oleh

Karena Kondisi Manusia Lemah Lahir Batin, Akibat Terlalu Sering Diperdaya Makhluk Jin, Selanjutnya Manusia Dimasuki Jin Qarinnya Sendiri

Tiga Sebab Yang Dapat Merusak Penjagaan Malaikat Kepada Manusia

SEBAB KETIGA : Karena Kondisi Manusia Lemah, Baik Lahir Maupun Batin, Akibat Terlalu Sering Diperdaya Makhluk Jin, Selanjutnya Manusia Dimasuki Jin Qarinnya Sendiri.

Makhluk jin itu ada yang namanya Qarin (Jin Qarin), yaitu jin yang diikutkan Allah pada manusia sejak manusia dilahirkan oleh ibunya, Jin Qarin itu ikut manusia bahkan sejak indung telur di dalam rahim seorang ibu pertama kali dibuahi oleh sperma seorang bapak, kemudian menjadi janin dan dilahirkan oleh ibunya di dunia.

Sejak itu sampai dengan saat ajal kematian manusia datang, jin Qarin mengikuti tahapan demi tahapan perjalanan hidup manusia sepanjang hidupnya, dia sebagai teman yang selalu menyertai dimanapun manusia itu berada.

Jika jin Qorin itu kafir sehingga jin itu termasuk di dalam golongan setan jin, maka di dalam hidupnya manusia mendapatkan sejelek-jelek Qarin (teman). Allah telah menegaskan dengan firman-Nya : “Barang siapa yang temannya adalah syaithan maka itu adalah sejahat-jahatnya teman.” (Q.S. An-Nisa’ : 4/38).

Dengan pertolongan Allah kepada hamba-hamba yang dikehendaki, jin Qarin yang asalnya kafir itu bisa masuk Islam, selanjutnya jin Qarin itu menjadi teman baiknya. Rasulullah Saw mengisyaratkan yang demikian dengan sabdanya :
عَومعٔـِؽُؿِمعٔـِمأَحَّٕمإِلاّموَضَِّموَطّؾَمضََِّؼِـَفُمعٔـَماظْفٔـٚم.مضَوُظْقامأَاَغًَِم
ؼَورَدُقِلَمآٔم.مضَولَ:موَإِؼٖويَمإِلاّمأَنٖمآَمضَِّمأَسَوغَـٔلمسَؾَقِفٔمصَلَدِؾَؿَمصَلاَم
ؼَلْعُُّغٔلمإِلاّمبٔوظْكَقِِّم.مرواهمعلؾؿ.م م
“Tidaklah dari salah satu diantara kalian kecuali sesungguhnya Allah telah mewakilkan temannya dari jin, mereka bertanya: “Apakah engkau juga ya Rasulullah?”, Rasulullah Saw menjawab: “Dan juga kepadaku, hanya saja sesungguhnya Allah telah menolongku mengalahkannya, maka ia masuk Islam, maka ia tidak memerintah kepadaku kecuali dengan kebaikan.” (H.R. Imam Muslim)`

Qarin menurut bahasa artinya teman, berarti jin Qarin adalah jin teman manusia yang di ikutinya, artinya fungsi keberadaan jin Qarin bagi manusia yang diikuti adalah sebagai teman atau sebagai penyeimbang kehidupan manusia dari aspek yang positif.

Hal itu, karena jin Qarin juga bertugas menjaga manusia dari gangguan jin, tetapi oleh karena ia datang dari dimensi jin, dalam keadaan tertentu keberadaan jin Qarin itu dapat mengakibatkan dampak yang negatif bagi
manusia yang dijaganya.

Konkritnya: ketika manusia yang dijaga itu terlalu sering dimasuki makhluk jin selain dirinya, bahkan jin yang masuk itu tidak satu jin, tapi beberapa jin dengan bergantian, supaya manusia yang menjadi tanggungannya itu tidak dimasuki lagi oleh jin yang lain, maka jin Qarin itu masuk ke dalam wilayah kesadaran manusia tersebut.

Akibatnya, jin Qarin itu tidak dapat keluar lagi dari ruang wilayah kesadaran manusia yang dimasuki itu, hal tersebut tidak banyak dimengerti oleh manusia yang berada di sekeliling manusia yang sedang dimasuki jin Qarin itu.

Mereka tidak mengetahui bahwa yang sedang menguasai kesadaran manusia itu adalah jin Qarinnya sendiri yang sebenarnya sedang melindungi manusia tersebut dari gangguan jin lain.

Akibatnya, terjadilah salah penanganan, oleh karena ditangani dengan cara yang salah, maka terjadilah salah faham antara manusia yang menolong manusia dengan jin Qarin yang juga dalam rangka menolong manusia tersebut.

Baca juga...  Syahadat Sebagai Upaya Latihan Pembentukan Kepribadian Muslim

Keadaan seperti inilah yang sering terjadi di lapangan sehingga akhirnya menyebabkan kematian dari orang yang sedang dirasuki jin
Qarin ini, seandainya cara penanganan tersebut dengan cara saling pengertian yang mendalam terhadap rahasia kejadian ini.

Orang yang menanggulangi temannya yang sedang kerasukan jin Qarin itu mampu menangani dengan keahlian dan pengalaman yang penuh, seorang ahli tersebut mampu mengenali dan membaca tandatanda keberadaan jin Qarin, maka resiko kematian itu dapat dihindari.

Seperti yang disampaikan di awal pembicaraan, bahwa jin Qarin adalah jenis jin yang menjadi teman manusia, fungsi keberadaannya di dalam kehidupan manusia juga menjaga manusia dari gangguan jin, maka walaupun jin itu tidak dapat dikeluarkan lagi dari jasad manusia, keberadaan jin Qorin yang sedang merasuki manusia itu sesungguhnya tidak membahayakan bagi kehidupan manusia yang dirasukinya, bahkan selalu dapat membantu asal manusianya memahami dengan benar.

Yang dibutuhkan dalam penanganan kejadian seperti ini adalah pengenalan dan kesabaran yang prima, baik dari yang menangani maupun dari keluarga si pasien, seorang ahli harus mampu melakukan pendekatan secara kejiwaan dengan didukung pemahaman tentang kejiwaan jin yang mendalam.

Walaupun jin Qarin tidak dapat dikeluarkan lagi dari tubuh manusia, manusia itu tetap dapat menjalani kehidupannya dengan normal, bahkan akan mendapatkan kelebihan-kelebihan hidup yang tidak mudah didapatkan bagi orang biasa.

Disamping hikmah kejadian tersebut harus mampu dibaca, juga pahala dan keutamaan yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang mau bersabar, apapun yang terjadi kepada orang-orang yang beriman, sesungguhnya itu adalah untuk kebaikan bagi orang-orang yang beriman itu sendiri.

Hanya saja untuk mencapai predikat sabar ini, orang beriman harus menyelesaikan ujian-ujian dan melewati tahapan-tahapan kehidupan yang harus dijalani sebagai proses untuk mencapai kesempurnaan imannya, ketika pertama kali jin Qarin itu masuk ke tubuh manusia, sebenarnya saat itu juga sudah dapat dibaca tanda-tandanya dengan jelas, di antaranya :

1. Keadaan orang yang baru dimasuki jin Qarin itu menjadi seperti anak kecil lagi bahkan seperti bayi, mereka membuang kotoran dan kencing di tempat, tidak bisa makan sendiri, tidak bisa memakai pakaian sendiri. Jika jin Qarin itu sudah jinak, dia minta dimandikan, kalau belum ya tidak mau mandi.

Hal tersebut bisa terjadi manakala antara yang menangani orang sedang kesurupan dengan jin Qarin yang nyurupi itu sudah saling kenal, artinya jin Qarin itu sudah percaya kepada orang yang menangani tersebut, bahwa orang tersebut tidak membahayakan bagi manusia yang dijaganya.

Tidak menyebabkan penderitaan bagi manusia yang dijaganya, bila tidak demikian, maka saat itu juga yang terjadi adalah permusuhan antara jin Qarin tersebut dengan orang yang berusaha membebaskan temannya itu.

Hal itu karena pada umumnya jin tidak mudah percaya kepada manusia, terlebih bila manusia yang menolong itu kurang dapat menjaga keikhlasan hatinya, bahkan tidak niat menolong tapi bekerja untuk mendapatkan bayaran, terlebih lagi kepada orang-orang yang memanfaatkan keawaman manusia untuk berbuat kebohongan.

Baca juga...  Bedakan Antara Bagian Dan Kewajiban

Jin Qarin lebih peka membaca niat-niat tersebut bahkan melebihi orang itu sendiri, oleh karenanya, keikhlasan hati di dalam menangani kasus-kasus orang kesurupan jin, terutama yang berkaitan dengan jin Qarin adalah hal yang sangat menentukan.

Apabila dengan ilmu dan kekuatannya, manusia memaksa jin Qarin untuk keluar dari jasad tersebut, jin itu akan keluar juga, tetapi keluar bersama-sama kehidupannya, berarti jasad yang ditinggalkan jin Qarin itu harus segera dikebumikan karena sudah ditinggalkan oleh kehidupannya.

Sedangkan kehidupan manusia yang menghidupi jasad itu entah berada di alam yang mana, yang penting dia belum masuk alam barzah, konon menunggu sampai jasadnya hancur menjadi tanah lagi.

2. Ketika jin Qarin sudah memasuki jasad manusia, maka dua kehidupan itu menjadi satu, masing-masing kehidupan itu dapat menjalani kehidupannya dengan tidak kurang suatu apapun asal keamanan bagi kedua pihak benar-benar terjamin.

Tinggal kehidupan yang mana yang lebih dominan, ketika dominan yang dimensi jin maka karakter yang tampak dari kehidupan itu adalah karakter jin, pada saat yang dominan dimensi manusia maka karakter yang muncul dari kehidupan itu adalah karakter manusia.

Jika si Qarin sudah merasa aman bahwa manusia yang dijaganya akan aman dan selamat, maka jin Qarin itu lebih senang menyembunyikan diri ketika manusia yang dijaga itu sedang bergaul dengan manusia yang lain, sehingga yang tampak dalam kehidupan itu utuh karakter manusia.

Namun ketika manusia itu sedang bertemu dengan orang yang telah dikenal oleh jin Qarinnya, maka jin Qarin itu suka menampakkan dirinya melalui karakter pembawaan aslinya sehingga ia dapat berbincang-bincang secara bebas dan akrab sebagai jin Qarin dengan manusia yang dikenal itu.

Layaknya sebagai manusia biasa padahal sesungguhnya ia adalah seorang jin yang sedang terkurung di dalam wilayah jasad manusia, bagi orang yang memahami, keadaan seperti ini sesungguhnya sangat asyik dan menyenangkan.

Karena antara dua makhluk yang berbeda dimensi itu dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman, hal itu akan dapat menambah luasnya ilmu pengetahuan dan wawasan bagi manusia, asal di pihak manusia tetap waspada bahwa siapapun dia, sesuai dengan tabiatnya, seorang jin tetap suka berbuat kebohongan.

Disaat jin Qarin sudah terkurung rapat di wilayah dimensi jasad manusia, jin Qarin itu tidak dapat lagi berkomunikasi dengan teman-temannya sesama jin, kecuali menggunakan media yang tersedia di alam dimensi manusia.

Komunikasi itu dilakukan dengan suara burung, kadang dengan suara belalang dan kadang juga dengan suara cicak, demikianlah keadaan dua kehidupan berbeda dimensi yang terlanjur menjadi satu itu. Keduanya terpaksa harus menjalani perjalanan kehidupan sesuai sunnah yang sudah ditetapkan baginya sepanjang sisa usia manusia yang menjadi wadak rumah tempat tinggal yang ditempati dari kehidupan mereka berdua.

Baca juga...  Al-Lafazhat (Ungkapan Kata-Kata)

Ketika ajal kematian manusia itu tiba, sesuai fungsinya, jin Qarin itu di ikutkan lagi kepada manusia yang lainnya, dalam hal ini kadang-kadang di ikutkan kepada salah satu anak dari manusia yang pernah menjadi momongannya dahulu.

Makanya, jin Qarin ini kenal betul kepada silsilah manusia tersebut, bahkan sampai dengan kakek neneknya tujuh turunan, oleh karenanya kadang-kadang jin Qarin yang merasuki manusia ini suka mengaku sebagai kakeknya yang terdahulu yang dengan istilah jawa titisan mbahnya atau bahkan mengaku ruh Wali yang dihormati oleh masyarakat setempat.

Dengan kebohongan seperti itu, seorang jin dapat menyesatkan manusia, dia memalingkan keimanan dan aqidah manusia walau jin itu sudah beragama Islam, hal itu karena secara qudrati jin memang tercipta sebagai musuh manusia.

Jangankan jin dengan manusia, bahkan sesama ulama saja ada yang saling bermusuhan dan saling menjatuhkan, Rasulullah Saw telah menegaskan hal tersebut dengan sabdanya :
حَّٔؼٌُ مسَوئٔشَيَ مرَضٔلَ ماظؾّفُ مسَـِفَو مضَوظًَِ م: مضُؾًُْ مؼَو مرَدُقلَ ماظؾّفٔ مإِنٖم
اظْؽُفٖونَمطَوغُقامؼُقَّٚثُقغَـَومبٔوظشٖلِءٔمصَـَفُّٔهُمحَؼٛومضَولَمتٔؾْؽَماظْؽَؾٔؿَيُماظْقَؼٗم
ؼَكِطَػُفَوماظْفٔـٚلٗمصَقَؼّْٔصُفَومصٔلمأُذُنِموَظٔقٚفٔموَؼَِّؼُّمصٔقفَومعٔوئَيَمطَِّبَيٕم م
Hadits Aisyah Ra berkata: Aku pernah bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya beberapa orang dukun pernah menceritakan sesuatu kepada kami dan kami rasa apa yang mereka ceritakan itu benar.”

Rasulullah Saw bersabda: “Kalimat yang benar itu memang sengaja diambil dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya, tetapi di dalamnya sudah ditambahkan dengan seratus kedustaan.” (H.R. Imam Bukhari di dalam Kitab Permulaan Kejadian hadits nomor 2971).

Oleh sebab itu, manusia jangan coba-coba sengaja mendekat dan memasuki habitat mereka, apalagi bagi yang kurang memahami dan mengenali urusan jin serta dimensinya, ingat bahwa jin melihat manusia sedang manusia tidak dapat melihat jin.

Di habitatnya jin menjadi lebih perkasa, bahwasanya orang yang paling rentan terbakar api adalah orang yang paling dekat dengan api, apalagi api yang dapat ditimbulkan akibat pelaksanaan ruqyah tersebut.

Ruqyah bukanlah alat untuk mendeteksi apakah di dalam tubuh manusia ada jin atau tidak, ruqyah bukan alat untuk memasukkan jin ke dalam tubuh manusia, bukan alat sihir supaya orang yang sadar menjadi tidak sadar, bukan orang yang asalnya sehat menjadi muntah-muntah dan kencing di mesjid.

Ruqyah adalah sarana untuk membantu penyembuhan bagi orang yang sedang sakit, baik akibat gangguan jin maupun sakit yang lainnya.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru