oleh

Pengertian Ma’iyah Fid Daaril Akhirat

-Tauhid-1 views

Ma’iyah Fid Daaril Akhirat maksudnya adalah Kebersaman di Hari Akhirat, setelah sekian lama dalam kebersamaan di dunia fana, meski di dalam dua ruang yang berbeda, maka sejak di alam barzah, kebersamaan itu menjadi nyata.

Itulah kebersamaan yang sesungguhnya, buah ibadah yang di lakukan di dunia, meski tidak dalam derajat yang sama, di alam baru (barzah) itu, seorang hamba tidak hidup sendirian di sana, bahkan di awal kedatangan di alam barzah, warga baru itu di jemput teman-teman di perbatasan dua alam, di tunggu sebagai tamu yang di hormati, maka setiap kebutuhan hidup sudah di sediakan baginya saat itu juga.

Apakah orang mengira saat itu dia mati? Mati itu hanyalah pandangan orang hidup, karena mereka melihat daging dan tulang yang sudah tidak berdaya, daging dan tulang yang harus di mandikan, di kafani, di shalati dan di kubur.

Mereka lupa bahwa setelah itu yang mati itu akan di hidupkan lagi, di pindahkan ke dalam alam yang lain, baik dengan derita di neraka atau dengan bahagia di syurga.

Kalau sebelum mati itu dia berjalan seorang diri, tidak mau bertawasul kepada para pendahulunya, tidak pernah ingat kepada Rasul dan para pengikutnya, tidak tabarrukan kepada para Auliya‘ Allah, tidak mengharapkan syafa‘at Nabinya, tidak mengakui jerih payah orang yang telah mempunyai kepedulian agamanya, maka setelah saat itu…, setelah di hidupkan lagi di alam kubur itu, dia akan sendirian dengan siksa kubur yang sudah menanti.

Berbeda dengan orang-orang yang mau bertawasul kepada Nabi dan kepada para wali, kepada guru-guru mursyid yang telah membimbing perjalanan ruhaninya dan sebagai buah ibadah itu, sejak di alam barzah dia menuai apa yang selama ini di tanam di dunia.

Baca juga...  Pengertian Ilmu Ushuluddin

Yaitu, oleh karena selama hidupnya di dunia selalu bersama-sama dengan mereka, maka sejak itu sampai dengan di akhirat, akan kembali bersama-sama pula.

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisa’ ayat 69 yang artinya : “Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang di anugerahi kenikmatan dari Allah, yaitu para Nabi, para Shiddiq…,(sampai akhir ayat), namun demikian, kebersamaan di akhirat itu, yaitu kebersamaan orang yang mentaati Allah dan Rasul-Nya dengan para Nabi dan seterusnya, sebagaimana firman Allah tersebut di atas.

Tidaklah pada tingkat derajat yang sama, karena yang di maksudkan dengan An-Nabiyyin, Ash-Shiddiqqin, Asy-Syuhada’ dan Ash-Shalihin adalah tingkat derajat.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya