oleh

Realitas Muslimin dan Agenda Vital Ummat

Realitas Kaum Muslimin dan Agenda Vital Ummat

Ummat Islam bagaikan tubuh, setiap tubuh mempunyai darah yang menyebabkan seseorang menjadi sehat, ketika darah tersebut bersih dan baik, jika seseorang kekurangan darah atau bahkan kehabisan darah, dia akan menjadi lemas, tidak bisa bangkit dan melakukan aktivitas hidupnya secara normal, kehidupan kemudian menjadi beban bagi yang lain, itulah sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah kepada manusia.

Ummat Islam, saat ini dalam keadaan menderita, sakit dan lemah, di mana-mana mereka di timpa masalah, mulai dari ummat Islam yang ada di Asia Tengah, seperti Checnya, di Eropah, seperti Albania, Bosnia Herzegovina, di Afrika, seperti sudan, di Asia Barat, seperti Iraq, Afghanistan, Palestina, di Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Pattani, Filipina, Bangladesh, Pakistan dan sebagainya.

Semua ummat Islam yang mempunyai jumlah terbesar di dunia di banding dengan penganut agama lain, ternyata tidak berdaya ketika menghadapi musuh yang kecil sekalipun, seperti Israel, di mana-mana kaum muslimin mempunyai masalah, di Indonesia, Iraq, Bangladesh dan Sudan, banyak ummat Islam yang kelaparan, di Bosnia, Albania dan Checya, banyak orang Islam di bunuh dengan biadab oleh orang-orang kafir.

Belum lagi masalah intern yang di hadapi oleh masing-masing kaum muslimin di negeri mereka, masalah kezaliman penguasa, suap, pencurian, perampokan, tersebarnya penyakit AIDS dan sebagainya, semuanya ini merupakan penyakit, yang menambah ummat Islam yang telah sakit menjadi semakin parah sakitnya. Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang sebenarnya menjadi sebab timbulnya penyakit-penyakit tersebut? Jika kita mau merenungkan realitas kaum muslimin saat ini secara mendalam, pasti kita akan menemukan beberapa masalah tersebut, tetapi kita harus menyadari, bahwa masalah tersebut bukanlah masalah vital, sebab, masalah vitalnya adalah karena hukum Islam tidak di terapkan oleh ummat ini. 

Pertanyaannya adalah hukum Islam yang mana, yang tidak di terapkan oleh ummat Islam saat ini? Jawabnya tentu semua hukum Islam, mulai dari hukum ibadah, sosial, politik, ekonomi, sanksi hukum, pemerintahan, pendidikan dan sebagainya, semuanya harus di kembalikan kepada hukum Islam, sebagai contoh, seandainya hukum potong tangan di terapkan, tentu orang yang mencuri takut akan melakukan perbuatan terkutuk itu ketika faham bahwa dia akan kehilangan tangannya pada saat mencuri dan akan menanggung malu di tengah masyarakat, maka tindak kriminal pencurian akan bisa di tekankan, demikian juga seandainya hukum zina, liwat, qadzaf dan bayyinah (pembuktian) di terapkan berdasarkan ketentuan Islam, penyakit AIDS tidak akan merajalela, sebab AIDS bersumber dari kegiatan haram, yaitu hubungan seks secara berganti-ganti, alias heteroseksual atau bisa jadi karena hubungan sejenis (sodomi), jika pelaku sodomi dihukum mati, pelaku heteroseksual juga demikian, ini berarti sumber penyakit tersebut tidak akan pernah ada, jika sumber penyakitnya hilang, tentu penyakitnya tidak akan pernah ada, ini sunnatullah.
 
Tapi, semuanya ini mustahil di terapkan kalau hukum tersebut di laksanakan tidak adil, misalnya, karena yang melakukan kesalahan adalah pejabat tinggi pemerintahan dan sebagainya, kemudian hukuman tidak di lakukan atau juga mustahil di lakukan kalau sistem pengadilannya tidak di laksanakan berdasarkan Islam, yang memandang sama semua orang di depan hukum, tanpa dibeda-bedakan, pemimpin atau bukan, demikian juga semuanya ini tidak mungkin di laksanakan jika masyarakat mempunyai pemikiran dan perasaan yang salah terhadap Islam, karena sistem masyarakatnya rusak, misalnya, di biarkannya kebebasan bergaul antara laki-laki dan perempuan, wanita atau laki-laki keluar rumah tanpa menutup aurat, pusat-pusat pelacuran, hiburan malam, petunjukkan musik, pabrik-pabrik minuman keras dan sebagainya, di mana semuanya akan mendorong terjadinya rangsangan seksual.
Jadi di sinilah yang menjadi sebab terjadinya krisis di dunia Islam yang sesungguhnya, karena ummat Islam tidak melaksanakan syari’at Islam secara total, jika dianalisis satu persatu negeri-negeri Islam tersebut, semuanya tidak ada yang berstatus sebagai Dar al Islam, dengan kata lain, semuanya adalah Dar Al-Kufr, negeri yang tidak menerapkan hukum Islam secara total dan keamanannya untuk mengurus masalah internal serta mempertahankan serangan dari pihak luar tidak berada di tangan kaum muslimin.
 
Secara umum, negeri-negeri tersebut menerapkan hukum Islam, tetapi hanya sebagian-sebagian saja, di samping itu, rata-rata semuanya di kendalikan oleh adidaya, Amerika, Inggris dan sebagainya, inilah realitas kaum muslimin saat ini, maka, bisa di katakan, bahwa masalah vital ummat Islam saat ini adalah mengembalikan hukum Islam untuk di terapkan kembali secara total di negeri-negeri mereka, atau dengan kata lain mereka harus menjadikan Islam sebagai ideologi mereka untuk di terapkan dalam kehidupan mereka, ideologi Islam bagi ummat Islam ini bagaikan darah yang akan mengembalikan kehidupan mereka, juga yang akan menyembuhkan mereka dari sakit yang mereka derita saat ini.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru