oleh

Perbedaan Hukum Nifas dan Haid

Walaupun secara umum hukum nifas sama dengan hukum haid, ada sedikit perbedaan hukum di antara keduanya, hal itu dalam permasalahan sebagai berikut :
 

1. Iddah.
Patokan iddah seorang wanita adalah quru’ (suci atau haid) bukan nifas, Allah berfirman :
َ والْمطَلََ قات يَتََربَ ْ ص َ ن بَِنفسه َ ن ثَلاَثَةَ قرَ وء“Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri
(menunggu) tiga kali quru’. (Q.S. al-Baqoroh [2] : 228).
 

Sebagai misal, iddahnya wanita yang hamil adalah dengan melahirkan. Andaikan ada wanita yang ditalak suaminya setelah melahirkan, maka iddah baginya adalah tiga kali suci atau haid bukan dengan nifas, sepert yang terdapat pada Kitab Al-Ahkam Asy-Syar’iyyah lid Dima’ Ath-Thabi’iyyah. 

Demikian pula jika seorang wanita ditalak ketika sedang hamil, maka iddahnya akan selesai ketika telah melahirkan bukan dengan selesainya nifas. (Risalah fid Dima’ Ath-Thabi’iyyah Ibnu Utsaimin).
 

2. Baligh.
Haid adalah tanda baligh seorang wanita, sedangkan nifas tidak demikian, karena seorang wanita tidak mungkin hamil hingga didahului haid terlebih dahulu, maka tanda baligh seorang wanita adalah dengan keluarnya haid, masalah ini telah disepakati oleh para ulama yang terdapat dalam Kitab
Mughnil Muhtaj : 1/120, Al-Majmu’: 2/250.  

3. Waktu keluarnya darah.
Darah haid keluar secara rutin tiap bulan, sedangkan darah nifas keluar dengan sebab melahirkan.

Baca juga...  Akad Nikah

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru