oleh

Memakamkan Jenazah

Tentang Pemakaman Jenazah

Di sunnahkan memakamkan jenazah kaum muslimin di pemakaman umum kaum muslimin, karena Rasulullah Saw memakamkan jenazah sahabatnya di pekuburan Baqi’.

Di kecualikan bagi para syuhada’ yang gugur di medan perang, mereka di makamkan di tempat mereka gugur, tidak perlu di pindahkan ke pemakaman umum kaum muslimin. (H.R. Ahmad).

Jenazah seorang muslim tidak boleh di makamkan di pemakaman orang kafir, demikian pula sebaliknya dan makam kaum muslimin harus terpisah dari makam orang kafir. (H.R. An-Nasa’i Juz 4 : 2048).

Para wanita di makruhkan untuk ikut mengantar jenazah, karena mereka memiliki kelemahan dan biasanya tidak kuat memikul beban musibah, hal ini sebagaimana di riwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah Ra, ia berkata :

”Kami di larang untuk ikut mengantar jenazah, tetapi larangan itu tidak di tekankan kepada kami.” (H.r. Muttafaq ‘alaih, Bukhari Juz 1 : 1219 dan Muslim Juz 2 : 938).

Waktu-waktu yang Di Makruhkan Untuk Memakamkan Jenazah

Waktu-waktu yang di makruhkan untuk memakamkan jenazah, antara lain :
1. Ketika matahari terbit sampai meninggi (setinggi tombak).

2. Ketika matahari berada tepat di atas kepala sampai tergelincir.

3. Ketika matahari akan terbenam sampai benar-benar terbenam. (H.R. Abu Dawud : 3192).

4. Memakamkan jenazah malam hari, bukan karena darurat.

Di riwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Janganlah kalian memakamkan jenazah (salah seorang dari) kalian pada waktu malam hari, kecuali jika keadaan (darurat) memaksa kalian.” (H.R. Ibnu Majah : 1521).

Baca juga...  Cara Menyelesaikan Perbedaan Antara Suku Bagian Dengan Ta'silul Mas'alah

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya