Iman kepada kitab-kitab Allah artinya meyakini bahwa Allah memiliki kitab-kitab yang di turunkan kepada para Rasul untuk di sampaikan kepada umatnya, kitab-kitab tersebut adalah Kalamullah, yang Allah berbicara dengan itu menurut hakikatnya sebagaimana yang Dia kehendaki dan dengan cara yang Dia kehendaki pula.
Iman kepada kitab-kitab mencakup empat unsur, yaitu antara lain :

1. Beriman bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar datang dari sisi Allah.
Allah berfirman : “Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman), “Kami beriman kepada Allah dan apa yang di turunkan kepada kami dan apa yang di turunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya ’qub dan anak cucunya dan apa yang di berikan kepada Musa dan Isa serta apa yang di berikan kepada Nabi-nabi dari Rabb-nya, kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah : 136).

2. Beriman terhadap nama-nama kitab yang di ketahui, adapun yang tidak di ketahui namanya, maka beriman secara global.
Di antara kitab yang di ketahui namanya adalah :
a. Zabur yang di turunkan kepada Nabi Dawud As sebagaimana firman Alllah : “Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.” (Q.S. An-Nisaa’ : 136).
b. Taurat yang di berikan kepad Nabi Musa As.
Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang menerangi, yang dengan Kitab tersebut di putuskan perkara orang-orang yahudi oleh Nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, karena mereka di perintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.” (Q.S. Al-Maidah : 44).

c. Shuhuf (lembaran-lembaran) Nabi Ibrahim As dan Nabi Musa As.
Sebagaimana Allah berfirman : “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu Shuhuf lbrahim dan Musa.” (Q.S. Al-A’laa : 18-19).

d. Injil yang di turunkan kepada Nabi Isa As.
Allah berfirman : “Dan Kami iringkan jejak mereka para Nabi Bani lsrail dengan Isa putera Maryam, yang membenarkan Al-Kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil yang di dalamnya terdapat petunjuk dan dan cahaya yang menerang dan membenarkan (kitab) yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. Al-Maidah : 46).

e. Al-Qur’an yang di turunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Sebagaimana Allah berfirman : “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk dan rahmat, serta sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” Q.S. An-Nahl : 89). 

Dan juga firman Allah : “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya di turunkan permulaan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk tersebut serta menjadi pembeda antara yang hak dan yang bathil.” (Q.S. Al-Baqarah : 185).

Di antara kitab-kitab yang di turunkan oleh Allah tersebut, yang paling agung adalah Al-Qur’an, karena tidak ada kitab yang serupa dengannya. Allah berfirman : “Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi membantu dengan sebagian yang lainnya.” (Q.S. Al-Isra’ : 88).

Dan Allah akan senantiasa menjaga keaslian Al-Qur’an. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjaganya.” (Q.S. Al-Hijr : 9).

3. Membenarkan semua yang di kabarkan dalam kitab tersebut yang belum di rubah.
Jika Al-Qur’an mengabarkan sesuatu yang tidak di nasakh atau kabar yang terdapat dalam kitab-kitab lainnya yang di benarkan oleh Al-Qur’an, maka kita harus membenarkan kabar tersebut.

4. Mengamalkan hukum-hukum yang belum di hapus dengan ridha.
Seluruh kitab terdahulu ajarannya telah di hapus oleh Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah : “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab orang di turunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain tersebut.” (Q.S. Al-Maidah : 48).

Batu ujian artinya sebagai penentu hukum atas kitab-kitab sebelumnya, oleh karena itu, kita tidak di perbolehkan untuk mengamalkan hukum dan ajaran yang terdapat dalam kitab-kirab terdahulu, kecuali yang telah di sahkan dan di benarkan oleh Al-Qur’an.

%d blogger menyukai ini: