oleh

Konsekuensi dari Pelaksanaan Li’an

Akibat dari Pelaksanaan Li’an

Jika telah terjadi li’an di antara suami isteri, maka ada beberapa konsekuensi, antara lain :

1. Gugurnya hadd dari kedua suami isteri yang melakukan li’an, dengan li’an, maka gugurlah hadd qadzaf bagi suami dan gugur pula hadd zina (rajam) bagi isteri.

2. Wanita yang telah melakukan li’an tidak boleh di tuduh melakukan zina, barangsiapa yang menuduh wanita telah melakukan li’an dengan tuduhan bahwa ia melakukan zina, maka orang yang menuduh di tetapkan hadd qadzaf, ini adalah pendapat Jumhur ulama’.

3. Memisahkan antara kedua suami isteri tersebut, pemisahan itu terjadi setelah terjadinya li’an yang sempurna (antara suami isteri), tanpa harus di pisahkan oleh hakim. Ini adalah pendapat Jumhur ulama’.

Dan pemisahan kerena li’an adalah fasakh, bukan talak, ini adalah pendapat Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad dan Ibnu Hazm. (H.R. Muttafaq‘alaih, Bukhari Juz 5 : 5008 dan Muslim Juz 2 : 1494).

4. Wanita tersebut haram bagi suaminya untuk selamanya, ini adalah pendapat Jumhur ulama’.

Berkata Sahl bin Sa’d : “Telah di tetapkan oleh Sunnah untuk dua orang yang saling meli’an, agar keduanya di pisahkan dan keduanya tidak boleh bersatu (kembali) selama-lamanya.”

5. Suami tidak berhak mengambil mahar dari isterinya yang telah di li’an. (H.R. Muttafaq‘alaih, Bukhari Juz 5 : 5035 dan Muslim Juz 2 : 1493).

6. Wanita yang pernikahannya di batalkan karena li’an, maka dalam masa ‘iddahnya ia tidak berhak mendapatkan nafkah dan tempat tinggal.

7. Anak yang terlahir di nisbatkan kepada wanita yang melakukan li’an (ibunya) dan terputus nasab anak tersebut dari jalur bapak.

Barkata Imam Ibnul Qayyim, “Terputusnya nasab dari jalur bapak, karena Rasulullah Saw menetapkan agar tidak menisbahkan nasab anak dari wanita yang di li’an kepada bapaknya, inilah yang benar dan ini adalah pendapat Jumhur ulama’.”

Baca juga...  Pengertian Khulu'

8. Tetapnya hak waris antara wanita yang melakukan li’an dengan anaknya. (H.R. Muttafaq‘alaih, Bukhari Juz 5 : 5003 dan Muslim Juz 2 : 1492).

Baca mengenai hal ini sebelumnya, yaitu :

Pengertian Li’an dan Hukumnya

Tata Cara Pelaksanaan Li’an

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru