oleh

Macam-Macam Sabar

Macam-macam sabar, yaitu :

1. Sabar terhadap musibah.
Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering di nasehatkan banyak orang, karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang dalam sebuah hadits di riwayatkan : Dari Anas bin Malik Ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah.‟ Wanita tersebut menjawab, “Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.”


Kemudian di beritahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah Saw, lalu ia mendatangi pintu Rasulullah Saw dan ia tidak mendapatkan penjaganya, kemudian ia berkata kepada Rasulullah Saw, “Maaf, aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah Saw.” Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw bersabda : Dari Abu Hurairah Ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh, namun jika kalian sudah menghadapinya, maka bersabarlah untuk menghadapinya.” (H.R. Imam Muslim).

3. Sabar berjama’ah, terhadap amir yang tidak di sukai.
Dalam sebuah riwayat di gambarkan, dari Ibnu Abbas Ra, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak di sukainya, maka hendaklah ia bersabar, karena siapa yang memisahkan diri dari jama’ah satu jengkal, kemudian ia mati, maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah.” (H.R. Imam Muslim).

4. Sabar terhadap jabatan dan kedudukan.
Dalam sebuah riwayat di gambarkan, dari Usaid bin Hudhair, bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah Saw : “Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak).” (H.R. At-Tirmidzi).

Baca juga...  Cara Tidur Rasulullah Saw

5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat. 
Dalam sebuah hadits di riwayatkan, Rasulullah Saw bersabda, “Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka, adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka.” (H.R. At-Tirmidzi).

6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi.
Dalam sebuah riwayat di gambarkan, dari Abdullah bin Umar Ra yang berkata bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat.” (H.R. At-Tirmidzi). 

Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran

1. Meng-ikhlaskan niat kepada Allah, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya, Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah.

2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an.
Baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari, akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut di sertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang di kandungnya, karena Al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan, masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.

3. Memperbanyak puasa sunnah.
Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu, terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya, puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4. Mujahadatun Nafs.
Sebuah usaha yang di lakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir dan sebagainya.

5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia.
Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna, sedangkan ketidak sabaran (isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal, apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang di lakukannya dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat Q.S. 9 : 105).

Baca juga...  Al-Lafazhat (Ungkapan Kata-Kata)

6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. 
Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah di latih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya, kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq, wakaf shadaqah dan lain sebagainya.

7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.
Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut di contoh dalam kehidupan nyata di dunia.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya