Iman Kepada Para Malaikat

oleh

Iman kepada para malaikat artinya meyakini bahwa Allah mempunyai Malaikat yang di ciptakan dari cahaya, mereka tidak bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang di perintahkan kepada mereka.

Iman kepada Malaikat mencakup empat unsur, antara lain :1. Beriman terhadap keberadaan merekaMengimani bahwa malaikat memiliki bentuk, bukan hanya merupakan kekuatan yang baik yang berada pada setiap makhluk.
Allah berfirman : “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang di kehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Fathir : 1).

2. Beriman terhadap nama-nama Malaikat yang di ketahui, adapun yang tidak di ketahui namanya, maka beriman secara global.
Di antara Malaikat yang di ketahui namanya adalah :

  1. Jibril
  2. Mikail
  3. Rakib
  4. ‘Atid
  5. Israfil
  6. Isra’il
  7. Munkar
  8. Nakir
  9. Ridwan
  10. Malik

3. Beriman tentang sifat-sifat mereka.
Di antara sifat Malaikat adalah :

  • Malaikat memiliki sayap, sebagaimana firman Allah, yaitu : “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai ulusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga dan empat.” (Q.S. Fathir : 1).
  • b. Malaikat Jibril As, dalam bentuk aslinya memiliki enam ratus sayap
  • Di riwayatkan dari ‘Abdullah Bin Mas’ud Ra, ia berkata : “Bahwa Muhammad melihat Jibril As dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap.” (H.R. Bukhari).
  • Jarak antara telinga dengan pundak Malaikat pemikul ‘Arsy adalah perjalanan tujuh ratus tahun
  • Sebagaimana yang di riwayatkan dari Jabir Bin ‘Abdillah dari Nabi Saw, beliau bersabda : “Aku di izinkan untuk memberitahukan tentang Malaikat dari Malaikat Allah yang memikul ‘Arsy, bahwa sesungguhnya jarak antara cuping telinganya hingga pundaknya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun.” (H.R. Bukhari dan Abu Dawud).
  • Malaikat Munkar dan Nakir As, sifatnya adalah hitam kebiruan, di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Apabila seorang mayit di kuburkan, maka akan datang kepadanya dua Malaikat hitam kebiruan, salah satunya di sebut Munkar dan yang lainnya di sebut Nakir.” (H.R. At-Tirmidzi).
  • Malaikat dapat berubah menyerupai seorang laki-laki, sebagaimana kisah para Malaikat yang mendatangi Nabi Ibrahim As, Allah berfirman : “Sudahkah sampai kepadamu Muhammad, kisah tentang tamu Ibrahim As, yaitu para Malaikat yang di muliakan? Ingatlah, ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Keselamatan bagimu.” Ibrahim As menjawab : “Keselamatan juga bagi kalian, wahai orang-orang yang tidak di kenal.” (Q.S. Adz-Dzariyat : 24-25).

Demikian pula kisah Malaikat Jibril As yang mendatangi Rasulullah Saw dalam bentuk seorang laki-laki yang sangat hitam rambutnya dan sangat putih pakaiannya, sebagaimana di riwayatkan dari Umar Bin Khatab Ra, ia berkata : “Pada suatu hari ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba tampak di hadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda telah melakukan perjalanan jauh dan tidak seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Rasulullah Saw bersabda : “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu? Aku menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah Saw bersabda : “Ia adalah Jibril, datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang agama kalian.” (H.R. Imam Muslim).

4. Beriman terhadap tugas-tugas mereka.
Di antara Malaikat yang di ketahui tugasnya adalah :
a. J ibril As, bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah kepada para Nabi dan Rasul, Allah berfirman : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an benar-benar di turunkan oleh Rabb semesta alam. Ia di bawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin(Jibril ke dalam hatimu wahai Muhammad, agar engkau menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (Q.S. Asy-Syu’ara : 192-194).
b. Malaikat Maut bertugas mencabut nyawa, Allah berfirman : “Katakanlah,”Malaikat maut yang di tugaskan untuk (mencabut nyawa) kalian akan mematikan kalian, kemudian hanya kepada Rabb kalian, kalian akan di kembalikan.” (Q.S. As-Sajadah : 11).

c. Munkar dan Nakir As, bertugas menanyai mayit di alam kubur.
Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda : “Apabila seorang mayit di kuburkan, maka akan datang kepadanya dua rnalaikat hitam kebiruan, salah satunya di sebut Munkar dan yang lainnya di sebut Nakir, kedua Malaikat tersebut bertanya : “Apa yang akan engkau katakan tentang laki-laki ini? mayit tersebut menjawab, “la adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk di sembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Kedua Malaikat tersebut berkata,”Sungguh kami telah mengetahui, bahwa engkau akan menjawab demikian”” Kemudian di luaskan kuburnya tujuh puluh kali tujuh puluh hasta, lalu di terangi kuburnya, kemudian di katakan kepadanya, “Tidurlah.” Mayit tersebut berkata, “Kembalikanlah aku kepada keluargaku, aku akan memberitahukan kejadian ini kepada mereka.” Kedua Malaikat tersebut berkata, “Tidurlah, seperti tidurnya pengantin baru.” (H.R. At-Tirmidzi).

d. Malaikat Israfil bertugas meniup Sangkakala.
Israfil As adalah salah satu Malaikat yang mulia yang memikul ‘Arsy, ia bertugas untuk meniup Sangkakala. Sangkakala adalah tanduk yang besar yang di kulurn oleh Israfil As, ia menantikan perintah dari Allah untuk meniupnya. Ia akan melakukan dua kali tiupan, tiupan pertama adalah tiupan yang mengejutkan, sehingga para makhluk akan mati, kecuali yang di kehendaki oleh Allah.
Allah berfirman : “Dan di tiuplah sangkakala, maka matilah yang di langit dan di bumi kecuali yang di kehendaki oleh Allah.” (H.R. At-Tirmidzi). Tiupan kedua adalah tiupan kebangkitan, maka seluruh manusia akan di bangkitkan dari kubumya, sebagaimana firman Allah : “Dan di tiuplah sangkakala yang kedua, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya menuju kepada Rabb mereka.” (Q.S. Yaasiin : 51).

e. Malaikat Malik As, bertugas sebagai pemimpin penjaga Neraka.
Allah berfirman : “Penduduk Neraka berseru, “Wahai Malik, biarlah Rabb-mu membunuh kami saja.” Malik As menjawab : “Kalian akan tetap tinggal di Neraka.” (Q.S. Az-Zukhruf : 51).

f. Malaikat yang bertugas sebagai penjaga Neraka.
Allah berfirman : “Tahukah engkau apakah Neraka Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia dan di atasnya ada sembilan belas malaikat penjaga dan Kami tidak menjadikan penjaga Neraka itu, melainkan dari para Malaikat.” (Q.S. Al-Muddatsir : 27 – 31).

g. Malaikat yang bertugas menjaga Syurga.
Allah berfirman : “Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka akan di bawa ke dalam Syurga berombong-rombongan pula, sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu, sedang pintu-pintunya telah terbuka, maka berkatalah kepada mereka para penjaga syurga, “Kesejahteraan di limpahkan bagi kalian, berbahagialah kalian, masukilah syurga ini, kalian kekal di dalamnya.” (Q.S. Az-Zumar : 73).

h. Malaikat yang bertugas mengatur janin di dalam rahim.
Di riwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud Ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya tiap-tiap kalian di kumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, lalu menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian di utuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya, lalu di perintahkan untuk menuliskan empat kalimat; rizqinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

i. Malaikat yang bertugas mendampingi manusia.
Allah berfirman : “Bagi manusia ada para Malaikat yang selalu mengikutinya secara bergiliran di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (Q.S. Ar-Ra’d : 11).

j. Malaikat yang bertugas mencatat amalan manusia.
Allah berfirnan : “Yaitu ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri, tiada suatu ucapanpun yang di ucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf : 17-18).

k. Malaikat yang bertugas untuk mencatat orang-orang yang menghadiri Shalat Jum’at.
Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwasanya Nabi Saw bersabda : “Ketika hari Jum’at, Malaikat berada di setiap pintu masjid mencatat orang-orang yang hadir paling awal, lalu yang datang kernudian, jika imam telah duduk di atas mimbar, di tutuplah buku catatan tersebut, lalu mereka masuk mendengarkan khutbah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).