oleh

Manfaat Puasa Dalam Perspektif Kesehatan

-Health-3 views

Pandangan Para Ahli Kesehatan Tentang Puasa

Puasa pada makhluk hidup adalah di antara hakikat-hakikat ilmiah yang bisa diterima, sesungguhnya yang berpuasa bukan hanya manusia saja, karena para ilmuwan biologi telah membuktikan bahwa terdapat banyak makhluk hidup selain manusia menjalani puasa pada fase-fase kehidupan mereka, seperti : unta, ular anaconda, beruang kutub, dan serangga.
Para ilmuwan juga menganggap bahwa puasa adalah suatu fenomena kehidupan alami, yang menjadikan kehidupan berjalan dengan lurus, sehat dan sempurna, maka disini nampak dengan jelas hikmah kesehatan pada syariat puasa, karena puasa membantu seluruh makhluk hidup untuk beradaptasi dengan makanan yang sangat sedikit dan membuatnya mampu menjalani kehidupan secara alami dan normal, sebagaimana ilmu-ilmu pengetahuan modern menetapkan bahwa puasa juga melindungi makhluk hidup dari berbagai penyakit dan membantu penyembuhan secara efektif.

Di sini kita akan membahas beberapa pernyataan dokter-dokter terkemuka di dunia, melalui penelitian dan karya ilmiah mereka, setelah mereka mengadakan penelitian tentang puasa.

1. Ibnu Sina, seorang filosof dan dokter muslim yang termasyur, mewajibkan puasa selama tiga minggu untuk beberapa kondisi penyakit yang di tanganinya, ada unsur lain yang menyebutkan bahwa Ibnu Sina menganggap puasa sebagai unsur penting dalam penyembuhan penyakit cacar dan penyakit kelamin, menurutnya, puasa merupakan salah satu sarana efektif untuk melepaskan beberapa mikroorganisme di dalam tubuh, yang di antaranya adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam penyakit kelamin, ini disebabkan karena puasa mengandung unsur yang dapat menghancurkan selsel yang telah rusak untuk kemudian dibangunnya kembali menjadi sel-sel yang baru. Inilah yang disebut dengan puasa dalam pengobatan penyakit kelamin.

Terapi ini sendiri merupakan pengobatan cara Timur klasik, di samping itu, masih banyak lagi kondisi-kondisi yang dapat dimanfaatkan dari pengobatan cara ini, sehingga pada masa modern ini, terapi puasa telah banyak dipergunakan oleh para pakar kedokteran. Dalam hal lain, Ibnu Sina dalam menangani pasiennya, beliau terlebih dahulu melihat tentang sebab-sebab timbulnya penyakit tersebut dengan cara mengenali kejiwaan pasien tersebut, menurut Ibnu Sina jiwa merupakan kesempurnaan awal, karena dengannya suatu spesies menjadi sempurna sehingga menjadi manusia nyata. Apabila jiwa tidak sehat, akan menyebabkan tubuh tidak sehat pula dan salah satu yang menjadikan jiwa sehat adalah dengan melakukan ibadah puasa.

Baca juga...  Khasiat Kembang Kol

Ibnu Sina memandang kebahagiaan dan kesehatan sejatinya hanya dapat terwujud melalui perbaikan bagian praktis dari jiwa atau perbaikan akhlak, hal itu dapat dilakukan jika manusia berpegang teguh pada keutamaan, yaitu bersikap moderat di antara dua akhlak yang saling bertentangan. “Keutamaan adalah sikap tengah antara ifrath (sikap berlebihan) dan tafrith (sikap kurang). Apabila dalam melakukan ibadah puasa sikap berlebihan ini tidak dianjurkan, karena kalau berlebihan dalam mengkomsumsi makanan ketika berpuasa akan mengakibatkan tubuh tidak sehat. Begitu juga dengan sikap kurang dalam melakukam ibadah puasa yaitu dengan tidak melakukan sahur, apabila berpuasa dengan tidak melakukan sahur makan akan menyebabkan yang berpuasa menjadi lapar sehingga tidak bisa berkonsentrasi serta kehilangan vitalitas tubuhnya.

Kondisi ini membuat ia tidak dapat mengendalikan emosinya, jika sifat tengah ini terwujud, maka manusia dapat melepaskan diri dari kondisi-kondisi ketundukan atas hal-hal yang mendorong pada syahwat yang memerintahkannya untuk memperoleh kemenangan dan kemarahan, sehingga yang dituntut dari perbaikan akhlak adalah memberikan kondisi dominan dan penghindaran pada jiwa, bukan ketundukan dan kepatuhan.

Pada prinsipnya, Ibnu Sina adalah sosok dokter jasmani dan psikolog rohani yang telah menjadi teladan bagi segenap dokter dan psikolog dunia. Resep pengobatannya tidak melulu obat herbal atau kimia. Justru Ibnu Sina sering menelaah sejumlah rutinitas ibadah seperti salat dan puasa yang sengaja diperintahkan Tuhan untuk dijalankan sebagai kewajiban normatif.

2. Shelton dalam bukunya tentang puasa, “Le Jeunu”, dan riset yang dilakukan oleh Lutzner H. dalam bukunya yang berjudul “Kembali Hidup Sehat dengan Puasa” yang diterjemahkan oleh dokter Thahir Ismail. Berikut ini adalah beberapa manfaat puasa, yaitu :

– Puasa adalah bentuk relaksasi, agar dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi dalam anggota tubuh.


– Puasa dapat menghentikan proses penyerapan sisa-sisa makanan di dalam usus lalu membuangnya, karena tanpa adanya proses pembuangan sisa-sisa sari makanan ini, maka akan mengakibatkan penumpukan dan merubahnya menjadi racun, sebagaimana juga puasa merupakan satu-satunya cara relaksasi adalah teknik yang dapat digunakan semua orang untuk menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang dengan membentuk pribadi yang baik, menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau akibat ketidakberdayaan seseorang dalam mengendalikan ego yang dimilikinya, mempermudah seseorang mengontrol diri, menyelamatkan jiwa dan memberikan kesehatan bagi tubuh, untuk membersihkan racun yang tertumpuk di dalam tubuh ataupun racun yang baru masuk melalui makanan yang terkontaminasi.

– Dengan puasa, tubuh akan mampu menghancurkan zat-zat yang berlebihan dalam tubuh dan juga melarutkan endapan-endapan yang terdapat dalam jaringan tubuh manusia.


– Puasa adalah alat untuk meremajakan dan mengembalikan vitalitas pada berbagai macam sel dan jaringan dalam tubuh.


– Puasa dapat melancarkan proses pencernaan dan memudahkan penyerapan sari-sari makanan, serta menstabilkan proses masuknya makanan secara berlebihan.


– Puasa memiliki pengaruh yang besar pada kulit seperti halnya yang dilakukan alat-alat kosmetik demi mendapatkan kecantikan dan kehalusan kulit.


– Puasa adalah tehnik pengobatan yang manjur dan paling sedikit resikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus berkembang. Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi, begitu juga dapat menurunkan 70 kadar lemak dan asam urat dalam darah, sehingga tubuhpun terjaga dari kemungkinan terjadinya pembekuan pada pembuluh arteri (pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung), encok, dan penyakit.

Baca juga...  Sehat Bersama Madu dan Air Zam-Zam

Sistem sirkulasi adalah suatu sistem organ yang berfungsi sangat penting dalam mempertahankan hidup, fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida, penyakit lainnya yang berhubungan dengan masalah nutrisi, sirkulasi tubuh dan penyakit jantung, demikianlah setelah tubuh berhasil membersihkan racun yang ada padanya dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan relaksasi dengan sempurna melalui puasa, mulailah tubuh melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi pada jaringannya dan merapikan sistem pengaturan fungsi tubuh, ini semua bisa dilakukan setelah tubuh mendapatkan kembali energinya dengan sempurna berkat proses relaksasi yang terjadi saat puasa.

3. Seorang peneliti dari Hai’atul I’jaazil Ilmi fil Qur’an was Sunnah (Lembaga Pengkajian Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah ), yaitu Dr. Abdul Jawwad As-Shawi mengatakan ketika berpuasa, maka akan terjadi dua peristiwa penting dalam tubuh, rekonstruski (penyusunan) sel-sel tubuh, bahwa zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh, pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil proses pencernaan, pada saat puasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses percernaan, kemudian di distribusikan sesuai dengan kebutuhan sel-sel tubuh, dengan demikian, terbentuklah gugus-gugus baru untuk sel-sel, yang merenovasi strukturnya dan meningkatkan kemampuan fungsionalnya, sehingga menghasilkan kesehatan, pertumbuhan, dan kenyamanan bagi tubuh manusia.

Puasa Islam merupakan satu-satunya sistem gizi yang paling ideal untuk mereparasi (memperbaiki) kemampuan fungsional hati, dimana puasa memberinya banyak zat asam lemak dan asam amino dasar dalam rentang waktu antara buka puasa dan makan sahur, sehingga terbentuklah gugus-gugus protein, lemak, kolestrol, dan zat-zat lain untuk pembentukan sel-sel baru dan membersihkan sel-sel hati dari lemak yang berkumpul di dalamnya setelah makan selama siang hari berpuasa, dengan demikian mustahil hati akan mengalami kerusakan, karena pengerasan hati (cirrhosis hepatasis) atau gangguan pada fungsi-fungsinya disebabkan tidak terbentuknya zat pengangkut lemak darinya, yaitu lemak yang berkepadatan sangat rendah, yang pembentukannya bisa dihambat dengan lapar atau banyak mengkomsumsi makanan yang kaya lemak. 

Baca juga...  Menjaga Kesehatan Dalam Dua Kata: Makanlah dan Jangan berlebihan

Berdasarkan ini semua, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa puasa Islam memiliki peran efektif untuk memelihara aktivitas dan fungsi-fungsi sel hati, untuk kemudian sangat berpengaruh dalam percepatan pembaharuan sel-sel hati dan semua sel-sel tubuh, satu hal yang tidak bisa ditimbulkan oleh puasa medis atau sekedar memperbanyak makanan yang kaya lemak.

Kedua, pembersihan tubuh dari racun, pada saat berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati, dari proses ini dikeluarkanlah racunracun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh. Pada saat puasa, aktivitas sel-sel ini berada di puncak kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsinya, maka ia memakan bakteri yang sebelumnya telah diserang oleh antibody secara serentak.

Dari penjelasan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa puasa merupakan strategi penyembuhan paling kuno bagi manusia, berbagai bangsa telah menggunakan puasa sebagai sarana penyembuhan dan pencegahan yang dapat diandalkan. Lembaga-lembaga yang mendukung puasa, mempersembahkan ribuan testimoni dari orang yang mendapatkan kesembuhan lewat berpuasa. Baik itu dari penyakit asma, alergi, artritis (perandangan sendi), migrain (pusing separuh kepala), penyakit kulit dan sistem pencernaan, serta kehilangan nafsu makan, sehingga orang-orang tersebut bersaksi bahwa puasa tathawwu’ (sunnah) adalah satu-satunya jawaban kesehatan yang paling utama bagi penyakit mereka.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya