang semacam itu menurut ilmu kesehatan jiwa sudah sakit. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik, psikis, sosial dan spiritual.

Perintah membayar zakat dirangkaikan oleh Allah dalam satu perintah dengan shalat. Ini menunjukkan apabila dikerjakan yang satu tetapi ditinggalkan yang satu lagi, maka keduanya tidak ada arti karena belum selesai melaksanakan perintah. Kewajiban membayar zakat merupakan salah satu konsep Islam dalam mengatasi kemiskinan, memupuk solidaritas dan kepedulian sosial.

Dengan demikian konflik psikososial berupa kesenjangan dan kecemburuan sosial dapat dicegah. Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang peka terhadap dunia sekitarnya, tidak kikir, tidak egosis dan berjiwa sosial. Dalam harta seorang mukmin terdapat hak-hak orang lain. Hak-hak itu ditunaikan sebagaimana mestinya kepada orang yang berhak seperti fakir dan miskin. Jika hal ini dijalankan sepenuhnya, maka jurang pemisah antara si kaya dan si miskin menjadi sempit, sebaliknya akan memperlebar kebersamaan dan persaudaraan sesama hamba Allah tanpa dengki dan iri.

Dengan begitu lingkungan masyarakat sekitarnya merasa damai dan tentram, melahirkan jiwa yang sehat. Menunaikan ibadah haji bagi orang Islam yang jauh dari tanah suci adalah merupakan ibadah yang cukup berat, maka ibadah ini tidak dipertintahkan kecuali bagi orang yang mampu secara ekonomi atau finansial, fisik dan psikis. Ibadah ini menjadi sangat relatif, tergantung kemampuan seorang muslim.

Pada musim haji semua umat Islam yang mampu datang ke mekkah untuk memenuhi panggilan Allah. Perbedaan mereka dalam pandangan Allah adalah hati, iman dan taqwa. Pada saat dan tempat yang sama orang-orang yang berhaji berkumpul dan bersilaturahmi, tidak ada perbedaan ras, semuanya sama di hadapan Allah.

Baca juga...  Hasil Penelitian Seputar Bekam

Silaturahmi tersebut merupakan dimensi kesehatan jiwa yang utama dalam hubungan antara manusia, dalam ibadah haji tersebut juga ada perintah berqurban sebagai pernyataan taqwa di hadapan Allah. Orang yang berqurban adalah orang yang memiliki jiwa yang sehat, sekaligus berjiwa sosial dan keprikemanusiaan. Lebih dari itu, seorang haji ingin dekat dengan Allah lewat do’a, shalat dan zikir terus menerus, perbuatan mulia ini akan dapat membantu seseorang terlepas dari berbagai macam kegoncangan dalam hidup ini.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya