Jumhur ulama’ berpendapat, bahwa hukum nadzar adalah makruh.

Di antara dalilnya adalah hadits yang di riwayatkan dari Ibnu ‘Umar Ra, ia berkata : “Nabi Saw melarang dari nadzar, beliau bersabda, “Sesungguhnya nadzar tidak dapat menolak sesuatu dan sesungguhnya nadzar keluar dari orang yang kikir.” (H.R. Bukhari Juz 6 : 6234 dan Muslim Juz 3 : 1639).

Macam-macam Nadzar

Nadzar terbagi menjadi dua macam, antara lain :

1. Nadzar mutlak

Nadzar mutlak yaitu seorang yang mewajibkan atas dirinya sendiri dengan suatu perbuatan tanpa menggantungkannya kepada sesuatu, misalnya seorang mengatakan, “Aku berjanji akan melakukan puasa senin kamis.”

2. Nadzar mua’llaq

Nadzar mua’llaq yaitu seorang yang mewajibkan atas dirinya sendiri dengan suatu perbuatan dan menggantungkannya terhadap adanya nikmat atau hilangnya keburukan.

Misalnya : “Jika Allah menyembuhkan penyakitku, maka aku wajib berpuasa senin kamis.”

Nadzar mu’allaq ini memulainya adalah makruh, namun jika syaratnya telah terpenuhi, maka wajib untuk melaksanakannya.

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: