oleh

Penyucian Dan Penyempurnaan Diri

Pembinaan diri termasuk salah satu perkara yang paling penting bagi kita, karena kebahagiaan dunia dan akhirat kita terkait dengannya, di samping itu, para Nabi Ilahi pun diutus dengan tujuan untuk merealisasikan hal ini, pembinaan diri harus dilakukan dalam dua tahapan.

Tahapan pertama, menyucikan diri dari berbagai macam keburukan, yaitu menjernihkan hati dari akhlak buruk dan menjauhi perbuatan dosa, tahapan ini dinamakan dengan tashfiyyah (penjernihan) dan juga dinamakan dengan takhliyah (pengosongan).

Tahapan kedua, membangun dan menyempurnakan, yaitu dengan perantaraan ilmu kebenaran, akhlak utama dan menunaikan amal shaleh, perbuatan ini dinamakan dengan tahliyah (penghiasan), yaitu membangun, menyempurnakan dan menghiasi diri.

Kedua tingkatan ini amat penting untuk membina diri, karena, jika diri telah terbebas dari berbagai macam keburukan, dia mempunyai kesiapan untuk dapat menerima berbagai ilmu kebenaran, akhlak utama dan amal shaleh.

Hati yang kotor dan menjadi tempat bersemayamnya syetan, bagaimana mungkin bisa menjadi tempat pancaran cahaya Ilahi? Bagaimana mungkin para malaikat dapat menemukan jalan untuk masuk kedalam hati yang semacam ini.

Selain itu, jika tidak terdapat iman, akhlak mulia dan amal shaleh, dengan perantaraan apa diri manusia dapat mendapatkan kesempurnaan? Oleh sebab itu, untuk melakukan pembinaan diri, kedua tahapan tersebut harus dilakukan dan juga harus dilakukan secara bersama-sama.

Dari satu sisi, hati dibersihkan dan dari sisi yang lain, amal shaleh ditanam, dari satu sisi, syetan diusir dan dari sisi yang lain malaikat dimasukkan, dari satu sisi mengeluarkan sesuatu selain Allah dan dari sisi yang lain menarik pancaran cahaya Ilahi.

Kedua tahapan ini merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak terlepas satu sama lain, seseorang tidak bisa hanya sibuk membeningkan hati (tashfiyah), sementara perbuatan mengerjakan amal shaleh ditunda kemudian, demikian juga sebaliknya, seseorang tidak bisa mengabaikan keburukan-keburukan jiwanya dan langsung mengerjakan amal shaleh.

Baca juga...  Dosa dan Pelangggaran Adalah Berpasangan

Melainkan keduanya harus dilakukan secara berbarengan dan pada waktu yang bersamaan, perbuatan meninggalkan keburukan akan mengajak kepada kebaikan, demikian juga sebaliknya, perbuatan mengerjakan amal shaleh akan mendorong seseorang meninggalkan perbuatan dosa.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya