oleh

Pengertian Walimatul ‘Urs

Walimatul ‘urs adalah jamuan makan yang di selenggarakan berkenaan dengan pernikahan.

Walimatul ‘urs di laksanakan setelah akad nikah.

Hukum Walimatul ’Urs

Hukum mengadakan walimatul ’urs adalah Sunnah Muakkadah (sangat di tekankan), sebab Nabi Saw mengadakan walimatul ’urs dalam pernikahannya dan beliau juga memerintahkan para sahabatnya yang menikah untuk mengadakan walimatul ’urs. (H.R. Bukhari Juz 2 : 1943 dan Muslim Juz 2 : 1427).

Tidak di syaratkan walimatul ’urs harus menyembelih kambing, akan tetapi menyesuaikan kemampuan suami. (H.R. Bukhari Juz 5 : 4877).

Undangan Walimatul ’Urs

Ketika mengadakan walimatul ’urs, hendaknya mengundang orang-orang shalih, baik yang kaya maupun yang miskin. (H.R.At- Tirmidzi Juz 4 : 2395 dan Abu Dawud : 4832).

Walimatul ’urs haram hukumnya jika hanya mengundang orang-orang kaya saja tanpa mengundang orang-orang miskin. (H.R. Bukhari Juz 5 : 4882 dan Muslim Juz 2 : 1432).

Menghadiri Undangan Walimatul ’Urs

Menghadiri undangan walimatul ‘urs hukumnya adalah wajib, ini adalah pendapat Jumhur ulama’. (H.R. Bukhari Juz 5 : 4878 dan Muslim Juz 2 : 1429).

Syarat-syarat yang menjadikan seorang muslim wajib menghadiri walimatul ‘urs adalah :

1. Orang yang mengundang adalah seorang muslim, jika yang mengundang adalah non muslim, maka tidak wajib untuk menghadirinya. (H.R. Muslim Juz 4 : 2162).

2. Di tentukan orangnya, jika undangan walimatul ‘urs bersifat umum (tidak menentukan orangnya), maka tidak wajib untuk menghadiri undangan tersebut dan hukum menghadirinya adalah fardhu kifayah.

3. Tidak ada udzur syar’i, seperti sakit keras, hujan yang deras, banjir dan yang semisalnya.

4. Di tempat walimah tidak terdapat kemungkaran, mendo’akan pengantin dan tuan rumah, di sunnahkan kepada para undangan untuk mendo’akan pengantin, dengan mengucapkan : “Semoga Allah memberkahi (dalam kebaikan)mu dan memberkahi (dalam keburukan yang menimpa)mu, serta menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (H.R. At-Tirmidzi : Juz 3 : 1091, Abu Dawud : 2130 dan Ibnu Majah : 1905).

Di anjurkan pula kepada para undangan untuk mendo’akan tuan rumah setelah selesai walimah, di antara do’anya adalah : ”Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada mereka pada apa yang telah Engkau rizqikan kepada mereka, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.” (H.R. Muslim Juz 3 : 2042).

Atau membaca : “Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberiku
makan dan berilah minum orang yang telah memberiku minum.” (H.R. Muslim Juz 3 : 2055).

Atau membaca : “Orang yang berpuasa berbuka di sisi kalian, orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat bershalawat (mendo’akan) untuk kalian.” (H.R. Abu Dawud : 3854 dan Ibnu Majah : 1747).

Baca juga...  Hukum Asal Setiap Ibadah Tauqif, Harus Ada Tuntunannya Dari Nabi Saw

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya