oleh

Makna Riyadah Dan Mujahadah Dalam Thariqat An-Naqsyabandi

-Tasawuf-0 views

Nilai-nilai akhlak dalam ajaran Thariqat Naqsyabandi terdapat dalam maqamat yang dicapai, maqamat merupakan jalan panjang atau tingkatan akhlak yang harus ditempuh untuk berada dekat dengan Allah.

Tingkatan akhlak tersebut adalah al-taubah, al-zuhud, al-wara’, al-faqr, al Sabr, al-tawakkal dan al-rida. Nilai-nilai akhlak juga terdapat dalam ajaran Tariqat Naqsyabandi dan dalam adab-adab yang diajarkan Syaikh Abdul Wahab Rokan yaitu jujur, tawadu’, dermawan, penolong (peduli), kesopanan dan qana’ah.

Selain itu akhlak kesederhanaan, kelembutan dan tawadu’ juga terdapat dalam makna zikir khafi (qalbi) yang menjadi pilihan zikir sebagai amalan utama pengikut Thariqat Naqsyabandi.

Penanaman akhlak mulia dilakukan dengan tazkiyatunnafs yaitu melakukan riyadah dan mujahadah, latihan ruhani (riyadah) mengandung tiga tahapan yaitu takhalli, tahalli dan tajalli.

Selain itu para salik juga melakukan mujahadah (upaya keras dan sungguh-sungguh) dalam melawan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seperti zikrullah, shalat berjamaah dan sedekah.

Latihan ruhani dan usaha sungguh-sungguh ini mendatangkan anugerah Allah, yaitu beberapa kondisi jiwa (ahwal) yaitu ketenangan (tuma’ninah), kesadaran diri selalu berhadapan dan dalam pengawasan-Nya (muraqabah), rasa takut (khauf), optimis (raja’), cinta Allah (mahabbah), melihat Allah dengan mata hati (musyahadah) dan yaqin yaitu akumulasi dari semua kondisi mental.

Munculnya beberapa kondisi jiwa ini disebabkan adanya pengalaman mistik (spiritual, emosional dan kognitif) yang diterima salik, pengalaman mistik lebih banyak menyebabkan perubahan, mulai dari meningkatnya keimanan hingga sikap ketaqwaan yang berbuah akhlak mulia.

Penanaman akhlak mulia juga dilakukan dengan beberapa kegiatan seperti menghadiri pengajian Thariqat Naqsyabandi, dalam pengajian ini terdapat metode penanaman akhlak, yaitu ceramah, qissah, al-ibrah wa al-mau’izah, al-targib wa al-tarhib, ketauladanan dan pengawasan.

Selain itu juga terdapat pembiasaan kebaikan seperti bangun malam, bersedekah dan shalat berjamaah, oleh karena para salik merupakan manusia dewasa yang memiliki kemampuan nalar yang tinggi, kesadaran dan kemauan sendiri mengikuti riyaḍah, mujahadah dan semua kegiatan dalam kegiatan suluk, maka perubahan pada diri setiap salik menjadi lebih melekat.

Baca juga...  Terapi Dalam Literatur Tasawuf Dan Definisi Tasawuf

Beberapa perubahan yang terjadi seperti beriman dan bertaqwa, tawadu’, jujur, berbaik sangka, penolong, dermawan dan murah hati, hati-hati (wara’), pemaaf, saling menghargai, hormat dan peduli.

Bentuk-bentuk perubahan ini disebut juga dengan karakter dan akumulasinya bermuara pada perwujudan pribadi yang berakhlak mulia sesuai dengan ajaran utama Islam dan kepribadian Rasulullah Saw.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru