oleh

Maryam Binti Jash

-Muslimah-1 views

Si cerdas MARYAM BINTI JASH

Seorang wanita muslimah yang maju, tidak hanya dalam masalah fiqh, hadits dan tafsir, akan tetapi juga dalam ilmu-ilmu Islam lainnya, salah satu contohnya adalah Maryam bint Jash, yang hidup di abad ke IV, dia adalah ahli dalam bidang bahasa yang Allah pilih untuk menurunkan Al-Qur’an.

Dia menikah dengan seorang ulama besar Yaman, Jamaluddin Ali bin Abil Fawaris Al-Hamdani, tidak saja karena ilmunya dalam Bahasa Arab dan juga dengan kecerdasan otaknya, Maryam dapat menguraikan kerumitan yang di alami suaminya. 


Suaminya terlibat debat dengan beberapa orang pengikut Murji’ah, kebid’ahan mereka meyakini, bahwa selama seseorang masih memiliki iman di dalam hatinya, tidak perduli apa yang dia lakukan dengan anggota badannya, iman tersebut akan menjamin keselamatannya. 


Suaminya, Ali, menukil ayat 40 Surat Al-A’raaf, yaitu : “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan di bukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk syurga, hingga unta masuk ke lubang jarum.”


Orang-orang Murji’ah yang berdebat dengannya berkata, “Hal itu mudah bagi Allah, dengan kekuasaan-Nya, jika Dia menghendaki, Dia memasukkan unta melalui lubang jarum.” Ketika Ali kembali ke rumah pikirannya masih tersita, yakni karena perdebaan itu dan tidak dapat tidur di malam hari, isterinya, Maryam, bertanya apa yang terjadi, setelah dia menjelaskan kepada Maryam apa yang terjadi, lalu Maryam menjawab dengan kalimat yang dapat memberi Ali tidak saja tidur yang nyenyak tapi benar-benar tidur yang sangat nyaman, apa tanggapan Maryam? Dia berkata : “Dalam ayat AI-Qur’an tersebut, unta itu adalah subyek dan bukan obyek.”


Demikianlah kecerdasan seorang wanita muslimah bernama Maryam Binti Jash

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya