oleh

Macam-Macam Tasawuf Falsafi

-Tasawuf-1 views

Macam-macam tasawuf falsafi

1. Hulul
Hulul merupakan salah satu konsep di dalam tasawuf falsafi yang meyakini terjadinya kesatuan antara khaliq dengan makhluk, paham hulul ini di susun oleh Al-Hallaj.


2. Wahdah Al-Wujud

Istilah Wahdah Al-Wujud sangat dekat dengan pribadi Ibnu Arabi, sehingga ketika menyebut pemikiran Ibnu Arabi seakan-akan terlintas tentang doktrin wahdah Al-Wujud sebenarnya wihdatul wujud bukan penyebutan dari Ibnu Arabi sendiri melainkan sebutan yang di lontarkan oleh musuh bebuyutannya yaitu Ibnu Taimiyah.


3. Ittihad 
Pengertian ittihad sebagaimana di sebutkan dalam sufi terminologi ittihad adalah penggabungan antara dua hal yang menjadi satu, ittihad merupakan doktrin yang menyimpang, di mana di dalamnya terjadi proses pemaksaan antara dua ekssistensi, kata ini berasal dari kata wahd atau wahdah yang berarti satu atau tunggal, jadi ittihad artinya bersatunya manusia dengan Tuhan.

4. Insan Kamil

Al-Jilli adalah seorang yang sangat terkenal di Baqhdat, riwayat hidupnya tidak banyak di ketahui oleh sejarah tapi yang jelas ajaran yang Al-Jilli ini adalah Insan Kamil dan Insan Kamil menurut Al-Jilli adalah manusia yang wara’.

5. Wujud Al-Mutlak
Ibnu Sab’in di samping para sufi ia juga seorang filosof yang sangat terkenal dari Andalusia, ia adalah seorang penggagas paham tasawuf yang lebih dikenal dengan “kesatuan mutlak.” 

Ibnu Khaldun dalam karyanya Al-Muqaddimah, menyimpulkan bahwa ada empat objek utama yang menjadi perhatian para sufi filosof, antara lain :

  1. Latihan rohaniah dengan rasa, instiusi serta introspeksi diri yang timbul darinya.
  2. Iluminasi atau hakekat yang tersingkap dari alam gaib, seperti sifat-sifat rabbani, arsy, kursi, malaikat dan lain-lain.
  3. Peristiwa-peristiwa dalam alam maupun kosmos yang berpengaruh terhadap berbagai bentuk kekeramatan atau keluar biasaan.
  4. Penciptaan ungkapan-ungkapan yang pengertiannya sepintas samar-samar (syatahiyyat).

Tasawuf Al-Ghazali 
Menurut Imam Ghazali, tasawuf adalah “Jalan (thariq) ditempuh dengan mempersembahkan kegiatan mujahadah (perjuangan) dan menghapus sifat-sifat tercela dan memutuskan semua ketergantungan dengan makhluk, serta menyongsong esensi cita-cita bertemu Allah. Jika tujuan itu tercapai, maka Allah-lah yang menjadi penguasa dan pengendali hati hamba-Nya dan Dia menerangi hamba-Nya dengan cahaya ilmu.” “Jika Allah berkenan mengurusi hati hamba-Nya, maka Dia akan menambahkan rahmat pada hati tersebut; cahaya hati tersebut akan bersinar cemerlang, dada menjadi lapang, terbuka baginya rahasia kekuasaan Allah, hijab yang menghalangi kemuliaan hati akan terbuka dengan kelembutan rahmat, serta hakikat masalah-masalah ketuhanan akan tersibak.” Jika semua ini telah dicapai, maka seorang sufi telah mencapai derajat musyahadah yang menjadi tujuan tasawuf

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya