oleh

Rasional Dalam Keadaan Tidak Berdaya Menghadapi Realita Sehingga Emosional Dominan Menguasai Jalan Hidup Manusia

Tiga Sebab Yang Dapat Merusak Penjagaan Malaikat Kepada Manusia

SEBAB KEDUA : Rasional Dalam Keadaan Tidak Berdaya Menghadapi Realita Sehingga Emosional Dominan Menguasai Jalan Hidup Manusia

Ketika orang terpaksa harus menanggung beban hidup yang berat, seperti sedang menghadapi musibah yang tentunya akibat kesalahan dan dosa-dosa yang mereka perbuat sendiri.

Terkadang manusia terjebak di dalam kondisi yang membahayakan bagi pertahanan rasionalnya (Benteng wilayah kesadarannya), hal tersebut karena aktifitas hidupnya terbelenggu di dalam alam pikiran yang kelam sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.

Allah menggambarkan keadaan itu dengan firman-Nya : “Serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’am : 6/122).

Akibat dosa-dosa yang telah diperbuat manusia memasuki kepekatan alam pikir yang membelenggu, sehingga dia tidak kuasa lagi untuk keluar darinya, dadanya terasa menjadi sempit seperti orang yang kekurangan udara sehingga tidak dapat bernafas dengan lega.

Di ayat yang lain Allah menggambarkan keadaan itu dengan firman-Nya : “Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah tersesat, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit, begitulah Allah menimpakan siksa (kotoran hati) kepada orang orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al-An’am : 6/125).

Dosa-dosa itu membentuk karat tebal yang menutupi mata hati manusia sehingga matahati itu tidak mampu lagi melihat jalan kedepan, akibatnya alan hidup manusia menjadi sesat dan mata hati itu menjadi buta, banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi seperti itu.

Kadang-kadang hanya sekedar remaja yang pacarnya sedang meninggalkan dirinya, barang dagangan yang sedang menumpuk takut kalau terlalu lama di gudang menjadi basi dan rusak, urusan hutang yang sedang sangat menghimpit.

Baca juga...  Penyucian Dan Penyempurnaan Diri

Bayangan takut menjadi miskin dan hina menghantuinya setiap saat, bayangan itu sedikitpun tidak dapat terlepas dari alam pikirannya, membelenggu dengan ketat sehingga menjadi beban yang sangat berat yang harus dipikul oleh wilayah kesadaran.

Dari kejadian tersebut sempat menorehkan guratan pada wajah dan menarik garis-garis wajah sehingga sinar wajahnya tampak menjadi suram dan kelam, keadaan seperti ini tanpa dukungan rasa spiritual yang kuat (Iman kepada Allah Ta’ala serta musyahadah kepada-Nya, buah dzikir yang didawamkan) manusia menjadi sangat rentan dikuasai makhluk jin melalui wilayah rasioanalnya.

Kalau tidak, malah menjadikan sebab stres dan stroke sehingga berakibat merusak jaringan otak, kalau sekedar hanya dirasuki makhluk jin, walau kemudian jin itu harus dikeluarkan lagi dengan tidak gampang, hal itu masih lebih baik daripada stroke.

Sebabnya, orang kesurupan jin jarang berakibat kepada anggota tubuh menjadi cacat seumur hidup sebagaimana yang terjadi pada akibat penyakit stroke, namun demikian kerasukan jin dengan sebab yang kedua ini lebih berbahaya dari pada kerasukan jin dari sebab yang pertama.

Sebab yang pertama, apabila jin yang merasuki tubuh manusia itu berhasil dikeluarkan dan kemudian lubang yang ditembus oleh jin itu ditutup kembali dengan benteng-benteng yang dibangun dari rahasia do‘a-do‘a yang dipanjatkan kepada Allah Rabbul’alamin (ruqyah), jin yang sudah berada diluar itu jarang dapat masuk lagi.

Tidak seperti sebab yang kedua, walau badan itu sudah dibentengi dengan apapun supaya jin yang sudah dikeluarkan itu tidak masuk lagi, ketika manusia dengan alam pikirnya kembali kepada keadaan semula, seperti sebelum dia dimasuki jin, maka kemungkinan jin masuk kembali sangat kuat.

Orang yang kemasukan jin dengan sebab yang kedua ini menjadi punya langganan tetap untuk dimasuki jin, jika pikirannya naik jin langganannya pasti datang lagi, akhirnya menjadikan eksistensi manusianya menjadi rusak dan mati.

Baca juga...  Al-Lafazhat (Ungkapan Kata-Kata)

Dia telah menjadi orang yang tidak sehat dan cacat ruhani seumur hidup atau bisa dikatakan gila, gambaran yang dahulu tentang eksistensinya telah berubah total sehingga hidupnya menjadi berubah total, artinya yang dahulu terhormat sekarang menjadi terhina karena penyakit gilanya yang sering kambuh.

Kalau hal ini dihubungkan dengan pelaksanaan ruqyah, maka ancaman inilah yang paling dekat bagi orang yang sering diruqyah, hal tersebut dikarenakan pendekatan manusia kepada dimensi jin saat diruqyah itu melalui permainan rasional, maka ketika jin telah menguasai manusia jin langsung menguasai wilayah rasional manusia.

Anda percaya silahkan, jika tidak juga silahkan, Anda percaya atau tidak sedikitpun tidak menambah apa-apa bagi kami, baik keuntungan maupun kerugian, kami hanya wajib menyampaikan ilmunya selanjutnya terserah Anda.

Memang manusia sering sulit menerima peringatan sebelum apa yang dilakukan itu berakibat yang fatal kepada dirinya sendiri, oleh karena itu peringatan itu hanya bermanfaat kepada orang-orang yang beriman atau percaya kepada peringatan itu.

Allah telah menegaskan dengan firman-Nya : “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Adz-Dzariyaat : 51/55).

Kebanyakan manusia hanya mengikuti persangkaan dan dorongan hawa nafsu belaka, padahal Allah telah menurunkan Al-Qur‘an sebagai peringatan. Apakah manusia akan mendapatkan apa-apa dari yang di angan-angankannya?

Demikianlah kurang lebih maksud dari firman Allah ini : “Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka atau apakah manusia akan mendapat segala yang diangan-angankan?” (Q.S. An-Najm : 53/23-24).

Persangkaan-persangkaan itu harus digurukan terlebih dahulu sebelum dipraktekkan dengan amal perbuatan, terlebih ketika perbuatan itu dipublikasikan secara besar-besaran, hal itu supaya persangkaan tanpa dasar itu tidak menyesatkan jalan hidup banyak orang serta tidak menjadikan kekecewaan dan penyesalan di kemudian hari, hanya Allah yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar.

Baca juga...  Keutamaan-Keutamaan Wudhu'

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya