oleh

Pengertian Muraqabah Dalam Thariqat

-Tasawuf-3 views

Dzikir muraqabah adalah berkekalannya sebagai hamba, ingatlah senantiasa di monitor oleh Allah dalam seluruh tingkah lakunya. Muraqabah artinya saling mempertimbangkan, saling mengintai dan saling mempertimbangkan, dalam tinjauan tasawwuf atau thariqat, muraqabah dalam pengertian bahasa yang di maksud adalah antara hamba dengan khalik.

“WAKANALLAHU ‘ALA KULLI SYAI’IN RAKIBAN”, bermakna
: “Dan adalah Allah Maha Kuasa segala sesuatu.” (Q.S. Al-Ahzab Ayat 52).

“AFAMAN HUWA QA’IMUN ‘ALA KULLI NAFSYIN BIMA KASYABA”, Artinya : “Apakah Tuhan yang mengutamakan setiap dirimu melawan apa yang di perbuatnya sama dengan yang tidak demikian dengan sifatnya?”. (Q.S. Ar-Ra’d Ayat 33).

“ALAM YA’LAM BI’ANNALLAHA YARAYA.” Artinya : “Tidakkah Dia mengerti bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala sesuatu yang di lakukannya?”. (Q.S. Al-‘Alaq Ayat 14).

“INNALLAHA KANA ‘ALAIKUM RAKIBAN”, Artinya : “Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan melindungi kamu.” (Q.S. An-Nisa’ Ayat 1).

“RADHIYALLAHU ‘ANHUM WARADHU’ ANHU ZALIKA LIMAN KHASIYA RABHU”, Artinya : “Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha di transfer, yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Bayyinah Ayat 8).

Rasulullah Saw bersabda: “Allah yang memuja Allah, Allah yang melihat Allah dan jika Allah tidak dapat melihat Allah, maka Allah yang melihat kamu akan kamu.” (H.R. Imam Muslim).

Dari ayat dan hadis tersebut di atas dapat di ambil kesimpulannya tentang muraqabah, artinya mawas diri seorang hamba terhadap bahwasanya Allah berfirman, mengintai dan memperhatikan setiap niat dan amalan hambanya, lawan hamba harus mawas diri terhadap hati, tujuan dan amal yang dia kerjakan untuk di lihat perintah Allah dan larangan-Nya.

Baca juga …

Baca juga...  Tentang Muhasabah

Seorang hamba harus melakukan perhitungan terhadap dirinya sendiri tentang apa yang telah di lakukan di masa lalu yang telah lalu atau lampau dan karena itu harus di konsolidasikan merumuskan yang baik dan meningkatkannya di masa mendatang hanya semata karena Allah juga membantu ridha Allah.

Muraqabah juga memulihkan sehabis beramal guna memperbaiki dan meningkatkan amalan-amalan yang akan datang yang diperlukan dalam pelaksanaan istighfar dan taubat serta terhadap dosa-dosa yang telah terlanjur di laksanakan di masa lampau dengan bantuan yang didukung dan terulang lagi, begitu juga orang yang telah mengukuhkan rasa takutnya kepada Allah.

Mawas diri terhadap Allah dapat membukakan atau mencapai kasyaf (tabir terbuka antara hamba dengan tuhannya) dan syahadah (menyaksikan) akan keutamaan dan hikmah, muraqabah dari seseorang hamba yang ditampilkan di sana dapat digunakan di ridha dan ingin menambah amal-amal shalihnya. Bentuk pelaksanaan dzikir muraqabah di rangkaikan dengan selesainya atau ada hasil dari dzikir sebelumnya, seperti dzikir lathaif dan napi istbat.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya