oleh

Makanan yang Di haramkan menurut Syari’at Islam

Makanan yang di haramkan menurut Syari’at Islam terbagi menjadi dua, yaitu :

A. Makanan yang Di haramkan Berdasarkan Al-Qur’an.

Beberapa jenis makanan yang di haramkan dalam Al-Qur’an, antara lain :

1. Bangkai

Bangkai adalah hewan yang mati tanpa disembelih secara syar’i. Sehingga yang termasuk bangkai adalah hewan yang mati tercekik, hewan yang mati karena terpukul dengan tongkat atau yang lainnya.

Hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi, hewan yang mati karena ditanduk hewan yang lainnya, hewan yang mati karena diterkam hewan yang buas, serta bagian yang di potong dari hewan yang masih hidup.

Adapun hewan yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan di terkam hewan buas, yang masih dalam keadaan hidup dan masih sempat di sembelih secara syar’i, maka ia adalah halal.

Dan tanda-tanda hewan tersebut masih dalam keadaan hidup adalah masih bergerak dan memancarkan darah segar yang deras ketika di sembelih.

2. Darah yang mengalir.

Darah yang mengalir yang di maksud adalah darah yang mengalir dari binatang darat ketika di sembelih.

3. Babi

Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama’ tentang najis dan haramnya daging babi, baik lemaknya, kulitnya, dan seluruh anggota badannya.

4. Hewan yang disembelih dengan tidak menyebut Nama Allah.

Sebagaimana firman Allah : “Dan janganlah kalian memakan hewan-hewan yang tidak di sebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (Q.S. Al-An’aam : 145).

5. Hewan yang di sembelih untuk selain Allah.

Sembelihan yang di peruntukkan kepada selain Allah, baik itu untuk patung, batu, laut, penghuni kubur dan yang semisalnya, maka sembelihan tersebut hukumnya haram. (Q.S. Al-An’aam : 145).

Baca juga...  Rukun Akad Nikah

B. Makanan yang Di haramkan Berdasarkan As-Sunnah

Beberapa jenis makanan yang di haramkan dalam As-Sunnah, antara lain :

1. Hewan yang memiliki taring untuk memangsa

Setiap hewan yang memiliki taring untuk memangsa, maka ia haram untuk di makan, ini adalah pendapat Jumhur ulama’ (Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah), misalnya singa, srigala, harimau, macan, anjing, kucing dan yang sejenisnya.

2. Burung yang bercakar (burung pemangsa)

Jumhur ulama’ kecuali Malikiyah berpendapat, bahwa setiap burung yang bercakar, yang cakarnya di gunakan untuk memangsa, maka haram untuk
di makan. (H.R. Muslim Juz 3 : 1934).

Adapun ayam, merpati, burung-burung kecil dan burung yang tidak memangsa dengan cakarnya, maka tidaklah di sebut burung bercakar, menurut bahasa.

Karena cakarnya hanya di gunakan untuk berpegang dan mengorek tanah, bukan untuk berburu dan memangsa, sehingga hukum hewan-hewan tersebut adalah halal.

3. Hewan yang di perintahkan syari’at untuk di bunuh

Seperti kalajengking, burung elang, burung gagak, tikus, anjing galak (hitam), tokek, cicak, ular dan sebagainya. (H.R. Muslim Juz 3 : 1933).

4. Hewan yang di larang syari’at untuk di bunuh

Seperti semut, lebah, burung hud-hud, burung shurad (sejenis burung pipit), katak dan sebagainya.

5. Jallalah

Jallalah adalah hewan yang sebagian besar makanannya adalah benda najis, apabila hewan jallalah telah di kurung selama tiga hari dan di beri makan dengan sesuatu yang bersih (bukan najis) minimal tiga hari atau hingga bekas najisnya hilang darinya, maka dagingnya halal untuk di makan dan susunya halal untuk di minum.

Di riwayatkan pula dari Imam Ahmad, bahwa hewan jallalah di kurung selama tiga hari, baik itu berupa burung maupun hewan ternak.

Baca juga...  Pengertian Tentang Ruju'

Dalam riwayat lain darinya, yaitu ayam di kurung tiga hari, kambing tujuh hari, sementara sapi, unta dan sejenisnya di kurung empat puluh hari.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya