Iman Kepada Hari Akhir

oleh

Iman kepada Hari Akhir merupakan bagian dari rukun iman, hal ini sebagaimana hadits yang di riwayatkan dari Umar bin Khatab As, tentang penanyaan Malaikat J ibril As kepada Rasulullah Saw, yaitu : Jibril bertanya,”Beritahukan kepadaku tentang Iman.
Rasulullah Saw menjawab : “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada Hari Akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (H.R. Imam Muslim).

Iman kepada hari akhir artinya menyakini semua yang di kabarkan oleh Allah di dalam kitab-Nya dan yang di kabarkan oleh Rasulullah Saw tentang apa yang terjadi setelah kematian, iman kepada Hari Akhir mencakup beberapa unsur, antara lain beriman kepada :

  1. Fitnah Kubur
  2. Siksa dan Nikmat Kubur
  3. Tanda-tanda Hari Kiamat
  4. Tiupan Sangkakala
  5. Hari Kebangkitan
  6. Hari Berkumpul
  7. Hari Perhitungan
  8. Telaga
  9. Mizan
  10. Pembagian Kitab Catatan Amal
  11. Shirath
  12. Syafa’at

Syurga dan NerakaBerikut penjelasannya :
1. Fitnah Kubur
Fitnah kubur adalah pertanyaan yang di lontarkan oleh dua orang Malaikat kepada mayit tentang Rabb, agama dan Nabinya. Allah berfirman : “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Q.S. Ibrahim : 27).
 

Yang di maksud dengan di berikan ucapan yang teguh dalam kehidupan akhirat adalah di berikan kemampuan untuk menjawab pertanyaan di alam kubur, hal ini sebagaimana hadits yang di riwayatkan dari Al-Bara Bin Azib Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Seorang muslim jika di tanya di dalam kuburnya, maka ia akan bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk di sembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Yang di maksud dengan di berikan ucapan yang teguh dalam kehidupan akhirat adalah di berikan kemampuan untuk menjawab pertanyaan di dalam kubur, hal ini sebagaimana hadist yang di riwayatkan dari Al-Bara’ Bin Azib Ra, yaitu : “Seorang muslim jika di tanya di dalam kuburnya, (maka) ia akan bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk di sembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, yang demikian itu adalah firman Allah, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (H.R. Bukhari).

Nama kedua malaikat penanya di alam kubur adalah Munkar dan Nakir.
Dan barangsiapa yang berhasil menjawab pertanyaan dari kedua Malaikat tersebut, maka akan akan di luaskan kuburnya. Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Apabila seorang mayit di kuburkan, maka akan datang kepadanya dua malaikat hitam kebiruan, salah satunya di sebut Munkar dan yang lainnya di sebut Nakir, kedua Malaikat tersebut bertanya, “Apa yang akan engkau katakan (tentang) laki-laki ini, mayit tersebut menjawab, “la adalah hamba Allah adalah utusan-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk di sembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Kedua Malaikat tersebut berkata, “Sungguh kami telah mengetahui bahwa engkau akan menjawab dernikian.” Kemudian di luaskan kuburnya tujuh puluh kali tujuh puluh hasta, lalu di terangi kuburnya, kemudian di katakan kepadanya,“Tidurlah. ”Mayit tersebut berkata, “Kembalikanlah aku kepada keluargaku, aku akan memberitahukan (kejadian ini kepada) mereka. ”Kedua Malaikat tersebut berkata,“Tidurlah, seperti tidurnya pengantin baru.” (H.R. At-Tirmidzi). Adapun orang-oang kafir, maka mereka tidak akan mampu menyelesaikan fitnah kubur, sebagaimana hadits yang di riwayatkan dari Al-Bara’ Bin ‘Azib Ra, ia berkata, Rasulullah Saw menceritakan tentang ruh orang-orang kafir; “Lalu ia di datangi oleh dua Malaikat yang kemudian mendudukkannya sambil bertanya, “Siapa Rabb-mu? ” la menjawab, “Ha, ha, aku tidak tahu. ” Lalu mereka bertanya lagi, “Apa agamamu? Ia menjawab, “Ha, ha, aku tidak tahu.” Mereka bertanya lagi, “Apa tugas laki-laki yang di utus kepadama? Ia menjawab, “Ha, ha, aku tidak tahu.” Lalu terdengar suara dari langit, “Sungguh ia telah berdusta, maka bentangkanlah jalanya ke Neraka. Maka ia pun merasakan hawa panasnya Neraka. Kemudian kuburnya di persempit hingga tulang rusuknya saling bertemu. Kemudian datanglah seorang laki-laki yang buruk rupanya, jelek pakaiannya dan sangat busuk baunya. Lalu laki-laki itu berkata, “Celakalah engkau dengan kabar buruk yang engkau terima ini, ini adalah hari yang telah di janjikan kepadamu.” Lalu jenazah itu bertanya, “Siapa engkau? Wajahmu adalah wajah yang menampakkan keburukan. Lalu laki-laki itu menjawab,“Aku adalah amal perbuatanmu yang jelek.” Kemudian jenazah itu pun berkata,“Wahai Rabb-ku janganlah Engkau datangkan Hari Kiamat. Dalam riwayat lain di katakan, “Kemudian di datangkan kepadanya seorang laki-laki yang buta, tuli dan bisu, di tangannya ada sebuah palu godam yang jika di pukulkan ke gunung, niscaya akan hancur berkeping-keping menjadi debu. Lalu ia di pukul dengan palu godam tersebut, hingga hancur menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikan tubuhnya seperti semula. Lalu ia di pukul lagi dan ia pun berteriak dengan sekuat-kuatnya dan teriakan tersebut dapat di dengar oleh seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia.” (H.R. Imam Ahmad).

Fitnah kubur ini akan diberikan kepada semua orang yang telah mukallaf baik yang mukmin atau yang kafir, di antara dalil bahwa orang kafir juga akan mendapatkan penanyaan kubur adalah hadits yang di riwayatkan dari Zaid bin Tsabit Ra, ia berkata : “Suatu ketika Nabi Saw melewati kebun Bani Najjar dengan mengendarai bighal dan kami bersama dengan beliau, ketika bighal tersebut berontak, hampir saja menjatuhkan Nabi, di sana terdapat enam atau lima atau empat kuburan, sebagaimana yang di katakan oleh Jarir. Nabi Saw bertanya, “Siapakah yang mengetahui siapa yang di makamkan di kuburan-kuburan ini? Seorang laki-laki menjawab, “Saya.” Nabi Saw bertanya kepadanya, “Kapan mereka meninggal dunia? Laki-laki tersebut menjawab, “Mereka meninggal dunia ketika pada masa kesyirikan.” Nabi Saw bersabda,“Sesungguhnya umat ini akan di uji (dengan pertanyaan) di kuburnya, seandainya aku tidak khawatir kalian akan saling mengubur (di antara kalian), niscaya aku akan berdo’a kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian tentang adzab kubur yang aku dengar.” (H.R. Imam Muslim).

Ada beberapa orang yang tidak mendapatkan fitnah kubur, antara lain :
1. Para Nabi
Karena para adalah orang-orang yang di jadikan objek pertanyaan kepada manusia dan karena para Nabi lebih utama dari pada syuhada’.

2. Para Siddiqun.
Siddiqun adalah orang-orang yang sangat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, siddiqun akan di selamatkan dari fitnah kubur, karena para siddiqun lebih utama dari para syuhada’.
Hal ini sebagaimana yang di isyaratkan dalam firman Allah : “Dan barangsiapa yang rnentaati Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang di anugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqun, orang-arang yang mati syahid dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman.” (Q.S. An-Nisaa’ : 69).

3. Para syuhada’.
Syuhada’ adalah orang-orang yang meninggal dunia dalam peperangan di jalan Allah, suatu ketika ada salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw : “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang yang beriman di fitnah (di tanya) di dalam kuburnya kecuali orang yang mati syahid? Rasulullah Saw menjawab, “Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah (ujian baginya).” (H.R. An-Nasa’i).

4. Para Murabithun.
Murabithun adalah orang-orang berjaga-jaga di perbatasan wilayah pertempuran, meskipun mereka tidak mati syahid.
Di riwayatkan dari Salman Ra, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Berjaga-jaga di perbatasan (Wilayah pertempuran) sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan (penuh) dengan melakukan fiqhalat) pada malamnya, jika ia meninggal dunia, maka amalannya yang ia amalkan (ketika itu) akan senantiasa di catat untuknya, rizqinya senantiasa di berikan kepadanya dan di amankan dari fitnah (kubur).” (H.R. Imam Muslim).

5. Anak-anak dan orang gila.
Karena mereka bukan mukallaf (tidak terkena beban syari’at)

Siksa dan Nikmat Kubur
Keberadaan siksa kubur telah di tetapkan di dalam Al-Qur’nul Karim. Allah berfirman : “Kepada mereka di nampakkan Neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya Kiamat. (Di katakan kepada Malaikat), “Masukkanlah fir’aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat keras.” (Q.S. Al-Mukmin : 46). Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat di atas : “Ayat ini merupakan pokok yang agung dalam pendalilan Ahlus Sunnah tentang adanya siksa barzah di alam kubur, yaitu firman Allah : “Kepada mereka di nampakkan Neraka pada pagi dan petang.”

Adanya siksa kubur ditetapkan pula di dalam As-Sunnah As-Shahihah, sebagaimana di riwayatkan dari ‘Aisyah Ra ketika ia bertanya kepada Rasulullah Saw tentang siksa kubur. Rasulullah Saw bersabda : “Ya, siksa kubur itu benar adanya.” ‘Aisyah Ra berkata, “Tidaklah aku melihat Rasulullah Saw melakukan suatu shalat, kecuali setelahnya beliau berlindung dari siksa kubur.” (H.R. An-Nasa’i).

Siksa kubur akan menimpa ruh dan jasad, ini merupakan pendapat Ahlus Sunnah, berkata syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah : “Madzhab para salaf umat ini dan tokoh-tokoh mereka, bahwa siksa kubur atau nikmat kubur adalah terjadi pada ruh jenazah dan jasadnya, baik dalam keadaan mendapat nikmat atau mendapatkan siksa.”

Salah satu penyebab siksa kubur adalah suka mengadu domba atau suka menyebar fitnah dan tidak membersihkan diri atau tidak bertabir ketika buang air kecil. Nabi Saw pernah melalui dua kuburan, lalu bersabda : “Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang di siksa dan keduanya di siksa bukan karena (dosa yang di anggap) besar, salah satu dari keduanya suka mengadu domba dan yang lainnya tidak bertabir ketika ia buang air kecil.” (H.R. Bukhari).

Hendaknya seorang muslim senantiasa berlindung dari siksa kubur, dengan cara berdo’a setelah tasyahud akhir sebelum salam, sebagaimana yang di contohkan oleh Rasulullah Saw di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Apabila seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal dengan berdo’a “Ya Allah, aku berlindang kepada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari keburukan fitnah dajjal.” (H.R. Muttafaq’alaih).

Adapun nikmat kubur akan di berikan kepada orang-orang yang beriman yang berhasil menjawab pertanyaan kubur atau yang di selamatkan dari fitnah kubur, sebagaimana di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Malaikat (Munkar dan Nakir) akan bertanya, “Apa yang akan engkau katakan (tentang) laki-laki ini? Mayit tersebut menjawab, “Ia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk di sembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Kedua Malaikat tersebut berkata, “Sungguh kami telah mengetahui, bahwa engkau akan menjawab demikian.” Kemudian di luaskan kuburnya tujuh puluh kali tujuh puluh hasta, lalu di terangi kuburnya. Kemudian di katakan kepadanya, “Tidurlah. ” Mayit tersebut berkata, “Kembalikanlah aku kepada keluargaku, aku akan memberitahukan (kejadian ini kepada) mereka. ”Kedua Malaikat tersebut berkata, “Tidurlah, seperti tidurnya pengantin baru.” (H.R. At-Tirmidzi).

3. Tanda-tanda Hari Kiamat.
Kiamat besar tidak akan terjadi, melainkan setelah muncul beberapa tanda-tandanya.
Tanda-tanda Kiamat terbagi menjadi dua, yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.
Tanda-tanda kecil yaitu tanda yang mendahului Kiamat dalam kurun waktu yang lama dan merupakan sesuatu yang di anggap biasa dan tanda kecil kiamat yang pertama adalah dengan di utusnya Rasulullah Saw sebagaimana di riwayatkan dari Sahl Ra, ia berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : “Jarak di utusnya aku dengan Hari Kiamat seperti dua Qarz ini.” Beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengahnya), lalu merenggangkannya.” (H.R. Bukhari).

Dan terdapat lebih dari lima puluh tanda-tanda kecil yang lainnya, sebagaimana yang di sebutkan pada nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah, adapun tanda-tanda besar yaitu peristiwa yang terjadi menjelang Hari Kiamat dan merupakan sesuatu yang tidak biasa terjadi.
Tanda besar Kiamat ada sepuluh, sebagaimana di riwayatkan dari Hudzaifah bin Asid Ra, ia berkata, bahwa Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya Kiamat tidak akan pernah lerjadi hingga muncul sepuluh tanda (sebelumnya), penenggelaman yang terjadi di timur, penenggelaman yang terjadi di barat dan penenggelaman yang terjadi di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi, Ya-juj dan Ma-juj, terbitnya matahari dari barat, api yang keluar dari jurang ‘Adn yang menggiring manusia dan yang kesepuluh turunnya Isa bin Maryam. ” (H.R. Imam Muslim).

Jika tanda besar yang pertama telah nampak, maka berbagai tanda lain akan datang secara beruntun, di riwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru ia berkata, Rasulullah bersabda : “Tanda-tanda Kiamat bagaikan mutiara yang terangkai pada seutas benang, jika benang tersebut putus, maka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lainnya.” (H.R. Imam Ahmad).

Berikut ini penjelasannya.
a. Dajjal
Di antara kejadian Adam As hingga Hari Kiamat, tidak ada sesuatu kejadian yang lebih besar daripada peristiwa Al-Masih Dajjal. Telah di riwayatkan dari ‘Imran bin Husain ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Di antara kejadian Adam hingga Hari Kiamat, tidak ada sesuatu kejadian yang lebih besar daripada Dajjal.” (H.R. Imam Muslim).

Dajjal di namakan dengan Al-Masih, karena dua sebab :
– Terhapus matanya, sebagaimana di riwayakan dari Hudzaifah Ra, ia berkata Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Dajjal terhapus (buta sebelah) matanya.” (H.R. Imam Muslim).
– Perjalanan di bumi, karena Dajjal akan mengelilingi bumi dalam waktu empat puluh hari, sebagaimana di riwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an Ra, ia berkata, para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, berapa lama ia tinggal di bumi? Beliau bersabda, “Empat puluh hari, sehari seperti satu tahun, sehari seperti satu bulan, sehari seperti satu Jum’at dan hari-hari lainnya seperti hari-hari (biasa) kalian.” (H.R. Imam Muslim).

Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya dari Dajjal, demikian pula Nabi kita Muhammad Saw, sebagaimana telah di riwayatkan dari ’Abdullah bin Umar, ia berkata : “Rasulullah Saw berdiri di hadapan manusia. Beliau memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan kebesaran Allah dan sesudah itu beliau menyebut Dajjal. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku memperingatkan bahaya Dajjal itu kepada kalian. Setiap Nabi telah memperingatkan kepada kaumnya (tentang Dajjal). Dan sesungguhnya Nuh pun telah memperingatkan kaumnya darinya, tetapi aku mengatakan kepada kalian tentang (Dajjal dengan) suatu perkataan yang belum pernah di sampaikan oleh Nabi-nabi yang lain kepada kaumnya. Bahwa sesungguhnya Dajjal itu buta matanya dan sesungguhnya Allah tidak buta.” (H.R. Imam Bukhari).

Dajjal akan keluar dari suatu tempat di antara Syam dan Iraq. Ia tinggal di bumi selama empat puluh hari, sebagaimana di riwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an Ra , ia berkata : “Dia akan keluar di antara Syam dan Iraq dan akan mengacau kekanan dan kekiri. Wahai hamba Allah teguhlah kalian.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia tinggal di bumi? Beliau Saw bersabda,”Empat puluh hari, sehari seperti satu tahun, sehari seperti satu bulan, sehari seperti satu Jum’at dan hari-hari lainnya seperti hari-hari (biasa) kalian.” (H.R. Imam Muslim).

Di antara sifat-sifat Dajjal adalah ia seorang yang buta mata kanannya dan tertulis di antara kedua matanya “Kafir,” yang dapat di baca oleh setiap muslim, sebagaimana di riwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : “Pada suatu hari Rasulullah Saw menyebut Dajjal kepada manusia dan bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta ’ala tidak buta, ketahuilah bahwa Al-Masih Dajjal buta mata kanan bagaikan buah anggur yang timbul.” Dan telah di riwayatkan pula dari Anas bin Malik Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Dajjal itu terhapus (sebelah) matanya. Di antara kedua matanya tertulis “Kafir. ” Kemudian beliau mengerjakannya, “Kaf, fa’, ra’, (Tulisan tersebut) dapat di baca oleh setiap muslim.” (H.R. Imam Muslim).

Ketika Dajjal keluar, maka ia akan membuat fitnah di muka bumi, sebagaimana di sebutkan dalam hadits dari An-Nawwas bin Sam’an Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Maka ia pergi mendatangi sesuatu kaum dan mengajak mereka dan kaum tersebut percaya padanya, maka ia menyuruh langit segera menurunkan hujan dan bumi segera tumbuh dan kembali pengembala mereka dengan sebanyak-banyak ternaknya dan sepuas-puas susunya dan gemuk-gemuk, kemudian ia pergi pada kaum (yang lain) dan mengajak mereka, tetapi kaum tersebut menolaknya, lalu mereka di tinggalkan oleh Dajjal, maka tiba-tiba daerah tersebut menjadi kering tidak ada sedikitpun kekayaan mereka. Dan (Dajjal) berjalan melalui tempat kosong dan berkata, “Keluarkan simpanan (kekayaan)mu.” Maka keluarlah simpanan (kekayaan)nya bagaikan raja lebah (yang di hantar oleh tentaranya). Kemudian ia memanggil seorang pemuda dan di penggalnya dengan pedang dan di potong menjadi dua dan di lempar yang jauh, kemudian di panggilnya (pemuda tersebul), maka datanglah pemuda itu dengan wajah yang berseri-seri sambil tertawa.” (H.R. Imam Muslim).

Para pengikut Dajjal sangat banyak dan kebanyakan mereka dari kalangan wanita dan kaum yahudi, jumlahnya mencapai tujuh puluh ribu, sebagaimana di riwayatkan dari Ibnu ‘Umar ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Dajjal akan turun di lembah Mirqanah ini. Kebanyakan yang datang kepadanya adalah kaum wanita. Hingga seorang laki-laki akan kembali menemui sahabat karibnya, ibunya, anak perempuanya, saudarinya dan bibinya untuk meneguhkan hatinya, karena khawatir mereka akan pergi menemui Dajjal.” (H.R. Imam Ahmad).

Di riwayatkan pula dari Anas bin Malik ra, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : “Akan mengikuti Dajjal dari yahudi asbahan tujuh ribu yang memakai pakaian seragam.” (H.R. Imam Muslim).

Tidak ada yang dapat membunuh Al-Masih Dajjal, kecuali Al-Masih Isa bin Maryam, Al-Masih Dajjal akan di bunuh oleh Al-Masih Isa bin Maryam sebagaimana sabda Rasulullah Saw : “Ketika telah demikian keadaan Dajjal, tiba-tiba Allah mengutus Isa bin Maryam yang akan turun pada menara putih di timur Damaskus, di antara dua sayap malaikat, jika ia menundukkan kepalanya, (maka) turunlah (rambutnya) dan jika ia mengangkatnya, (maka) mengalirlah (keringatnya) bagaikan butir mutiara, maka tidak ada seorang kafir pun yang mendapatkan bau nafasnya, melainkan ia (akan) mati (seketika itu) dan nafasnya adalah sejauh pandangannya, maka ia akan mencari Dajjal hingga di dapatkannya di pintu Ludd, maka Dajjal akan di bunuh (di sana).” (H.R. Imam Muslim).

Ketika Dajjal melihat Nabi Isa As, maka ia akan mencair seperti garam yang larut dalam air, kemudian Nabi Isa As berkata, “Sesungguhnya aku memiliki satu pukulan untukmu dan engkau tidak akan luput dariku.”
Akhimya Nabi Isa As mendapatkannya dan membunuhnya dengan tombak.

Ada empat kiat untuk berlindung dari Dajjal, antara lain adalah :
– “Bersegera untuk melakukan amal shalih, sebagaimana di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Dahuluilah dengan amal (shalih sebelum datangnya) enam (peristiwa), yaitu : terbitnya matahari dari barat, (munculnya) asap, Dajjal, Dabbah (binatang melata yang keluar dari dalam bumi), (urusan) khusus salah seorang di antara kalian (kematian) dan perkara umum (Hari Kiamat).” (H.R. Imam Muslim).

– Berdo’a kepada Allah ketika tasyahud akhir sebelum salam, di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Apabila seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal (dengan berdo’a) : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari keburukan fitnah Dajjal.” (H.R, Bukhari dan Muslim).

– Menghafal sepuluh ayat dari Surat Al-Kahfi, sebagaimana di riwayatkan dari Abu Darda’, dari Nabi Saw beliau bersabda : “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surat Al-Kahfi, maka ia akan terpelihara dari fitnah Dajjal.” Dalam riwayat yang lain : “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat dari akhir Surat Al-Kahfi.” (H.R. Abu Dawud).

– Jika mampu berhijrah ke Haramainsz, di riwayatkan dari Anas bin Malik Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Tidak ada suatu negeripun, kecuali akan di injak oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah, tidak suatu jalan, melainkan (di jaga) oleh para malaikat yang berbaris, maka ia berhenti di tanah lapang yang kering (di luar) kota Madinah dan bergoncanglah kota Madinah sebanyak tiga kali, yang akan mengeluarkan darinya semua orang kafir dan munafik.” (H.R. Imam Muslim).

b. Turunnya Isa.
Setelah Dajjal keluar dan membuat kerusakan di muka bumi, maka Allah akan mengutus Al-Masih Isa bin Maryam, Nabi Isa As di namakan dengan Al-Masih, karena dua sebab :
– Telapak kakinya rata karena bagian bawah dari telapak kaki Nabi Isa As mulus, tidak ada Iekuk-Iekuknya sama sekali.
– Mengusap orang yang sakit, karena di antara mukjizat Nabi Isa As adalah jika beliau mengusap orang yang sakit, maka langsung sembuh seketika.
Nabi Isa As akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus di Syam dengan memakai dua helai pakaian yang di celup dengan minyak za’faran.
Nabi Isa As meletakkan tangannya di atas sayap dua Malaikat, jika ia menundukkan kepalanya, maka akan turunlah rambutnya dan jika ia mengangkatnya, maka berjatuhanlah keringatnya bagaikan butir-butir mutiara. Tidaklah seorang kafir pun yang mencium nafasnya, melainkan ia akan mati dan nafasnya adalah sejauh pandangannya. Nabi Isa As akan membunuh dajjal di pintu Ludd.
Di riwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an, Rasulullah Saa bersabda : “Ketika telah demikian keadaan Dajjal, tiba-tiba Allah mengutus Isa bin Maryam yang akan turun pada menara putih di timur Damaskus, di antara dua sayap malaikat. Jika ia menundukkan kepalanya, (maka) turunlah (rambutnya) dan jika ia mengangkatnya, (maka) mengalirlah (keringatnya) bagaikan butir mutiara, maka tidak ada seorang kafir pun yang mendapatkan bau nafasnya, melainkan ia (akan) mati (sekelika itu) dan nafasnya adalah sejauh pandangannya, maka ia akan mencari Dajjal hingga di dapatkannya di pintu Ludd, maka Dajjal akan di bunuh (di sana), kemudian Nabi Isa As pergi kepada kaum yang telah di pelihara Allah dari gangguan (Dajjal) dan mengusap wajah-wajah mereka, serta menyebutkan kedudukan mereka di Syurga.” (H.R. Imam Muslim).

Pada masa Nabi Isa As tersebarlah rasa aman dan keberkahan, sebagaimana di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda : “(Nabi Isa As akan memerangi manusia untuk masuk ke dalam Islam. Ia akan menghancurkan salib dan membunuh babi-babi dan menghapus jizyah (upeti). Allah akan menghancurkan seluruh agama pada masa tersebut, kecuali Islam. Pada zamannya Allah akan menghancurkan Al-Masih Dajjal dan amanah pun terjaga di muka bumi, hingga singa dapat hidup dengan unta, harimau dengan sapi, srigala dengan kambing dan anak-anak pun bermain dengan ular tanpa membahyakan mereka. Ia akan hidup selama empat
puluh tahun, kemudian ia meninggal dunia lalu orang muslim menshalatkannya.” (H.R. Imam Ahmad dan Abu Dawud). Nabi Isa As dahulu ketika di angkat ke langit berusia tiga puluh tiga tahun dan beliau akan hidup di muka bumi setelah di turunkan selama tujuh tahun, menggenapkan empat puluh tahun usia beliau.

c. Ya-juj dan Ma-juj
Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia dari keturunan Adam As, Dzulqamain telah membuat dinding penghalang untuk mereka, mereka tidak dapat melubangi dinding tersebut hingga waktu yang telah di tentukan Allah.
Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, dari Nabi Saw beliau bersabda tentang dinding penghalang Ya-juj dan Ma-juj : “(Ya-juj dan Ma-juj) melubanginya setiap hari hingga ketika mereka hampir saja melubanginya, maka (pemimpin) di antara mereka berkata, “Kembalilah, kalian akan (kembali) melubanglnya besok.” Kemudian Allah mengembalikannya kokoh seperti semula hingga ketika telah tiba waktunya dan Allah berkehendak untuk mengutus mereka kepada manusia, maka (pemimpin) mereka berkata, “Kembalilah, kalian akan (kembali) melubanginya besok, Insya Allah (jika Allah menghendaki).” la mengucapkan istitsna (Insya Allah). Maka keesokan harinya mereka kembali dan mendapati dinding tersebut dalam tetap keadaan seperti ketika mereka tinggalkan. Akhirnya mereka dapat melubanginya dan keluar di tengah-tengah manusia, lalu mereka meminum air dan manusia lari dari mereka.” (H.R. At-Tirmidzi).
Ya-juj dan ma-juj akan mati dengan ulat yang menyerang pada leher-leher mereka, melalui do’a Nabi Isa As dan para sahabatnya.
Di sebutkan dalam hadits yang di riwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Nabiyullah Isa dan para sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengirimkan ulat ke leher-leher ya-juj dan ma-juj, maka keesokan harinya mereka mati seperti kematian satu jiwa.” (H.R. Imam Muslim).

d. Tiga Penenggelaman Bumi
Tiga penenggelaman tersebut belum terjadi sampai sekarang, seperti tanda-tanda besar kiamat lainnya yang belum muncul, penenggelaman ini akan terjadi sangat besar dan menyeluruh pada banyak tempat di berbagai belahan bumi bagian timur, barat dan Jazirah Arab.
Berkata Ibnu Hajar : “Telah di temukan penenggelaman di berbagai tempat, akan tetapi mungkin saja bahwa yang di maksud dengan tiga penenggelaman adalah sesuatu yang lebih dahsyat dari yang telah di temukan, seperti ukurannya dan tempatnya yang lebih besar.”

e. Asap
Munculnya asap merupakan tanda-tanda Kiamat yang di tunggu-tunggu, ia belum terjadi dan akan terjadi menjelang Hari Kiamat.
Allah berfirman : “Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata, yang meliputi manusia, inilah siksa yang pedih.”

f. Terbitnya Matahari dari Barat
Pintu taubat senantiasa di buka selama matahari belum terbit dari barat, ketika matahari telah terbit dari barat, maka pintu tersebut akan di tutup sampai Hari Kiamat.
Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Tidak akan terjadi Hari Kiamat hingga matahari terbit dari barat. Ketika (manusia) menyaksikan matahari terbit dari barat, (maka) semua manusia akan beriman. Pada hari tersebut tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau ia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (Q.S. Al-An’am : 96-97).

Berkata Imam Al-Qurthubi yaitu : “Para ulama’ berkata, “Keimanan satu jiwa tidak bermanfaat ketika matahari telah terbit dari barat. Hal itu karena perasaan takut yang sangat rnenghunjam dalam hati, yang mematikan semua syahwat dan nafsu, serta kekuatan badan menjadi lemah, maka semua manusia menjadi seperti orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dan terputusnya semua ajakan untuk melakukan berbagai macam kemaksiatan.”

g. Keluamya Binatang Bumi.
Binatang tersebut akan keluar dari tanah Haram Makkah dan binatang tersebut akan memberikan tanda kepada orang yang beriman dan kepada orang yang kafir.
Adapun kepada orang yang beriman, maka binatang tersebut akan memberikan tanda pada wajah mereka sehingga menjadi bersinar, sedangkan kepada orang kafir, maka binatang tersebut akan memberikan tanda pada hidung mereka sebagai tanda kekufuran.
Hal ini sebagaimana di riwayatkan dari Abu Umamah Ra, Nabi Saw bersabda : “Binatang bumi akan keluar dan akan memberikan tanda pada hidung-hidung mereka.” (H.R. Imam Ahmad).

h. Api Yang Mengumpulkan Manusia.
Ini adalah tanda terakhir dari tanda-tanda besar Kiamat, api tersebut akan keluar dari Yaman, yaitu dari jurang ‘Adn dan api tersebut akan menggiring manusia menuju Syam.
Sebagaimana di riwayatkan dari Ibnu ‘Umar ketika menjelaskan tentang keluarnya api, ia berkata : “Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami? Rasulullah Saw menjawab, “Hendaklah kalian berkumpul di Syam.” (H.R. Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

Berkata Imam An-Nawawi : “Para ulama’ berkata, “Di kumpulkannya manusia terjadi di akhir dunia menjelang Kiamat dan menjelang di tiupnya sangkakala.” Berkata Al-Hafizh lbnu Katsir : “Berbagai redaksi (hadits) ini menunjukkan, bahwa Al-Hasyr (berkumpul) di sini adalah berkumpulnya manusia yang ada di akhir dunia dari berbagai penjuru dunia menuju satu tempat berkumpul, yaitu (di) negeri Syam.
Ini semua menunjukkan, bahwa pengumpulan ini terjadi di akhir zaman, yang masih ada makanan, minuman, tunggangan di atas kendaraan yang di beli juga yang lainnya.
Demikian pula adanya api yang membinasakan orang-orang yang terlambat, jika hal itu terjadi setelah tiupan sangkakala untuk kebangkitan, niscaya tidak ada lagi kematian, demikian pula tidak ada kendaraan yang di beli, tidak ada makanan, tidak ada minuman dan tidak ada pakaian di padang yang luas nanti.”

4. Tiupan Sangkakala.
Sangkakala adalah tanduk yang besar yang di kulum oleh Israfil As, dia menantikan perintah untuk meniupnya. Israfil As adalah salah satu Malaikat yang mulia yang memikul ‘Arsy. Ia akan melakukan dua kali tiupan.
Tiupan pertama adalah tiupan yang mengejutkan sehingga para makhluk akan mati, kecuali yang di kehendaki oleh Allah.
Allah berfirman : “Dan di tiuplah sangkakala, maka matilah yang di langit dan di bumi kecuali yang di kehendaki oleh Allah.” (Q.S. Az-Zumar : 68).

Tiupan kedua adalah tiupan kebangkitan, maka seluruh manusia akan di bangkitkan dari kuburnya.
Sebagaimana Allah berfirman : “Dan di tiuplah sangkakala (yang kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.” (Q.S. Yaasiin : 51).

5. Hari Kebangkitan
Hari kebangkitan adalah hari di hidupkannya orang-orang yang telah meninggal dunia pada Hari Kiamat.
Allah berfirman : “Orang-orang yang kafir menyangka bahwa mereka sekali-kali tidak akan di bangkitkan, Katakanlah,”Memang, demi Rabb-ku, benar-benar kalian akan di bangkitkan, kemudian akan di beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Q.S. At-Taghabun : 7).
Manusia akan di bangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak di khitan, sebagaimana di riwayatkan dari lbnu ‘Abbas Ra dari Nabi Saw beliau bersabda : “Sesungguhnya kalian akan di bangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak di khitan.” Kemudian Rasulullah Saw membaca (ayat), “Sesungguhnya kalian akan di bangkitknn dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak di khitan.” Kemudian Rasululllah membaca ayat : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya dan yang pertama kai di beri pakaian adalah Ibrahim.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

6. Hari Berkumpul.
Hari berkumpul adalah hari di kumpulkannya seluruh makhluk pada Hari Kiamat.
Allah berfirman : “Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, benar-benar akan di kumpulkan di waktu tertentu pada hari yang di kenal.” (Q.S. Al-Waqi’ah : 49-50).

7. Hari Perhitungan.
Hari perhitungan adalah hari di perlihatkan kepada manusia amalannya ketika di dunia dan manusia akan mengakui perbuatannya, di ambilnya hak sebagian makhluk dari yang lainnya dan di tetapkan hukum di antara mereka.
Di riwayatkan dari ‘Adi bin Hatim, ia berkata, Nabi Saw bersabda : “Sungguh Allah akan menemui kalian pada hari pertemuan dengan-Nya. Dan tidak ada antara ia dengan Allah penerjemah yang akan menerjemahkannya, sungguh Allah akan bertanya, “Bukankah telah Aku mengutus seorang Rasul kepadamu yang menyampaikan (risalah) kepadamu? Ia menjawab, “Benar.” Allah bertanya lagi, “Bukankah engkau telah Aku memberimu harta, anak dan telah melebihkanmu? la menjawab,“Benar.” Kemudian Ia melihat di sebelah kanannya, maka ia tidak melihat kecuali Neraka Jahannam. Lalu Ia melihat di sebelah kirinya, maka ia tidak melihat kecuali Neraka Jahannam.”
‘Adi (bin Hatim) berkata, aku mendengar Nabi Saw bersabda,”Takutlah kalian kepada Neraka, meskipun (bershadaqah) dengan sepotong kurma.” (H.R. Imam Bukhari).


8. Telaga
Telaga pada Hari Kiamat adalah kumpulan air yang turun dari Al-Kautsar untuk Nabi dan rasul pada Hari Mahsyar. Airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu.
Baunya lebih harum daripada minyak wangi kasturi.
Gayungnya seperti bintang-bintang di langit.
Panjang dan lebarnya adalah perjalanan satu bulan.
Barangsiapa meminumnya, niscaya dia tidak akan merasa kehausan selama-lamanya.
Di riwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru Ra, Nabi Saw bersabda : “Telagaku seluas satu bulan perjalanan. Airnya lebih putih daripada susu, baunya lebih harum daripada minyak kasturi dan gayungnya seperti bintang-bintang di langit. Barangsiapa yang meminumnya, maka ia tidak akan merasa kehausan selama-lamanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Telaga Nabi Saw telah ada sekarang ini, sebagaimana hadits yang di riwayatkan dari ’Uqbah Ra, bahwa Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya aku demi Allah telah melihat telagaku sekarang.” (H.R. Imam Bukhari).
Telaga Nabi Muhammad Saw akan di kunjungi oleh banyak pengunjung hingga berdesak-desakan, sebagaimana di riwayatkan dari Irbadh bin Sariyah, bahwa Nabi Saw bersabda : “Sungguh umat ini akan berdesak-desakan di telagaku seperti berdesak-desakannya unta yang datang di hari yang kelima setelah empat hari unta tersebut tidak di beri minum.” (H.R. At-Thabrani).

Setiap Nabi Saw memiliki telaga, namun telaga Nabi Muhammad Saw adalah yang paling besar, paling mulia dan paling banyak pengunjungnya.
Di riwayatkan dari Samurah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki telaga, sungguh mereka akan berbangga siapakah di antara mereka yang paling hanyak pengunjungnya dan aku berharap (telaga)ku yang paling banyak pengunjungnya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Ada beberapa orang yang tertolak dari telaga Nabi Saw yaitu :
a. Orang yang murtad
Nabi Saw bersabda : “Tertolak dari telagaku beberapa orang dari sahabatku, mereka terhalangi darinya. Aku mengatakan, “Wahai Rabb-ku (mereka adalah) para sahabatku. “Allah berfirman : “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui terhadap apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu. Sesungguhnya mereka kembali murtad.” (H.R. Imam Bukhari).
Berkata Qabishah : “Mereka adalah orang-orang yang murtad pada masa Abu Bakar, maka Abu Bakar memerangi mereka.”

b. Orang yang berbuat bid’ah.
Kata Imam An-Nawawi adalah orang-orang yang yang membuat perkara baru dalam agama dari kalangan orang-orang khawarij dan orang-orang Rafidhah.

c. Orang munafik.
Di riwayatkan dari Sahl bin Sa’ad Ra, ia berkata, Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya aku mendahului kalian di telaga. Barangsiapa melewatiku, (maka) ia akan meminum(nya). Dan barangsiapa yang meminum(nya), (maka) ia tidak akan merasa kehausan selama-lamanya. Sungguh akan ada suatu kaum yang akan tertolak dari telagaku. Aku mengenal mereka dan mereka pun mengenalku, kemudian terhalangi antara aku dengan mereka (karena kemunafikan mereka).” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

9. Mizan.
Mizan adalah timbangan yang ada pada Hari Kiamat.
Allah berfirman : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tidak akan di rugikan seseorang sedikitpun. Dan jika (amalan tersebut) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Q.S. Al-Anbiya : 47).

Mizan pada Hari Kiamat jumlahnya hanya satu, namun yang di timbang banyak meliputi amalan orang yang beramal dan kitab amalan.
Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :
a. Yang di timbang amalannya sebagaimana sabda Rasulullah Saw : “Sesuatu yang lebih berat di timbangan adalah akhlak yang baik.” (H.R. Imam Ahmad).

b. Yang di timbang orang yang beramal, di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, dari Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya pada Hari Kiamat akan di datangkan seseorang yang besar dan gemuk, namun tidak mencapai berat sayap nyamuk di sisi Allah.” (Q.S. Al-Kahfi : 105). Rasulullah Saw bersabda : “Jika kalian bersedia bacalah ayat, “Kami tidak mengadakan perhitungan (amal) mereka pada Hari Kiamat.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

c. Yang di timbang kitab amalan.
Di riwayatkan dari Abdullah bin ’Amr bin Al-Ash, bahwa Rasulullah Saw menjelaskan tentang hadits bithaqah (kartu) : “Di letakkan lembaran-lembaran catatan amalannya, di letakkan pada satu daun timbangan dan kartu di letakkan pada daun timbangan yang lain(nya).” (H.R. Imam At-Tirmidzi).

Mizan tersebut memiliki dua daun timbangan, sebagaimana hadits yang di riwayatkan dari Abdullah bin ’Amr bin Al-Ash Ra di atas.

10. Pembagian Kitab Catatan Amal.
Pembagian kitab catatan amal adalah penampakan catatan amalan pada Hari Kiamat, kemudian di lemparkan ke kanan, ke kiri atau dari belakang punggung pemiliknya.
Orang yang beriman akan mengambil kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya, sehingga ia menjadi bahagia. Allah berfirman : “Adapun orang-orang yang di berikan kepadanya kitab (catatan amal)nya dari sebelah kanannya, maka ia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).” (Q.S. Al-Haqqah : 19 ).
Sedangkan orang-orang kafir akan mengambil kitabnya dengan tangan kiri atau dari belakang punggungnya, sebagaimana firman Allah : “Adapun orang yang di berikan kepadanya kitab (catatan amal)nya dari sebelah kirinya, maka ia berkata, “Wahai alangkah baiknya seandainya tidak di berikan kepadaku kitabku (ini).” (Q.S. Al-Haqqah : 25).