oleh

Pengertian Li’an dan Hukumnya

Pengertian Li’an

Li’an adalah kesaksian-kesaksian yang diperkuat dengan sumpah dan disertai dengan laknat, jika suami menuduh isterinya berzina dan ia tidak dapat mendatangkan bukti, maka ia terkena hadd qadzaf, yang hanya dapat gugur darinya dengan li’an.

Allah berfirman, ”Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang tersebut ialah empat kali sumpah dengan nama Allah, sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang berkata benar.

Dan (sumpah) yang kelima, bahwa laknat Allah atasnya, jika ia termasuk orang-orang yang berdusta. Isterinya (dapat) dihindarkan dari hukuman (dengan) sumpahnya empat kali atas nama Allah, sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.

Dan (sumpah) yang kelima, bahwa murka Allah atasnya jika suaminya tersebut termasuk orang-orang yang berkata benar. Dan jika tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, (niscaya kalian akan
mengalami kesulitan).

Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nur : 6 – 10).

Qadzaf adalah tuduhan zina, orang yang menuduh seorang muslim atau muslimah berzina, maka ia harus mendatangkan empat orang saksi yang benar-benar menyaksikan perzinaan tersebut.

Jika ia tidak dapat mendatangkan empat orang saksi, maka penuduh terkena hadd dengan dicambuk sebanyak delapan puluh kali cambukan, hal ini sebagaimana firman Allah q dalam Surat An-Nur : 24.

Syarat Sah Li’an

Syarat sahnya li’an adalah :

1. Li’an hanya berlaku khusus untuk suami isteri, berkata Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Ibnu Shalih Alu Bassam : “Li’an hanya khusus bagi suami isteri, adapun selain keduanya, maka di berlakukan padanya hukum qadzaf yang telah diketahui.”

2. Adanya tuduhan zina dari suami kepada isterinya.

3. Suami tidak dapat mendatangkan bukti, buktinya adalah dengan mendatangkan empat orang saksi yang benar-benar menyaksikan perzinaan tersebut.

4. Isteri mengingkari tuduhan suaminya dan tetap teguh pada pendiriannya sampai selesainya li’an.

5. Dilakukan di hadapan hakim, jika seorang suami menuduh isterinya melakukan zina, namun mereka berdua tidak mengadukan permasalahan tersebut kepada hakim, maka isteri tersebut tetap menjadi isterinya.

Berkata Ibrahim An-Nakha’i : “Jika seorang suami menuduh isterinya melakukan zina, sedangkan mereka berdua tidak mengadukan masalah
(tersebut) kepada hakim, maka wanita tersebut tetap sebagai isterinya.”

Artikel Tentang Li’an Selanjutnya : Tata Cara Pelaksanaan Li’an

Baca juga...  Mencegah Kehamilan (KB)

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya