oleh

Pengertian Hakikat

-Tasawuf-9 views

Hakikat (al-Ḥaqiqah)

Makna hakikat (al-Ḥaqiqah) menurut An-Nabhani dalam Kitab Jami‘ Karamat Al-Awliya’ adalah tujuan daripada syari’ah yang berupa musyahadah rahasia ketuhanan berasaskan pada thariqat.

Barangsiapa menempuh thariqat ia akan sampai pada hakikat, maka itu hakikat adalah salah satu dari pengetahuan akhir dari ilmu syari’ah dan akhir dari sesuatu tidak bercabang dengannya.

Maknanya, hakikat tidak bertentangan dengan tujuan syari’ah, di dalam tradisi ulama Sufi, kata ‘hakikat’ di maksudkan sebagai memahami Al-Ḥaqq dengan yang sebenar, yaitu dengan mengingat Allah secara berketerusan, tiada bermasa, tiada bertempat, tiada berhingga dan selamanya.

Dalam pengertian lain, hakikat adalah ilmu batin untuk mencapai kebenaran atau mencapai Al-Ḥaqq, dengan hakikat ia dapat menyaksikan sesuatu yang di rahasiakan dan yang di nyatakan oleh Allah kepada hambanya yang di kehendaki.

Perkataan ‘hakikat’ pula biasa di gunakan oleh para sufi untuk menunjukkan peringkat atau tingkatan para salik, oleh itu, Al-Qushayri yang menyatakan bahwa hakikat adalah sama dengan Al-Ma‘rifah: Ketahuilah, bahwa syari’ah adalah juga hakikat dari sudut bahwa syari’ah itu di wajibkan karena perintah-Nya dan hakikat pula adalah syari’ah dari sudut bahwa al-ma‘rifah kepada-Nya adalah juga di wajibkan oleh-Nya”.

Arti al-ma‘rifah adalah ke-ma‘rifat-an ahli al-ma‘rifah, yakni hamba-hamba yang mengetahui dirinya)

Baca juga...  Tentang Al-Hayat

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya