oleh

Pertanyaan Tentang Qadha Shalatnya Orang Sakit

Banyak orang yang sakit menganggap remeh terhadap shalatnya dan berkata: Jika aku sembuh aku akan mengqadha shalat, sementara sebagian lagi berkata: Bagaimana saya dapat shalat, sedangkan saya tidak dapat bersuci dan membersihkan diri dari najis. Bagaimana sebaiknya kita mengarahkan mereka?

Jawab: Selama akal masih berfungsi, sakit bukan halangan bagi seseorang untuk meninggalkan shalat hanya karena alasan tidak dapat bersuci, maka tetap merupakan kewajiban bagi orang sakit untuk shalat sesuai dengan kemampuannya dan bersuci dengan air jika dia mampu untuk itu, jika dia tidak mampu menggunakan air, maka hendaknya dia tayammum dan shalat.

Dia juga harus menghilangkan najis yang terdapat di bajunya atau badannya dan mengganti baju yang terdapat najis dengan baju yang suci dari najis pada saat melaksanakan shalat, jika dia tidak mampu untuk membersihkan najis atau mengganti baju yang terkena najis dengan baju yang suci, maka gugur baginya semua kewajiban-kewajiban itu, maka dia dapat melakukan shalat sebagaimana adanya, berdasarkan firman Allah :

“Bertaqwalah kamu semampu kamu.” (Q.S. At-Taghabun : 15). Dan berdasarkan hadits Rasulullah Saw : “Jika aku memerintahkan sesuatu perkara, maka patuhilah semampu kalian.” (H.R. Muttafaq’alaih).

Juga pada hadits Rasulullah Saw kepada ‘Imran bin Husain Ra tatkala dia mengadukan tentang penyakitnya : “Shalatlah kamu dengan berdiri, jika tidak mampu, maka duduklah, jika tidak mampu, maka hendaknya berbaring (dengan posisi miring bertumpu pada sisi tubuh sebelah kanan).” (H.R. Bukhari dalam Shahihnya dan riwayat An-Nasai dengan sanad yang shahih dan dengan tambahan : ”Jika tidak mampu maka terlentanglah.”

Baca juga...  Pertanyaan Tentang Hukum Membaca Niat Ketika Hendak Shalat

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya