oleh

Keutamaan Do’a dan Adabnya

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Rabb kalian berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” 


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a jika ia memohon kepada-Ku, karena itu, hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada di atas kebenaran.”


Nabi Saw bersabda :
الدُّعَاءُ هُوَالعِبَادَةُ، قَلَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Do’a adalah ibadah. Rabb kalian berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”

اِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَيْ حَيِيٌّ كَرِيْمٌ يَسْتَحْيِيْ مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّ هُمَاصِفْرًا
“Sungguh, Rabb kalian Tabaraka wa Ta’ala Maha Pemalu dan Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya (berdo’a) kepada-Nya, lalu membiarkan tanpa memberinya.”

مَامِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ اللهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَيْ ثَلاَثٍ: إِمَّاأَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَالَهُ فِيْ اللآخِرَةِ وَإِمَّ أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِسْلِهَا. قَالُوْا: إِذًا نُكْثِرَ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ
.
“Tidaklah seorang muslim berdo’a kepada Allah yang di dalammya tidak ada unsur dosa dan pemutusan hubungan keluarga kecuali Allah pasti memberikan salah satu di antara tiga hal ini : do’anya segera dikabulkan, Dia menyimpannya di akhirat untuknya, atau Dia menghindarkan orang tersebut dari kejelekan yang sebanding.” Mereka berkata, “Kalau begitu, kami akan memperbanyak do’a.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak mengabulkan.”

Baca juga...  Tentang Hati Yang Khusyu'

Adab-adab dan sebab-sebab terkabulnya do’a, yaitu :

  1. Ikhlas untuk Allah semata.
  2. Memulai dan menutup do’a dengan memuji Allah, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallama.
  3. Mantab dalam berdo’a dan yakin akan dikabulkan.
  4. Sungguh-sungguh dan terus-menerus dalam berdo’a serta tidak tergesa-gesa.
  5. Menghadirkan hati dalam berdo’a.
  6. Berdo’a dalam keadaan suka maupun duka.
  7. Hanya meminta kepada Allah.
  8. Tidak mendo’akan kejelekan untuk keluarga, harta, anak dan jiwa.
  9. Merendahkan suara ketika berdo’a, yakni tengah-tengah antara pelan dan keras.
  10. Mengakui dosa, lalu memohon ampunan dan mengakui nikmat, lalu bersyukur kepada Allah.
  11. Tidak bersajak dalam mengucapkan do’a.
  12. Merendahkan diri, khusyu’, penuh harap dan takut.
  13. Mengembalikan setiap hal yang diambil secara zhalim kepada yang berhak dengan disertai taubat.
  14. Mengucapkan do’a tiga kali.
  15. Menghadap kiblat.
  16. Mengangkat dua tangan ketika berdo’a.
  17. Berwudhu’ sebelum berdo’a jika mudah dilakukan.
  18. Tidak melampaui batas dalam berdo’a.
  19. Memulai do’a untuk dirinya sendiri lebih dahulu jika berdo’a untuk orang lain.
  20. Bertawassul kepada Allah dengan menggunakan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang mulia atau dengan amal shalih yang pernah ia kerjakan atau dengan cara minta di do’akan oleh orang shalih yang masih hidup dan ada bersamanya.
  21. Hendaknya makanan, minuman dan pakaiannya berasal dari hasil yang halal.
  22. Tidak berdo’a untuk melakukan perbuatan dosa atau memutus tali silaturrahim.
  23. Menyuruh perkara yang baik dan mencegah perbuatan yang mungkar.
  24. Menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru